Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Suaro Wargo

Indah Nur Hanifah: Peninggalan Islam di Jambi, Rumah Batu Olak Kemang

Sabtu, 26 Mei 2018 05:16:22 wib
Rumah Batu Olak Kemang/Foto: fotokita.net
JAMBIDAILY SUARO WARGO - Rumah batu Olak Kemang, begitu masyarakat Jambi biasa menyebut salah satu situs bersejarah ini. Penyebutan demikian itu karena pada masanya hanya rumah tersebut yang pertama kali dibangun menggunakan material batu di wilayah Jambi seberang Kota, sedangkan rumah lainnya masih dibangun menggunakan material kayu. Rumah ini dibangun pada abad ke- 18, posisi bangunan menghadap ke Sungai Batanghari dengan kanal kecil dibuat untuk menuju rumah.
 
Rumah batu Olak Kemang merupakan peninggalan Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri, orang Arab yang bermukim di Jambi untuk menyebarkan agama Islam dan berdagang. Pada perkembangannya kemudian, Sayyid Idrus bin Hasan Al- Jufri yang digelari Pangeran Wiro Kusumo mengembangkan pengaruhnya ke bidang politik. Sebagai upaya mempererat hubungan politik, Pangeran Wiro Kusumo kemudian menikahkan anaknya dengan anak Sultan Thaha yang kala itu menjadi penguasa di Jambi. Pangeran Wiro Kusumo pun akhirnya memiliki kedudukan kuat sebagai penengah atau penasehat bagi Sultan Thaha.
 
Olak kemang merupakan wilayah di seberang Jambi kota yang daratannya dipisahkan oleh sungai Batanghari antara kota Jambi dan Jambi Seberang. Di wilayah ini tradisi Islam dan budaya Islamnya amat Kental. dikarenakan wilayah Jambi Seberang merupakan pusat penyebaran agama Islam di Jambi.
 
Kini rumah batu Olak Kemang yang terletak di Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Sipin masih berdiri di tengah pemukiman warga Olak Kemang. Keberadaannya diurus oleh anak cucu dan cicit Pangeran Wiro Kusumo yang masih ada. Namun sayang rumah batu Olak Kemang meskipun telah diberi papan informasi cagar budaya, kondisi fisiknya tidak terurus dengan baik. Alih-alih merenovasi dan merekonstruksi ulang supaya dapat lebih menarik wisatawan, bangunannya dibiarkan roboh tak terurus dimakan waktu.
 
Rumah batu Olak Kemang bangunannya terdiri dari dua lantai, lantai pertama perpaduan material batu untuk bagian depan yang sangat bercirikan Eropa, bagian belakang terdiri dari material kayu, sedangkan lantai dua seluruh bangunan dibangun dengan material kayu yang sangat bercirikan lokal melayu Jambi.
 
Bagian lain rumah batu Olak kemang yaitu kolam ikan yang terletak persis disebelah dapur rumah batu dan kini ditutupi seng serta kayu sebagai jalan masuk menuju rumah batu. Sedangkan dibagian sayap sebelah kiri masih ada gapura kecil berukir bunga dan bertahta arca singa. Sayap kiri bangunan sudah dipepet dengan pemukiman baru.
 
Keberadaan rumah batu Olak Kemang penting bagi museum sejarah budaya, arsitektur dan agama bagi masyarakat Jambi. Bangunan rumah batu yang mengambil desain China, lokal, dan Eropa sungguh sangat unik. Perhatian pemerintah Jambi dan keterbukaan pengurus keluarga rumah batu Olak Kemang diharapkan bagi lestarinya situs bersejarah ini.
 
 
 
 
...
Disusun Oleh
Nama: Indah Nur Hanifah
Jurusan: Ekonomi Syariah
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
 
 
 
 
 
*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top