Kamis, 16 Agustus 2018 |
Nasional

Ini yang Dibahas Bupati Romi Saat Menemui Walikota Surabaya

Kamis, 05 April 2018 21:24:56 wib

JAMBIDAILY SURABAYA - Jelang genap dua tahun memimpin pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Bupati Romi Hariyanto menemui walikota Surabaya Tri Rismaharini. Tujuan Romi bertandang kesana tidak lain yaitu ingin mengetahui bagaimana Surabaya bisa maju pesat sejak dipimpin Walikota Ibu Risma.

Bupati Tanjabtim ini bahkan membawa sejumlah rombongan dari jajaran kepala OPD. Seperti instansi,  Bappeda, Perkim, BKD, Infokom, inspektorat, BKPSDMD dan kepala bagian Humas dan Protokol.

Tiba di Surabaya, Bupati Romi beserta rombongan disambut langsung oleh Ibu Risma didampingi Sekda dan OPD Surabaya. Dalam pertemuan tersebut banyak hal disampaikan Ibu Risma tentang bagaimana mengelola perkampungan nelayan, mengelola banjir dan kemacetan, hingga keberhasilannya menekan angka kemiskinan hingga tersisa hanya lima persen. 

Menariknya, hampir semua beban tanggungjawab itu ditangani dengan memanfaatkan teknologi. “Surabaya tidak punya cukup orang untuk menangani semua persoalan itu dengan cara konvensional. Perijinan saja rata - rata seribu lebih perhari,”kata Risma. 

Namun yang paling penting lanjut Risma, semua orang terutama aparatur harus punya pemahaman dan tanggungjawab yang sama dengan aparatur lainnya. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain. 

Risma bercerita, dulu saat ia masih kepala bagian Pengendalian Pembangunan Setdakot Surabaya, sering ia dengar teman - temannya mengajukan pindah ke PU atau Dispenda, tapi sekarang ketika ia menjadi walikota, belum pernah ia menerima pengajuan pindah stafnya. 

“Karena mereka memang saya buat menjadi penting. Mereka nyaman. Kinerja mereka terukur, saya beri target dan tentu saya motivasi,”ujarnya.

Selain itu, kepada Bupati Romi, dia juga mengatakan bahwa mengidentifikasi masalah menjadi keharusan mendasar agar langkah penyelesaian yang efisien dan efektif bisa dilakukan dengan skala prioritas yang tepat pula. 

Dicontohkannya, untuk mengelola perkampungan nelayan yang dikenal kumuh, tak perlu berpikir untuk merubah secara frontal. Cukup menata agar perkampungan nelayan tersebut menjadi lebih nyaman bagi warganya, lebih bersih dan rapi dengan tambahan fasilitas publik seadanya. Konsep penataan yang baik bagi Surabaya belum tentu cocok bagi Tanjabtim. 

“Harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat situ,”ucapnya. “Buat apa kampungnya bagus tapi warganya tidak bahagia. Karena itu kita harus berjuang agar pendapatan per kapita warga cepat meningkat,”tambahnya.

Mengenai tata kelola keuangan daerah, ia mengaku terus melakukan pemantauan secara ketat. Dengan iPadnya. Salah satunya, memonitor perkembangan target penerimaan daerah bahkan perkembangan pelelangan proyek di Surabaya. “Inspektorat betul - betul saya berdayakan untuk mengawal agar jangan sampai ada celah korupsi,”tandasnya.

Surabaya saat ini dikenal sebagai kota yang maju pesat dengan tingkat kebahagiaan warga yang tinggi. Kota berpenduduk 3,3 juta jiwa dengan luas wilayah 334,51 KM2 itu, dinobatkan sebagai kota terbaik kedua dunia setelah Hamburg Jerman. (*)

Penulis : Hendri R/HM

KOMENTAR DISQUS :

Top