Selasa, 19 Juni 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Ibukota Provinsi Jambi Pindah Ke Bungo,?

Kamis, 24 Agustus 2017 15:12:52 wib
Bahren Nurdin/Photo: ist/Facebook @Bahren Nurdin Motivator

JAMBIDAILY OPINI/PENDIDIKAN-Bahren Nurdin, MA seorang Akademisi UIN STS dan Pengamat Sosial Jambi, melalui Akun Media Sosial Facebook miliknya, pada, Selasa (23/08) Sekira Pukul 14.08 WIB. Menulis Opini yang berjudul "MENGGAGAS PEMINDAHAN IBU KOTA PROVINSI JAMBI (1)" 

Kelanjutan didalam artikelnya "IBU KOTA PROVINSI JAMBI PINDAH KE BUNGO? (2)"

[KESATU: Dengan segala perosalan masyarakat urban yang nampaknya semakin sulit diatasi dan sebelum semuanya terlambat, sudah selayaknya mulai sekarang memikirkan yang terbaik bagi masyarakat Kota Jambi. Urbanisasi tentu tidak bisa dihadang begitu saja. Maka hal yang tepat adalah dengan memindahkan ibu kota provinsi dari Kota Jambi. Selanjutnya, Kota Jambi bisa dijadikan kota jasa dan industry seperti yang didengungkan oleh pemerintah saat ini.]

Pindah ke mana? Gagasan yang ditawarkan adalah ke Kabupaten Bungo. Mengapa Bungo?

Ada beberapa pertimbangan mendasar mengapa Kabupaten Bungo menjadi pilihan paling pas untuk Ibu Kota Provinsi Jambi di masa depan. Pertama, bandar udara (Bandara). Bandara adalah salah satu kebutuhan penting bagi sebuah provinsi untuk menunjang kelancaran transportasi udara. Transportasi udara sangat penting untuk memudahkan pergerakan perdagangan dan jasa di zaman globalisasi saat ini. Sementara itu, Bandara STS Jambi yang berada di Kota Jambi saat ini, walaupun sudah dikembangkan sedemikian rupa, namun karena keterbatasan lahan yang dimiliki tidak memungkinkan untuk dijadikan Bandara Internasional.

Itu artinya, dapat diyakini 10 atau 50 tahun ke depan Bandara STS Jambi akan tetap separti apa yang ada saat ini. Di sekeliling bandara ini sudah merupakan pemukiman padat masyarakat. Rasanya sangat sulit untuk dikembangkan menjadi bandara bertaraf internasional karena keterbatasan runway yang dimiliki. Dengan runway yang ada tidak memungkinkan dihinggapi oleh pesawat berbadan besar. Mau sampai kapan?

Di sisi lain, Kabupaten Bungo saat ini telah memiliki Bandara yang sudah sangat layak untuk dikembangkan menjadi bandara kelas internasional. Dengan alokasi lahan yang dimiliki dan rancang bangun yang direncanakan, maka bandara ini tinggal dipoles sedikit saja akan menjadi bandara internasioanl yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Kedua, strategis. Kabupaten Bungo beribukota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini juga memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo.

Kabupaten Bungo memiliki luas wilayah sekitar 4.659 km². Wilayah ini secara geografis terletak pada posisi 101º 27’ sampai dengan 102º 30’ Bujur Timur dan di antara 1º 08’ hingga 1º 55’ Lintang Selatan. Berdasarkan letak geografisnya Kabupaten Bungo berbatasan dengan Kabupaten Tebo dan Kabupaten Dharmasraya di sebelah Utara, Kabupaten Tebo di sebelah Timur, Kabupaten Merangin di sebelah Selatan, dan Kabupaten Kerinci di sebelah Barat (wikipedia.com).

Itu artinya, kabupaten ini sangat strategis karena berada di tengah dan mudah dijangkau dengan transportasi darat. Kabupaten Bungo juga berada di jalan lintas sumatera yang terhubung langsung dengan beberapa provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Riau.

Ketiga, fasilitas pendukung lainnya seperti rumah sakit, pendidikan, perbankan, media masa, dan perhotelan. Saat ini Kabupaten Bungo telah memiliki paling kurang 6 rumah sakit dan didukung oleh puluhan puskesmas dan puskesmas pembantu. Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanfie juga sudah sangat layak sebagai fasilitas pendukung sebuah ibu kota Provinsi.

Begitu juga dengan fasilitas pendidikan. Saat ini Kabupaten Bungo telah memiliki Universitas Muara Bungo dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Beberapa sekolah sudah pula bertraf nasional bahkan internasional. Beberapa hotel berbintang sudah pula berdiri dan siap melayani tamu-tamu dari luar provinsi maupun dari luar negeri. Tidak kurang dari 15 perbankan sudah lama melayani masyarakat kabupaten ini. Dan beberapa koran, radio dan tv sudah pula menjadi sumber informasi masyarakat selama ini. Komplit!

Akhirnya, walaupun bukan merupakan kajian kelayakan (feasibility study) yang mendalam, gagasan ini agaknya sudah cukup layak untuk dipertimbangkan. Pemindahan Ibu Kota Provinsi Jambi ke Kabupaten Bungo adalah sebuah langkah strategis untuk kemajuan Provinsi Jambi ke depan. Semoga.

Diambil dari Facebook milik Penulis, yang dilansirnya pada Rabu (24/08) Sekira Pukul 05.00 WIB.


Berita Terkait:
Masih layakkah Kota Jambi jadi Ibukota Provinsi, Seperti apa wajahnya,?

KOMENTAR DISQUS :

Top