Kamis, 21 Juni 2018 |
Peristiwa

IJTI, AJI, PWI dan Warga Kecam Pernyataan Kapolres Waykanan

Senin, 28 Agustus 2017 13:52:24 wib
Aksi demo para jurnalis melawan premanisme. (foto: redaksikota)

JAMBIDAILY WAYKANAN, Lampung - Penghinaan yang dilakukan Kapolres Waykanan, Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan menimbulkan kecaman berbagai pihak, organisasi media di Lampung yakni Ikatan Jurnasil Televisi (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, ramai-ramai menyesalkan pernyataan yang dilontarkan Kapolres tersebut.

Selain menyesalkan pernyataan Kapolres Waykanan tersebut organisasi para jurnaslis itu juga meminta agar AKBP Budi Asrul Kurniawan minta maaf kepada publik. Bila Kapolres tidak minta maaaf mereka akan melanjutkan kasus penghinaan tersebut ke jenjang hukum dan melaporkan AKB Budi Asrul Kurniawan ke Polda maupun Kapolri.

Sekretaris IJTI Lampung Jefri Ardi dengan tegas meminta agar Kapolres Waykanan segera meminta maaf secara terbuka.

IJTI Lampung mengancam akan membawa masalah ini kepada Kapolda Lampung atau Kapolri jika Budi Asrul Kuniawan tidak menanggapinya. “Ya, tadi juga IJTI Lampung telah mendapatkan laporan dari saudara kami Dedy Tornando dan Dian Firasta lengkap dengan bukti rekamannnya. Dari situ saya berpendapat itu penghinaan terhadap profesi wartawan. Kalau Kapolres itu tidak mau minta maaf, IJTI Lampung akan meminta kepada Kapolda dan Kapolri untuk mengevaluasi jabatannya sebagai Kapolres Waykanan,” tegas Jefri.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Bandarlampung Padli Ramdan menyayangkan perilaku Budi yang dinilainya tak pantas. Sebagai pejabat publik, lanjutnya, Budi harus menjaga ucapan.

“Apalagi ditujukan kepada wartawan misalnya saat itu tengah melakukan liputan sebagai tugas wartawan. Wartawan juga bekerja untuk publik. Dan harusnya kepolisian juga menghargai tugas wartawan yang dilindungi oleh undang-undang,” katanya.

Menurut Padli, Budi harus bijaksana dengan mengakui kesalahannya. “Kalau memang terbukti mengumpat wartawan, dia harus bijaksana mengakui perbuatannya dan minta maaf secara terbuka,” ucapnya.

Sementara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mengecam penyataan Kapolres Waykanan. PWI Lampung juga menyesalkan sikap Budi. “Kita sangat mengecam!,” tegas Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian.

Aliansi Masyarakat Lampung SATU yang diwakili oleh Resmen Kadapi, SH MH serta Hermawan S, HI MH menyatakan tidak terima dengan pernyataan Kapolres Waykanan terhadap warga Lampung yang dikatakan seperti cacingan dan tidak membaca koran.

Untuk itu, Aliansi Masyarakat Lampung SATU berencana melaporkan Kapolres Waykanan itu ke Kapolda dan Kapolri.

“Sebagai warga Lampung saya menyayangkan sikap Kapolres Waykanan yang tidak mengkontrol tata bahasanya dan sangat emosional.

Bagaimana pendapat masyarakat Lampung? Apakah rekaman suara itu melecehkan kita orang di Lampung dan guna membahas peryataan Kapolres Waykanan ini kami mengundang teman teman dan seluruh masyarakat Lampung, untuk mengumpulkan data dan analisa lalu melaporkan ke atasannya yakni Kapolda dan Kapolri,” ujar Resmen Kadapi.

Menurut Resmen Kadapi yang sangat dirasakan menghina warga Lampung tatkala Kapolres Budi Asrul Kurniawan mengatakan warga Lampung seperti cacingan.” Point penting bahwa kami masyarakat Lampung sangat kecewa dengan sikap Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan yang menyebut orang Lampung Cacingan,” tandas Resmen Kadapi.

 

(tan/ham)/reportasenews.com

 

 

Berita Terkait: 

KOMENTAR DISQUS :

Top