Minggu, 25 Agustus 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Jarang Sarapan, Kok Bisa Risiko Sakit Jantung Meningkat? Ini Kemungkinannya

Selasa, 23 April 2019 08:28:32 wib
Membiasakan diri untuk sarapan sehat banyak manfaatnya bagi tubuh (Foto: shutterstock)

JAMBIDAILY KESEHATAN - Sebuah penelitian kembali mengungkap dampak buruk tidak pernah sarapan. Risiko penyakit jantung dalam penelitian ini meningkat 87 persen pada orang-orang yang selalu memulai aktivitas paginya dengan perut kosong.

Para ilmuwan dari University of Iowa melakukan penelitian tersebut dengan menganalisis data dari rentang waktu 18 tahun, melibatkan 6.550 partisipan berusia 40 tahun ke atas. Partisipan dikelompokkan berdasarkan sering tidaknya sarapan.

Pada partisipan yang sama sekali tidak pernah sarapan, risiko terkena sakit jantung teramati 87 persen lebih tinggi. Ini memprihatinkan karena 23,8 persen kaum muda di Amerika Serikat tidak pernah sarapan.

Memangnya kenapa risiko sakit jantung meningkat gara-gara tidak sarapan? Penelitian ini tidak mengungkap hal itu, tetapi beberapa kemungkinannya adalah sebagai berikut:

1. Jadi sering ngemil
Karena tidak sarapan, maka rasa lapar lebih cepat datang pada siang harinya. Kecenderungan untuk ngemil yang tidak sehat akan meningkat karenanya.

2. Gula darah lebih tidak terkontrol
Karena tidak sarapan, kadar gula darah pada pagi hari akan lebih rendah. Lalu saat makan siang, kadar gula langsung melonjak. Ini membuat kadar gula darah tidak stabil dan berisiko mengganggu metabolisme.

3. Berhubungan dengan gaya hidup
Sarapan sejak lama dipercaya sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Karenanya, orang-orang yang terbiasa sarapan umumnya juga menerapkan pola hidup sehat yang lain seperti rajin olahraga dan pola tidur yang teratur. Kombinasi berbagai kebiasaan baik inilah yang menurunkan risiko penyakit jantung.


(up/up)/health.detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top