Senin, 10 Desember 2018 |
Nasional

Jambi Sambut Baik, Perpekindo Surati Kementerian Perdagangan RI terkait 'Banned' Kelapa oleh Thailand

Minggu, 16 September 2018 21:07:26 wib

JAMBIDAILY NASIONAL - Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) Provinsi Jambi sambut baik tindakan Perpekindo pusat mengirimkan surat yang ditujukan kepada Kementerian Perdagangan sebagai respon banned kelapa oleh Thailand.

Thailand satu diantara negara utama tujuan ekspor kelapa Indonesia dan telah bertahun-tahun secara berkesinambungan. Efek dari Banned Thailand itu dapat mengurangi pembelian kelapa dari Indonesia secara sepihak dan ini dikeluhkan oleh petani kelapa di dua Kabupaten dalam Provinsi Jambi yakni Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). 

"Dinas Perkebunan seharusnya turun langsung menemui Petani Kelapa untuk berdialog terkait keluhan-keluhan yang dialami Petani, karena petani kelapa saat ini mengeluh harga kelapa yang turun tajam dari Rp 2100/butir turun menjadi Rp 700-800," Terang Pemegang Mandat Perpekindo Jambi, Sudirman MT SPd.

Sudirman juga memaparkan bahwa Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kabupaten Tanjabtim dan Tanjabbar harus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat agar menemukan solusi terkait murahnya harga kelapa di Provinsi Jambi. Mengingat Provinsi Jambi merupakan penghasil kelapa terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Riau

"Petani kelapa di Provinsi Jambi telah mengalami banyak kerugian secara material dimana kelapa yang telah melewati masa panen mengalami kerusakan, diantaranya membusuk dan tumbuh tunas," Ujar Sudirman.

 


Penulis: Arwin Syaputra
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top