Senin, 10 Desember 2018 |
Nasional

Jokowi: Jangan ada Kekerasan Terhadap Wartawan yang Tengah Menjalankan Profesinya

Sabtu, 29 September 2018 02:21:05 wib

JAMBIDAILY SOLO, Jawa Tengah - Dalam Pidatonya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di The Sunan Hotel Solo, dalam Arena Kongres XXIV PWI saat membuka acara secara resmi (Jum'at,28/09/2018), Tegaskan jangan ada pihak yang menghalangi media dalam menjalankan pekerjaan jurnalis,

"Jangan ada yang menghalangi media dalam menjalankan pekerjaan jurnalis, jangan ada kekerasan terhadap wartawan yang tengah menjalankan profesinya," Tegas Jokowi.

Dalam penjelasannya, Jokowi beberkan besarnya pengaruh media terhadap munculnya pemerintah yang responsif, transparan dan akuntabel, sehingga pemerintahan bisa memperbaiki sesrta membenahi kekurangan-kekurangan yang ada.

"Media memiliki peran penting dalam membangun demokrasi, memperkuat partisipasi warga karena itu Kebebasan pers akan memunculkan pemerintahan yang responsif, transparan, akuntabel. Begitu pula kritik yang disuarakan oleh media dalam demokrasi adalah sesuatu yang wajar karena dengan kritik pemerintahan bisa memperbaiki, membenahi kekurangan-kekurangan yang ada. Perlu saya tegaskan bahwa kritik berbeda dengan fitnah, provokasi, bukan mencari-cari kesalahan dan berbeda dengan nyinyir," Ungkap Jokowi.

"Mengingat peran penting media dalam perkembangan demokrasi di Indonesia maka kebebasan pers menjadi hal yang utama yang perlu dijaga dan semangat reformasi, perlu dilindungi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," Tutur Jokowi menambahkan.

Pada kesempatan ini, Jokowi juga harapkan kepada pemilik media agar memperhatikan kesejahteraan wartawan

"Saya minta terutama Kepada pemilik media agar kesejahteraan wartawan, betul-betul diperhatikan. Betul tidak,? ya pasti jawabannya betul, kalau ada yang bilang tidak silahkan maju, tak beri sepeda," Tutur Jokowi disambut riuh tawa dari peserta kongres XXIV PWI 2018.

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top