Rabu, 12 Desember 2018 |
Peristiwa

Jumroh: Banyak Oknum Kades Salah Gunakan TKD

Selasa, 19 Mei 2015 10:53:54 wib
ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY MUARATEBO- Tanah Kas Desa (TKD) adalah bagian dari tanah desa sebagai salah satu sumber anggaran desa untuk pembangunan dan kepentingan penyelenggaraan pemerintah desa.

Tapi kenyataannya banyak kepala desa (Kades) yang menyalahgunakan TKD atau tanah bengkok ini untuk kepentingan pribadi sehingga menjadi konflik.

"Keributan masalah TKD bukanlah hal yang tabu lagi dibicarakan, akibat Kades tidak transparan sama warganya, banyak hasil dari TKD jadi kepentingan pribadi,"demikian papar Staf Ahli pada Bidang Pemerintahan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tebo, Jumroh, kepada media ini, kemarin.

Dijelaskan Jumroh, TKD yang dibeli itu sertifikatnya harus diganti nama menjadi nama desa bukan nama orang, ini agar tidak dapat disalahgunakan. Apalagi kebun sawit atau karet yang sudah tua itu sering dijual tanpa sepengetahuan warga.

"Jika pakai nama orang rawan disalahgunakan, tapi kalau nama desa itu tidak bisa digunakan untuk kepentingan pribadi 'sebutnya

Menurut Jumroh, untuk perawatan TKD yang sudah dipanen juga harus betul-betul orang yang mau bekerja, kalau tidak tentu hasilnya akan lebih sedikit, dari pada menunggu hasil yang sedikit dan lebih baik tanah kas desa itu dikontrakkan saja.

"Kalau desa itu sendiri yang mengelolah tentu hasilnya lebih banyak, tapi kalau desa belum mampu untuk mengelolanya baiknya dikontrakkan saja, dan warga diberi tahu berapa harga kontraknya, agar masyarakat tahu hasil dari tanah itu 'ujarnya

Jumroh berharap para pemimpin Desa mari menjaga aset desa (red-TKD) agar masyarakat pun menikmati hasilnya, sehingga permasalahan itu tidak muncul dan masyarakat juga merasa puas dengan hasil dari TKD itu sendiri 'tandasnya. (jambidaily.com/ART)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top