Senin, 24 September 2018 |
Hukum

Kapolres Merangin : PETI Sudah Seperti Penyakit Akut, Wabup Lihat DMJ Juga "Digasak"

Selasa, 01 Maret 2016 11:25:47 wib
Wakil Bupati HA Khafid Moein melihat aktivitas PETI menggasak DMJ

JAMBIDAILY HUKUM-Meski aparat Polri, TNI dan Pemerintah Daerah(Pemda), selalu menertibkan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI ), namun perampas kekayaan alam tersebut sulit untuk diberantas.
 
Bahkan, saat ini aktivitas tersebut, semakin merusak ekosistem alam. Disamping itu, tidak sedikit korban akibat dari aktivitas haram tersebut.
 
Dalam kurun tahun 2015 terhitung sudah sebanyak empat orang meninggal akibat ditimpa tanah longsor saat menambang, baik menggunakan alat berat, maupun tembang lobang jarum (Menggali Lobang Ditanah).

BACA JUGA : Letkol Inf Budiawan Basuki: Pejabat Tidak Terlibat PETI Saja "Hebat"
 
Tidak hanya itu, warga juga sulit untuk dicegah untuk melakukan aktivitas itu, dengan alasan hanya itu yang menjadi sumber penghidupan yang mudah di lakukan.
 
Maraknya, aktivitas PETI hingga berakhir maut tersebut, juga tidak dibantah Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga. Dia mengatakan, saat ini PETI sudah susah untuk di kendalikan.
 
"Peti ini ibarat penyakit yang sudah sulit untuk disembuhkan, meski demikian pihak kami terus berupaya untuk menertibkan pencurian kekayaan negara tersebut," ungkap Kapolres dalam satu kesempatan kepada awak media.

Sebelumnya ada upaya menggerogoti kawasan geopark, kini kegiatan PETI seakan makin tak perduli.  

Seperti yang terjadi di Dusun Gebah Desa Pulau Tebakar, aktivitas PETI  menggunakan alat berat itu, telah mengeruk DMJ menjadi kolam yang cukup dalam. Kolam yang berada di tepi jalan tersebut, akan berdampak putusnya jalan bila longsor terjadi.

Tidak hanya itu, kolam PETI itu juga mengakibatkan tiang listrik nyaris roboh. Pelaku PETI hanya meningalkan beberapa jengkal tanah saja di sekeliling tiang listrik, yang kedalamam tanamnya lebih dangkal dari kedalaman kolam.

Semua pemandangan yang memprihatinkan tersebut, disaksikan langsung oleh Wabup H A Khafid Moein saat melintas di kawasan itu, ketika akan memantau pasca banjir yang terjadi di Desa Batang Kibul pada Minggu (28/2).

Wabup turun dari mobil dinasnya, untuk menghentikan aktivitas PETI tersebut.

‘’Tolong lubang ini ditimbun kembali dan tidak ada aktivitas PETI di kawasan ini. Bisa putus jalan dan lihat tiang listrik itu bisa roboh,’’tegas Wabup.

Namun sayangnya intruksi Wabup itu hanya didengar masyarakat yang berkumpul saja, sementara para pelaku PETI telah kabur begitu melihat kendaraan dinas Wabup berhenti di kawasan tersebut.

Beberapa orang Polisi yang ikut rombongan Wabup kemudian merusak alat-alat PETI dengan tujuan tidak bisa lagi beraktivitas. Kasat Intel Polres Merangin AKP Johan juga menyayat-nyayat selang PETI dengan pisau, sehingga robek panjang dan putus-putus.

Diakui Wabup, aktivitas PETI di Kabupaten Merangin secara keseluruhan sudah sangat merusak lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Merangin bersama jajaran Polres Merangin dan Dandim 0420 Sarko untuk menghentikan PETI.

Namun tetap saja, aktivitas PETI tetap ada. Pemkab Merangin juga telah berulang kali melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah pusat, namun berbagai tindakan yang dilakukan tak juga mampu bisa menghentikan PETI yang kian ‘menggila’ tersebut.(jambidaily.com/HMS/TEG)

KOMENTAR DISQUS :

Top