Senin, 16 September 2019 |
Hukum

Kantor Diknas "Diobok-obok" Tim Kejari Bangko, Kajari "Ingatkan" Dinas Lain Juga

Rabu, 08 Juli 2015 19:18:31 wib
Tim Kejari Bangko Geledah dokumen di Kantor Dinas Pendidikan Merangin, Rabu 08/07 (Foto: jambidaily.com/NZR)

JAMBIDAILY HUKUM-Terkait dugaan penyimpangan Bantuan Sosial (Bansos) APBN 2014, untuk pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di 23 SD, tim dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari).

Penggeledahan (Diobok-obok-red), ini dilakukan oleh tim Kejari sekitar dua jam yang mulai dari pukul 11.00 hingga pukul 13.00 WIB Rabu (08/07), menyita berbagai dokumen, bundel dan laptop di ruangan Kabid Dikdas Disdik Merangin.

Dari pantauan dilokasi, pada saat pengeledahan pada hari Rabu (08/07), para pegawai Dinas Pendidikan sempat kaget dan bingung dengan kehadiran tim khusus dari Kejari Bangko tersebut.

Malah, para pegawai yang tengah asyik bekerja dibuat kelabakan dan raut wajah mereka tampak pucat karena ada tim Kejari yang tiba-tiba datang "mengobok-obok" kantornya.

Dalam penggeledahan untuk melengkapi barang bukti tersebut, setidaknya tecatat beberapa dukumen dan bundel yang diamankan oleh pihak Kejari Bangko, untuk melengkapi alat bukti terkait korupsi yang dilakoni oleh si penerima dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Kemendikbud tahun 2014 sebesar Rp1,2 miliar.

Adanya penggeledahan ini tim dari Kejari ini dikantor Disdik, dibenarkan oleh Kepala Kejari Bangko, Sri Respartini, SH melalui Kasi Intel, Fransisko Tarigan, kepada awak media dibenarkanya.

“Ya, Hari ini (Rabu-red) tim dari Kejari Bangko, melakukan penggeledahan Kantor Disdik khususnya diruangan kerja Kabid Dikdas, guna mengumpulkan alat bukti terkait dugaan korupsi TIK,”katanya.

Kata Frasncisco, tim Kejari Bangko dalam pengeledahan ini, menyita beberapa dukumen, Bundel dan letot yang nantinya akan dilakukan pengecekan di Kejari bangko, guna mengumpulkan alat bukti, mengumkap dugaan Korupsi dalam Bansos TIK di lingkup Disdik pada tahun 2014 silam.

Dimana menurut, Fransisko Selain masih terus dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, semua Kepsek penerima dana Bansos TIK tersebut, pihak Kejari juga melakukan pengumpulan alat bukti yang disita dari Kantor Disdik Merangin.

Dia menambahkan, berdasarkan kenyataan inilah yang menyebabkan pihak Kejari Bangko masih belum mau mengumumkan siapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bansos TIK Tahun 2014 ini.

“Belum bisa dipastikan berapa jumlah Dukumen dan laptop yang kita sita sementara, dan ini akan dihitung dikantor, yang jelas terkait Dokumen jumlahnya banyak yang dimasukan kedalam Kardus, dan Koper,” bebernya.

Meski demikian, Fransisko mengatakan, pihak Kejari Bangko menargetkan jika pemeriksaan terhadap sejumlah saksi nantinya selesai dan pengumpulan alat bukti sudah lengkap, maka sudah dapat diketahui siapa yang menjadi tersangka, dalam Dugaan Korupsi yang menyebabkan kerugian Negara kurang lebih dari Rp 300 Juta.

“Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan para saksi dan pengumpulan alat bukti lainya, yang jelas untuk tersangka pasti ada kok, jika pemeriksaan selesai dan alat bukti permulaan cukup, dan hal ini direncanakan sebelum lebaran kita sudah tahu siapa tersangkanya,” tuturnya.

Franscisco menegaskan, jika penggeledahan Diknas ini adalah merupakan bukti nyata bahwa Kejari Bangko sangat-sangat serius dalam menyingkap kasus korupsi di "Bumi Tali Undang Tambang Teliti".

“Hati-hati Dinas-dinas lainnya, sesuai intruksi ibu Kajari, kami akan menyikat habis korupsi di Merangin. Dan bukan tidak mungkin Dinas lain segera menyusul.” tegas ciko.

“Data dan bukti permulaan kasus lainnya sudah kami kantongi, tinggal menunggu saja,” tegasnya lagi.

Terpisah, Masroni Ketua Forum Bersama Perduli Merangin (FBP-M), sangat menyambut baik dan mendukung langkah nyata yang dilakukan oleh pihak Kejari Bangko.

Kata Roni, untuk memutus mata rantai kasus korupsi diperlukan keseriusan dari aparat penegak hukum. “Terima kasih Kejari Bangko, saya berharap kedepan dinas yang nekat korupsi harus diseret kemeja hijau. Kami masyarakat Merangin siap mendukung,” katanya kemarin (8/7).

Dia menerangkan, berdasarkan penelusurannya ke beberapa sekolah penerima TIK beberapa waktu lalu, dia menyatakan jika Bansos dalam pengadaan TIK yang menyebabkan kerugian Negara Ratusan Juta Rupiah tersebut diduga melibatkan oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Merangin.

Kata dia, Dari keterangan diketahui jika pengadaan alat TIK tersebut dilakukan oleh pihak Disdik Merangin. Pihak sekolah hanya menerima bentuk alat TIK.

“Kalau tidak salah anggarannya Rp 52 juta per sekolah sepengetahuan saya uang itu untuk beli laptop, printer, Jaringan Internet dan infokus. Kalau tidak salah, yang membelinya adalah pihak Ketiga (Kontraktor_red), bisa jadi pembelian ini diarahkan oleh sesorang Pejabat Disdik kepada sesorang,”
Jelasnya.

Dia menambahkan, kuat dugaan jika pengadaan alat TIK itu dilakukan oleh pihak Disdik Merangin. Pihak sekolah dalam hal ini, hanya sebatas penerima barang.

“Sekolah hanya menerima barang, bukan membeli. Semuanya sudah dilakukan pihak Ketiga,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pengadaan alat TIK tahun 2014 ini merupakan Bantuan Sosial yang dananya bersumber dari APBN dipegunakan sepenuhnya oleh sekolah masing-masing dan pihak sekolah sudah ada yang mengembalikan uang Rp 5 Juta per-sekolah kepada negara.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top