Senin, 19 November 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Jhony: Apolah Gawe Budak Nich, Coret Baju dan Bikin Macet

Jumat, 15 Mei 2015 20:00:25 wib
ilustasi.google.co.id

JAMBIDAILY PENDIDIKAN-Meski telah dihimbau untuk tidak melakukan corat-coret baju dan konvoi di jalanan, namun kebiasaan buruk para pelajar menyikapi usai kelulusan itu masih terus berlangsung.

Dari pantuan jambidaily.com, Jumat sore (15/05) sekira pukul 17.30 WIB, tampak konvosi sejumlah pelajar menggunakan baju putih yang dicat warna warni tanpa menggunakan helm memenuhi ruas jalan arah jembatan Mak Alam Kota Jambi yang membuat kesal para pengguna jalan.

"Apolah gawe budak-budak nich, sudah mencoret baju, ganggu para pengguna jalan,"ujar salah satu warga kelurahan Sulanjana, Jhony kepada jambidaily.com, yang merasa perjalananya melalui jalan tersebut terganggu karena macet.

Dia menilai, seharusnya para pelajar itu mematuhi himbauan pemerintah yang telah melarang aksi corat-coret dan berkonvoi dijalan.

"Kalo jaman kami dulu dak adolah corat coret baju, baju yang tidak terpakai lagi bisa disumbang,"ungkap pria yang mengaku lulusan SMA angkatan tahun 90-an itu.

Sebelumnya, himbauan pelarangan aksi corat-coret ini telah dilakukan sejumlah pihak, baik sekolah, dinas pendidikan maupun dewan.

"Daripada bajunya dicorat-coret, alangkah lebih baiknya disumbangkan,"himbau Politisi PDIP DPRD Kota Jambi, Sutiono dalam satu kesempatan kepada media.

Salah satu pelajar yang enggan ditulis namanya menyebutkan, dirinya mengaku baju yang dicorat coret ini akan menjadi kenangan sendiri saat bersama teman-temanya menyelesaikan pendidikan mereka di salah satu SMU dalam Kota Jambi.

"Memang bagusnya disumbang om, tapi ini juga jadi kenagan untuk kami dimasa yang akan datang,"alasnya malu-malu.

Sekedar inforamsi, hari ini, Jumat (15/05), merupakan hari pengumuman kelulusan UNAS tingkat SMA.(jambidaily.com/HFR)

KOMENTAR DISQUS :

Top