Rabu, 22 November 2017 |
Peristiwa

Jemaah Haji Gelombang Dua Mulai Bersiap Didorong ke Madinah

Senin, 11 September 2017 10:00:23 wib
Jemaah Haji/Photo: VIVA.co.id/Eko Priliawito

JAMBIDAILY HAJI, Nasional - Panitia Pelaksana Ibadah Haji, atau PPIH Daerah Kerja Mekah, menggelar rapat untuk mengecek kesiapan akhir persiapan pendorongan jemaah haji menuju Madinah. Jemaah yang diberangkatkan pada gelombang kedua akan mulai didorong dari Mekah menuju Madinah mulai 12 September 2017.

Kadaker Mekah, Nasrullah Jasam mengatakan, rapat digelar untuk memastikan petugas telah siap dan semua kepala sektor sudah mendapatkan jadwal keberangkatan jemaah ke Madinah.
 
"Rapat juga untuk memastikan kembali semua nomor kontrak, baik kontrak bus maupun kontrak hotel di Madinah. Apakah sudah ter-input, sehingga saat keberangkatan tidak ada kendala,” kata Nasrullah di Mekah, Senin 11 September 2017.

Ditambahkan Nasrullah, ada perbedaan antara pemberangkatan jemaah dari Mekah ke Jeddah dengan ke Madinah. Saat pendorongan jemaah ke Jeddah, petugas hanya fokus pada penyiapan dokumen jemaah.

“Jika dokumen lengkap, tanpa ada akad akomodasi, jemaah bisa berangkat ke Jeddah,” ujar Nasrullah.

Tapi khusus untuk pendorongan jemaah ke Madinah, selain dokumen juga harus dipastikan bahwa sistem e-Hajj di Muassasah Adilla sudah disetujui.

"Kalau mereka sudah menyetujui, maka jemaah bisa berangkat ke Madinah,” katanya.

Sistem yang dimaksud Nasrullah ini, terkait dengan layanan akomodasi dan transportasi. Jika keduanya sudah disetujui, berarti sudah jelas bus yang akan membawa jemaah menuju Madinah dan hotel yang akan menjadi tempat tinggal jemaah selama di Kota Nabawi.

Hal lain yang menjadi fokus bahasan rapat. Terutama, terkait akurasi keberangkatan jemaah. Nasrullah menegaskan, pemberangkatan ke Madinah harus benar-benar tepat secara waktu, tidak boleh terlalu cepat, dan tidak boleh terlambat.

“Kalau terlalu cepat, bisa jadi hotelnya belum siap. Tapi kalau terlambat, bisa jadi berakibat pada proses Arbain yang kurang,” ujarnya.

Selain itu, check out hotel di Madinah juga berdasarkan keberangkatan ke Tanah Air. Empat, atau lima jam sebelum take off, jemaah sudah harus keluar dari hotel.

“Dalam konteks pelaksanaan Arbain, maka harus dipaskan betul keberangkatan dari Mekah menuju Madinah,” ujarnya.

Jemaah haji Indonesia akan berada di Madinah selama 8–9 hari, untuk menjalani ibadah Arbain, yaitu, salat 40 waktu berjamaah di Masjid Nabawi secara berturut-turut.

Sebanyak 16 kloter dijadwalkan akan tiba di Madinah pada 12 September mendatang, yaitu tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 44 - 46), empat kloter Embarkasi Solo (SOC 48 - 51), empat kloter Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 48 - 51), masing-masing satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH 14).

Selain itu Embarkasi Palembang (PLM 09), Jakarta - Pondok Gede (JKG 30), Embarkasi Padang (PDG 14), dan Embarkasi Lombok (LOP 01). (asp)

 

(VIVA.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top