Rabu, 15 Agustus 2018 |
Hukum

Kajari Muara Bulian "Dalami" Kasus Grafikasi Dana SAD

Rabu, 27 Januari 2016 19:20:25 wib
Unjuk rasa dukung upaya Kajari Muara Bulian mengusut kasus gratifikasi dana saving SAD (ft jambidaily.com/doc)

JAMBIDAILY HUKUM-Saat ini, pihak Kajari Muara Bulian terus mendalami kasus gratifikasi dana saving penyelesaian konflik antara warga Suku Anak Dalam dan PT Asiatic Persada.

"Kita masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi. Saksi berikutnya akan diperiksa dalam minggu ini. Saksi ini adalah merupakan pihak bank tempat penyimpanan uang Rp 1 milyar dana saving SAD tersebut,"papar Kasi Pidsus IKG Dame Negara, Selasa (26/01) kepada sejumlah awak media.

Baca juga: 16 LSM dan SAD, Dukung Pengusutan Dana Gratifikasi

Hanya saja, Dia enggan menyebutkan nama pejabat dan Bank mana yang akan diperiksa sebagai saksi.

"Untuk itu masih kami rahasiakan, sebab pemeriksaan terhadap mereka hanya sebagai saksi untuk memberikan keterangan dana gratifikasi tersebut. Kita juga nggak enak bilangnya sekarang,"jelas pria yang akrab disapa pak Ketut ini.

Keterkaitan Bank ini, kita ingin penjelasana mengapa seharusnya uang ditransfer ke Koperasi bersangkutan tapi kenapa dialihkan.  Dari uang sebesar Rp 13 miliar, hanya Rp 11 miliar yang masuk ke Koperasi Berkah Bersatu dan Tuah Bersatu. Sementara Rp1 Miliar lagi diserahkan ke pihak PT Asiatic untuk perawatan sawit yang 2000 hektar.

“Rp1 milyar lagi masuk ke Bank inilah yang saat ini kita dalami kasusnya ke gratifikasi,”pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, pihak Kajari Muara Bulian sudah memeriksa beberapa saksi yang melibatkan oknum pejabat Pemda Batanghari, antaranya, Kabag Ekonomi Setda Batanghari, Hendri Jumiral, Assisten I Setda Batanghari,  A Mukti, mantan Kabag Hukum Setda Batanghari, Juliando, dan Ketua LA Batanghari, Fattahudin.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top