Jumat, 19 Juli 2019 |
Ekonomi

Inilah Analisis Perekonomian Triwulan II 2016

Selasa, 04 Oktober 2016 18:42:12 wib
Diseminasi KEKR Bersama BI Jambi

JAMBIDAILY EKONOMI-Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi menyampaikan Analisis Perekonomian Jambi Triwulan II 2016.

Analisis Bank Indonesia (BI), tersebut dirilis, melalui Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) periode Agustus 2016, Selasa pagi 4 Oktober 2016, di ruang Kajang Lako, BI Provinsi Jambi, Telanaipura.

Diseminasi KEKR yang mengagendakan 6 pokok pembahasan dalam analisis perekonomian jambi, yakni Ekonomi Makro Regional, Inflasi, Stabilitas sistem keuangan daerah, pengelolaan uang rupiah dan pengembangan UMKM, Keuangan Pemerintah, Ketenagakerjaan dan kesejahteraan serta proyeksi ekonomi ini disampaikan langsung Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Meily Ika Permata.

"Melalui pertemuan bersama para akademisi, pihak perbankan, Pemkot dan Pemprov serta stakeholder lainnya ini, untuk bersama menelisik faktor penyebab dan mencarikan solusi agar pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi terus meningkat,"harapnya.

Dijelaskan Meily, dalam analisis BI pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan II-2016 meningkat sebesar 3,57% (yoy) dari pertumbuhan triwulan sebelumnya hanya (3,44% yoy).

Namun kondisi tersebut, lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional (5,18 % yoy) maupun pertumbuhan ekonomi Jambi pada Triwulan II-2015 (4,33% yoy).

Sementara total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi triwulan II-2016 mencapai Rp 42,2 triliun (1,37% dari PDB nasional) atau meningkat dibandingkan posisi yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp 38,5 triliun.

"Struktur perekonomian kita masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar (29,7%), pertambangan dan penggalian (17,5%), perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor (12,0%) dan industri pengolahan (10,6%), keempat sektor ini berkontribusi sebesar 69,7% dari total PDRB Provinsi Jambi,"paparnya.

Sementara itu, inflasi dihitung melalui komoditas seperti, daging ayam ras, kentang dan bawang merah, selain itu inflasi juga bersumber dari kenaikan harga rokok kretek filter dan angkutan udara.

"Komoditas ini menyumbang inflasi hingga mencapai 0.45% sedangkan inflasi Kabupaten Bungo dirilis didominasi komoditas tarip travel dan rokok kretek filter, selain itu inflasi juga bersumber dari bawang putih, ketimun dan jengkol komoditas ini menyumbang inflasi mencapai 0.43%."

Kemudian stabilitas sistem keuangan dari kinerja perbankan, menunjukkan peningkatan dibandingkan Triwulan sebelumnya, seperti penyaluran kredit mencapai Rp 30,4 triliun, tumbuh 11,1 % (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II-2015 (9,8% yoy).

Sedangkan keuangan pemerintah APBD Provinsi Jambi Triwulan II realisasi pendapatan mencapai Rp 1,55 triliun atau 45,12 dari target dalam APBD 2016, pendapatan terbesar ini masih disumbangkan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 535,23 miliar atau 34,5% dari total realisasi pendapatan.

Mengacu asumsi kondisi ekonomi global, komoditas unggulan Jambi, seperti, batu bara cenderung masih mengalami kontraksi cukup dalam pada Q3 dan Q4-2016.

Sementara kondisi 2017 masih diprediksi stagnan, berbeda dengan harga CPO diperkirakan meningkat diatas 10% pada tahun 2016, begitu pula komoditas karet masih mengalami kontraksi ditahun ini tetapi diprediksi mulai membaik ditahun 2017 mendatang seiring tren kenaikan harga minyak dunia.

Pengamat Ekonomi yang juga tim penyusun program Pemprov Jambi, Pantun Bukit, menyampaikan, Diseminasi KEKR dinilai sangat baik dilaksanakan.

Pembahasan dalam forum ini bisa dijadikan bahan untuk dijadikan program prioritas Pemerintah Provinsi Jambi.

"RPJMD kita akan revisi sesuai perkembangan ekonomi serta mengacu dengan kondisi keuangan daerah,"ungkap Ketua Lembaga Litbang Ekonomi Unbari ini.(*)

Penulis   : Diki Wahyudi
Editor    : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top