Kamis, 24 Mei 2018 |
Wisata & Budaya

Juri ini Bantah Kemenangan Syifa di FLS2N Provinsi Jambi, karena Nama Besar sang Bapak

Sabtu, 02 September 2017 21:34:10 wib
Titas Suwanda/Photo: ist/Facebook @Titas Sutan Alamsyah

JAMBIDAILY SENI, Budaya – Terkait tentang Kemenangan di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi, acap kali dikait-kaitkan dengan Nama besar Didin Siroz sapaan akrab Didin Sirojudin,S.Sn sang Ayah, Seorang Seniman di bidang Teater yang notabene juga Kepala Taman Budaya Jambi UPTD Dinas Pariwisata Provinsi Jambi saat ini, dibantah oleh Titas Suwanda salah satu Juri dalam perlombaan

“Terkait wacana tekstual yang dimuat tautan yang menandai saya ini, saya anggap perlu mengeluarkan pernyataan bahwa Salira menang bukanlah efek dari nama besar bapaknya, Didin Siroz. Salira menang atas prosesnya sendiri. Saya, dan juri lainnya, tidak menemukan sosok Didin Siroz kala Salira membacakan puisi,” Tegas Titas berkomentar di Media Sosial, akun Facebook jambidaily.com (Sabtu, 02/09).

Jika bicara nama besar, Titas menuturkan bahwa ada juga peserta yang notabene anak dari Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelius Buston.

“Kali kedua, tahun ini, ketika menjuri di Kota Jambi bersama Muhammad Husyairi dan Tentang Tjinta, kami juga memutuskan Salira sebagai pemenang. Adakah yang tahu, ketika itu putri dari Ketua DPR Provinsi Jambi juga menjadi peserta mewakili SMA Negeri 4 Jambi. Andai kata juri memilih berdasar nama besar orang tuanya, siapa yg menang? Heheeeheee,” Tuturnya tertawa.

“Perlukah saya jelaskan? Ketika saya juri provinsi tingkat SMP beberapa tahun silam, Syifa menang telak. Kami ketiga juri secara bulat memutuskannya. Perlu diingat, ketika itu Didin Siroz belum menjadi Kepala TBJ (jika hal itu dikaitkan di tautan ini). Hal lain, ketika itu juga turut berlomba putri penyair kawakan Jambi, Asro Al Murthawy Pamenang. Bahkan putri Asro tak masuk dalam 3 besar. Artinya, kami para juri bekerja secara profesional tanpa pandang bulu. Nama besar orang tua tak lantas turun secara mutlak ke anaknya,” Tambah Titas, penyair Jambi yang memiliki segudang karya Puisi ini.

Titas, lelaki pemilik senyum khas ini tidak menampik jika secara personal dia menyukai Syifa, tetapi proses pembelajaran Syifa di bidang ini mematahkan pengaruh tersebut

“Secara pribadi, saya menyukai gadis ini. Salira tak hanya memiliki bakat dan teknik baca mumpuni, tapi yabg terpenting, ia punya attitude yang baik sebagai seorang juara. Prestasi tak lantas membuatnya sombong. Bahkan dengan kesadaran diri, ia terus berproses, ia tak mau mentok. Saya suka. Ketika ia juara provinsi tingkat SMP, Salira membacakan puisi "Gugur" karya Rendra, dan "Tanah Air Mata" karya Sutardji C.B. Tapi ketika menang di tingkat SMA tempo hari, dia membacakan puisi "Rakyat" karya Hartoyo Andangjaya, padahal puisi "Gugur" dan "Tanah Air Mata" juga menjadi puisi wajib. Pertanyaan sederhana, mengapa ia tidak membawakan kedua puisi yang telah menghantarkannya ke Nasional itu? Asumsi saya, dia ingin terus berproses. Semoga sukses selalu Salira Ayatusyifa. Aamiin,” Terang Lelaki yang merupakan pentolan dan Aktor senior di Sanggar Teater AiR Jambi.

“Alhamdulillah, saya bersyukur karena beberapa kali berkesempatan menyertai proses Syifa meraih prestasinya. Kali pertama, saya menjadi salah seorang juri ketika ia menang baca puisi tingkat SMP dan mewakili Jambi ke ajang FLS2N Nasional. Kali kedua adalah ketika saya juga menjuri baca puisi SMA Kota Jambi tahun ini, dan memilih Syifa mewakili Kota Jambi di tingkat provinsi. Alhamdulillah Syifa juara 1 di provinsi,” Pungkasnya.

(Syifa Nomor urut 9 bersama peserta lainnya/Photo: ist/Paridah @WhatsappTeaterTonggak)

 

Sebelumnya Syifa menanggapi dingin terkait cerita miring tentang kemenangannya di FLS2N tingkat Provinsi Jambi, karena baginya itu hal biasa.

“itu biasa, dan hembusan yang sudah sangat sering. Semua dinilai oleh Juri, Jika memang saya tidak layak menang, ya...mereka tunjukkan saat lomba, lalu Jangan Anggap Saya dibayang-bayang Bapak, jangan kaitkan saya dengan nama besar bapak. Ini adalah prestasi yang saya raih mungkin juga bakat saya ada disini, walaupun bapak saya adalah seorang pengiat di dunia Sastra dan Teater, bahkan kepada Taman Budaya Jambi,” Terang Syifa yang lahir pada 26 Juni 2001.

Syifa akan menuju Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pada 28 September 2017 untuk FLS2N Tingkat nasional dan dia ingin hasil terbaik serta dapat mengharumkan nama Jambi dikancah Nasional.

"saya ingin hasil terbaik tentunya, bisa mengharumkan Jambi dalam bentuk ini di Nasional. dulu saya masuk dalam Nominasi 10 besar, untuk kali ini saya menargetkan masuk dalam 3 besar, Insyaallah tercapai," Harap Syifa yang tercatat sebagai pelajar di SMA Negeri 5 kota Jambi.

Selamat berjuang Syifa, semoga berhasil,!

 


(Hendry Noesae)

 

Berita Terkait:
Penyair Muda ini Ingin Harumkan Jambi, Syifa; Jangan kaitkan saya dengan Nama Besar Bapak

KOMENTAR DISQUS :

Top