Senin, 24 Februari 2020 |
Nasional

Kapal Nelayan China Masih Bertahan di Natuna, TNI Tambah Kekuatan

Minggu, 05 Januari 2020 14:00:15 wib
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal HidayatPangkogabwilhan 1 Laksamana Madya TNI Yudo Margono menunjukkan pergerakan kapal nelayan asing di Laut Natuna, Sabtu (4/1/2020) /

JAMBIDAILY NASIONAL - Kapal-kapal nelayan China masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau, hingga hari ini. TNI terus menambah kekuatan untuk mengusir kapal-kapal tersebut.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan kapal-kapal asing tersebut bersikukuh menangkap ikan secara legal yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna. Mereka juga dikawal.

"Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China," kata Yudo Margono dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL di Tanjungpinang, Kepri, seperti dilansir Antara, Minggu (5/1/2020).

Yudo menegaskan TNI sudah melakukan gelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Laut Natuna. Kapal-kapal coast guard China juga diusir.

"Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut," ujarnya.

Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal China betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia. Yudo memastikan kekuatan ditambah.

"Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan kami gerakkan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal itu," katanya.

Perang Opini Indonesia Vs China soal Laut Natuna:

Sampai saat ini, kata dia, tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingati kapal China bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.

"TNI mengedepankan upaya damai dalam menangani persoalan ini," ia menambahkan.

Pangkogabwilhan I turut menyampaikan, berdasarkan pantauan TNI, pada saat ini yang terdeteksi memasuki Laut Natuna hanya kapal nelayan China. Kapal nelayan dari negara lain, seperti Vietnam, tidak berani lagi masuk ke zona tersebut.

"Kapal nelayan Vietnam sudah banyak kami tangkap, jadi mereka tidak berani lagi," kata Yudo. (imk/imk)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top