Sabtu, 04 April 2020 |
Pendidikan & Teknologi

Jika Bertengkar di Depan Anak, Maka Saling Minta Maaf-lah di depan Mereka

Sabtu, 23 September 2017 09:37:22 wib
Ilustrasi/Pixabay.com

JAMBIDAILY KELUARGA, Pendidikan - There's no such thing as easy in maintaining a relationship. Sebuah hubungan membutuhkan usaha, kesabaran, dan yang terpenting komitmen.

Jika pun akhirnya kamu dan dia mengalami pertengkaran, jangan sampai timbul rasa benci. Pasalnya benci dalam hati akan membuatmu merasa lebih baik daripada dia. Percayalah, tidak akan ada kebaikan yang timbul dalam pemikiran ini, terutama dalam sebuah pernikahan.

Pasangan ini banyak dipuji karena menempatkan rasa hormat dan humor sebagai dasar kekuatan hubungan. Namun diakui Bell bahwa bagaimana pun sebuah pernikahan bukanlah hal gampang.

"Tidaklah mudah bekerja sama dengan manusia lain. Tapi jika kamu berkomitmen, kamu akan menghormati orang itu. Tidak masalah jika kalian berargumen asalkan kamu masih menghormati orang itu," ujar Bell soal rahasia pernikahannya.

"Saya sering beda pendapatnya soal apa pun, tapi saya menghormati kemampuan dia berpikir kritis dan fakta bahwa kami dibesarkan secara berbeda. Saya tidak dan tidak akan pernah membencinya," tambah Bell.

Tapi ingat, setelah bertengkar pastikan kalian saling memberi dan meminta maaf. Apalagi jika pertengkaran terjadi di depan anak-anak. Apabila skenario terakhir ini terjadi, maka kalian wajib saling memaafkan di depan mereka.

Tujuannya bukan untuk menunjukkan siapa yang salah di antara ibu dan ayah. Melainkan memperlihatkan pada anak bahwa boleh saja berbeda pendapat, tapi pada akhirnya kalian bisa menerima perbedaan itu.

"Nantinya mereka juga akan melakukan hal yang sama pada orang lain," ujar Bell.

Semoga apa yang dibagi oleh Bell bisa menjadi bahan pemikiran buat kita. Ingatlah bahwa tidak ada pernikahan yang mudah. Namun bagaimana kalian mengatasi masalah dan saling menghormati adalah kunci yang membedakannya.


(vem/zzu)/vemale.com

KOMENTAR DISQUS :

Top