Sabtu, 22 September 2018 |
Hukum

Inspektorat Tebo Belum Terima Laporan PNS Tersandung "Tindak Korupsi"

Kamis, 10 September 2015 20:24:14 wib

JAMBIDAILY MUARATEBO- Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan (Pemkab) Kabupaten Tebo yang tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi dan sudah menyandang status tersangka maupun sudah dilakukan penahanan dan sudah divonis oleh pihak berwajib, hingga saat ini belum dijatuhi sanksi disiplin.

Kepala Inspektorat Tebo Teguh Arhadi, mengatakan untuk soal PNS yang tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi, sampai sekarang belum ada laporan maupun permintaan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, untuk ditindak lanjuti, kalau kita disini sifatnya hanya mengaudit saja, sebutnya kemarin (09/09).

Kalau untuk tindakan disiplin pegawai yang bersangkutan, Timnya ada di Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) yang diketuai oleh Sekda.  Kalau kita Inspektorat cuma nunggu laporan dari sana, kalau laporan sudah masuk baru akan kita tindak lanjuti.

'Iya kalau kita tunggu laporan dari BKPP dan SKPD terkait,"pungkasnya.

Diketahui, Sebelumnya, Kepala BKPP Tebo Kamal Efendi mengatakan mengenai sejumlah PNS yang tersangkut kasus dugaan korupsi dan telah ditetapkan tersangka atau sudah dilakukan penahanan terutama bagi mereka yang memegang jabatan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor.4 tahun 1966 dan PP Nomor.32 tahun 1979 tentang pembebasan tugas sementara, sampai adanya ketetapan putusan pengadilan selain itu gajinya cuma akan diberikan sebesar 75 persen 'sebutnya.

Seperti PNS yang diduga terlibat pada kasus pengadaan jaringan listrik tahun 2007-2008 berinisial (S) (IJP) (IY/IC) datanya sudah masuk ke BKPP saat ini sedang dalam proses salah satu diantaranya ,jabatannya akan dilepas untuk sementara waktu, selain itu kasus dugaan korupsi aspal jalan pada Dinas PU (JP) dan (ES) dugaan korupsi Alkal pada Dinas PU Tebo.

Sedangkan PNS yang tersangkut kasus korupsi yang telah ada putusan dari pengadilan seperti kasus dugaan korupsi cetak sawah pada Disperta berinisial (D) ,kita akan lihat dulu berapa lama tuntutannya, jelas Kamal.(jambidaily.com/ART)

KOMENTAR DISQUS :

Top