Kamis, 19 Juli 2018 |
Ekonomi

Inilah Capaian PAD 16 SKPD di Merangin

Kamis, 12 November 2015 22:40:58 wib
ilustrasi PAD (google.co.id)

JAMBIDAILY EKONOMI-Memasuki minggu kedua November 2015, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Merangin dari 16 instansi, secara keseluruhan baru mencapai angka 80 persen.

Berdasarakan data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kabupaten Merangin, secara global, 16 SKPD di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Merangin, dibebani target PAD sebesar Rp 68,3 miliar rupiah.
 
Dari jumlah tersebut, hingga kemarin baru Rp 55,3 Miliar rupiah atau setara 80 persen dari target keseluruhan.

Sekretaris Dispenda kabupaten Merangin, Agus Darsya ditemui di ruang kerjanya,mengatakan, pihak Dispenda selalu meng-update perkembangan terbaru terkait setoran PAD dari setiap Instansi, yang sebagian besarnya bersumber dari sektor pajak dan sektor Retribusi ini.
 
‘’Ini (data realisasi) PAD, selalu update, setiap ada SKPD yang menyetorkan PAD, baik dari pajak maupun retribusi serta pemasukan lainnya, akan langsung masuk ke database kami, jadi angka realisasi ini, adalah terhitung sampai hari ini (kemarin-red),” jelas Agus darsya.
 
Dari 16 SKPD yang dibebani target PAD tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Merangin, merupakan SKPD dengan capaian over target hingga  368,37 persen dari target yang di tetapkan.

Selanjutnya, secara berurutan, SKPD yang pencapaian PAD nya tergolong tinggi yakni, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dengan capaian sebesar 113,99 persen, atau Rp 17,2 miliar dari 15,1 miliar rupiah yang ditargetkan.
 
Selebihnya, sebanyak 14 SKPD lain yang memiliki beban target PAD, sejauh ini tak satupun yang telah mencapai 80 persen realisasinya. Pencapaian tertinggi selanjutnya yakni RSUD Kolonel Abundjani Bangko, dengan pencapaian 77 persen dari target yang ditetapkan sebesar 20,1 miliar rupiah.
 
Sementara itu, di urutan selanjutnya adalah Badal Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) yang telah memenuhi 75,61 persen dari target Rp 150 juta, sedangkan Dinas Kesehatan yangdibebankan target PAD nya sebesar 8,1 miliar rupiah, sejauh ini telah mencapai 75,02 persen.
 
Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut), telah menyetorkan 73,62 persen dari Rp 1,8 miliar, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebesar 70,01 persen dari target Rp 600 juta.
 
‘’Yang selebihnya belum ada yang sampai 70 persen, setiap SKPD, apalagi yang pencapaian PAD nya rendah memiliki kendala masing masing, ada yang terkendala aturan, ada juga yang karena kebijakannya di tarik ke tingkat provinsi,” jelas Agus lagi.
 
Jika Dinas Dukcapil mencatatkan pencapaian tertinggi, lain lagi halnya dengan dua SKPD yang hingga saat ini pencapaian target PAD nya masih 0,00 persen, kedua SKPD ini ialah Dinas ESDM yang dibebankan target sebesar 300 juta rupiah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan target tiga juta rupiah.
 
"Kalau ESDM memang tidak bisa lagi di bebankan target PAD ini, karena hamper seluruh kebijakannya, terutama yang terkait retribusi, telah di ambil alih langsung oleh provinsi. Sedangkan BPBD, terkendala aturan, angka yang di targetkan dulunya di perkirakan dari sewa armada pemadam kebakaran,” imbuhnya lagi.
 
Selain dua SKPD tersebut, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) kabupaten Merangin, juga masih tergolong rendaha pencapaian PAD nya, yakni hanya sebesar 30,80 Persen saja dari target yang ditetapkan sebesar 25 Juta Rupiah.
 
Terpisah, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Merangin, Sardaini, tidak membantah masih minimnya pencapaian target PAD di instansi yang dipimpinnya itu.

‘’Memang benar, itu kita tidak bisa mencapai target yang ditentukan, karena sebelumnya jumlah yang ditentukan itu, ditergetkan bersumber dari retribusi alat tera (penguji) barang barang dagangan di pasaran, namun sampai saat ini kita tidak punya alat itu, karena tidak ada anggaran untuk membelinya,”jelas Sardaini.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top