Kamis, 18 Oktober 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Insiden Listrik Padam Warnai Kabupaten Tanjabtim Dihari Pertama UNBK

Senin, 02 April 2018 18:53:49 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (2/4/18) diwarnai insiden listik PLN padam.

Insiden ini sempat membuat pelaksanaan UNBK di beberapa sekolah terhenti kurang lebih selama setengah jam. Beruntung, pihak sekolah telah mempersiapkan mwsin Genset sebagai cadangan antisipasi jika listrik PLN padam.

Seperti yang terjadi di SMK N 1 Tanjabtim. Awalnya UNBK berjalan lancar tidak ada kendala. Namun setelah berjalan sekitar 1,5 jam, tiba-tiba listrik PLN mati. 

"Itu sekitar jam 10 pagi, dan kita terkejut juga, ujian sempat terhenti sekitar setengah jam," kata Kepala SMKN 1 Tanjabtim, Joni Efriadi, saat ditemui diruanggan kerjanya, Senin (2/4) kemarin.

Joni menjelaskan, pihaknya terpaksa menggunakan genset yang telah disiapkan sebagai cadangan jika Listrik PLN padam. 
"Cuman kendalanya lagi servernya gak langsung konek. Kita hidupin genset komputer tidak semuanya langsung konek, tapi bertahap," jelasnya.

Selain itu diakui Joni, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan ke pihak PLN Muarasabak untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama UNBK berlangsung. 

"Sudah kita masukan surat pemberitahuan untuk tidak ada pemadaman listrik. Kebetulan pihak PLN juga telah datang ke sini. Jadwal kita juga sudah ada disana telah kita sampaikan. Kecuali jika ada tiang listrik yang roboh itu diluar dugaan," terangnya.

"Dengan situasi listrik padam tersebut, tidak membuat para siswa meninggalkan ruang ujian," sambungnya. 

Untuk diketahui, pelaksanaan UNBK di SMK N 1 Tanjabtim ini adalah yang kedua kalinya setelah melaksanakan UNBK pada tahun 2017 lalu. Pada pada tahun ini diikuti sebanyak 127 siswa, dan dibagi menjadi tiga sesi atau sip selama empat hari.

Ada 42 unit komputer yang digunakan para siswa untuk melaksanakan UNBK, yang sebahagiannya merupakan laptop pinjaman dari para orang tua siswa dan guru. 

"Pada tahun sebelumnya malah kita tidak menemukan kendala apapun, memang dulu kita tidak menggunakan listrik PLN. Tahun inilah baru kejadian, yang kita takutkan kemarin adalah soal jaringan dan listrik. Alahmdulillah jaringannya tidak masalah," tukasnya. (*)

Penulis: Hendri R

KOMENTAR DISQUS :

Top