Minggu, 18 November 2018 |
Ekonomi

Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Jambi Agustus 2018

Rabu, 05 September 2018 20:03:09 wib
design by.Hendry Noesae/jambidaily.com

JAMBIDAILY NASIONAL – Perekonomian Provinsi Jambi tumbuh 4,70% (yoy) pada Triwulan II-2018, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 4,62% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Triwulan II-2017 sebesar 4,32% (yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan II-2018 sejalan dengan kenaikan permintaan komoditas energy primer yang merupakan komoditas unggulan daerah. Menguatnya permintaan ditengah keterbatasan pasokan menjadi sentiment positifyang mendorong kinerja sector pertambangan dan penggalian. Sementara, perayaan hari besar keagamaan dengan periode libur yang lebih panjang dari tahun sebelumnya serta berlangsungnya penyelenggaraan Pilkada serentak di 3 (tiga) Kabupaten/Kota telah berkontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor serta sector informasi dan komunikasi.

Selain itu, meningkatnya permintaan selama periode Puasa dan Lebaran termasuk dari negaraTimur Tengah yang mampu memberikan sentiment positif terhadap harga komoditas yang selanjutnya mendorong perbaikan kinerja sector pertanian, kehutanan dan perikanan. Peningkatan di sektor tersebut berdampak pada membaiknya kinerja sector industry pengolahan di Provinsi Jambi yang didominasi oleh industri makanan berbasis kelapa sawit serta industri karet, barang dari karet dan plastik.

Dari sisi pengeluaran, ekspor dan konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan II-2018. Pertumbuhan ekspor terutama disumbangkan oleh komoditas pertambangan sejalan dengan perkembangan positif komoditas minyak dan batubara. Sedangkan konsumsi swasta digerakkan  oleh kuatnya volume belanja selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H.  Sementara, konsumsi pemerintah menunjukkan pergerakan ekspansif pada kuartal kedua 2018 setelah mengalami kontraksi di triwulan sebelumnya. Perkembangan tersebut sejalan dengan mulainya pengerjaan proyek fisik pemerintah pasca penyelesaian proses lelang, yang juga tercermin pada pertumbuhan sektor konstruksi.

Perbaikan kinerja konsumsi pemerintah sejalan dengan data realisasi belanja pemerintah daerah yang menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Realisasi pendapatan pemerintah Provinsi Jambi hingga Triwulan II-2018 mencapai 50,05% dari APBD 2018. Sementara, realisasi belanja hingga kuartal kedua 2018 tercatat 27,33% dari APBD 2018.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga tercermin pada kenaikan laju inflasi Provinsi Jambi menjadi 4,23% (yoy) pada Triwulan II-2018, yang disebabkan oleh menguatnya konsumsi masyarakat. Selain itu, perkembangan aliran uang tunai juga menunjukkan net outflow sebesar Rp1,92 triliun sejalan dengan transaksi yang meningkat selama periode Puasa dan Lebaran. Sementara, kinerja korporasi pada kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan yang positif sebesar 9,87% (yoy). Namun, peningkatan risiko kredit menjadi2,84% (gross) padaTriwulan II-2018 perlu menjadi perhatian.

Perkembangan ekonomi Provinsi Jambi yang terus tumbuh positif mendorong perbaikan lapangan pekerjaan yang ditunjukkan oleh kenaikan jumlah penduduk yang bekerja sebesar 3,03% (yoy) dari 1,73 juta orang menjadi 1,78 juta orang pada Februari 2018. Peningkatan indikator ketenagakerjaan sejalan dengan perbaikan aspek kemiskinan padaMaret 2018.  Secara persentase, tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi pada Maret 2018 sebesar 7,92%, atau menurun dibandingkan Maret 2017 sebesar 8,19%.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi padaTriwulan IV-2018 diperkirakan berada pada kisaran 4,84 – 5,24% (yoy). Perkiraan tersebut didukung oleh perekonomian global yang diperkirakan masih dalam fase ekspansi ditengah risiko ketidakpastian yang meningkat lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi dunia yang membaik akan mendorong volume perdagangan internasional dan berdampak positif terhadap perekonomian Provinsi Jambi yang berbasis komoditas. Sementara, inflasi Triwulan IV-2018 diperkirakan pada kisaran 3,57 – 3,97% (yoy) atau masih dalam target sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 ± 1%. Tekanan inflasi terutama akan bersumber dari meningkatnya konsumsi masyarakat dan tingginya permintaan jasa angkutan udara pada periode hari raya keagamaan dan libur nasional.

 

Sumber: Rilis BI

KOMENTAR DISQUS :

Top