Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Hukum

Kapolres Batanghari Tepis Dugaan Adanya Korban Jiwa Saat Sumur Illegal Drilling Terbakar

Jumat, 14 Juni 2019 10:42:48 wib
Terlihat kepulan asap dari lokasi illegal drilling yang terbakar di wilayah Bajubang, Kabupaten Batanghari, Rabu (12/6/2019) / Metrojambi.com

JAMBIDAILY HUKUM - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resor (Kapolres) Batanghari, AKBP Moh Santoso SH.,S.I.K menepis kabar dugaan ada korban jiwa pada peristiwa terbakarnya sumur Illegal Drilling (Penambangan minyak Ilegal) di kawasan Bajubang Kabupaten Batanghari, sekira pukul 17.30 WIB, Rabu (12/6/2019).

"Ga (Tidak-red) Ada," Jawab Kapolres singkat, kepada jambidaily.com (Jum'at, 14/06/2019).

Baca juga : Berhembus Kabar Sumur Illegal Drilling Bajubang Terbakar, Diduga ada Korban Meninggal Dunia

Sebelumnya, terkait peristiwa dikutip dari nuansajambi.com, Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadhag Anindito, membenarkan persitiwa terbakarnya sumur Illegal Drilling tersebut.

“Iya, telah terjadi kebakaran di wilayah Desa Pompa Air, kejadiannya Rabu (12/06) kemarin sekira pukul 18.30 WIB. Kebakaran tersebut berawal saat pelaku sedang mengoper minyak mentah hasil penambangan secara ilegal dengan menggunakan alkon/mesin penyedot minyak. Namun, dari mesin tersebut menimbulkan api sehingga mesin tersebut terbakar dan menyambar ke bak penampungan minyak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadhag Anindito, Kamis (13/06).

Untuk korban jiwa, metrojambi.com (Kamis, 13/06/2019) melaporkan bahwa Informasinya, satu orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Namun kejadian ini sengaja ditutupi.

"Korban jiwa satu orang. Yang terbakar empat bak besar," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

"Ini sengaja ditutupi agar tidak heboh. Semua sudah dikondisikan. Mayatnya hangus," lanjut sumber.

"Kabarnya korban warga Sekayu, Provinsi Sumatera Selatan," ujarnya lagi.

 


(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top