Kamis, 02 April 2020 |
Hukum

Karo Humas BNN, Sulistyo: 90 Persen Peredaran Narkoba di Indonesia Kendalinya dari Lapas

Jumat, 17 Mei 2019 01:32:25 wib
Ilustrasi Narkoba/Net

JAMBIDAILY HUKUM - Kepala Biro Humas Badan Narkotika Nasional (Karo Humas BNN), Kombes Pol Sulistyo Pudjo, sebut 80 sampai 90 persen peredaran narkoba di Indonesia yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Bukanlah tanpa alasan, menurut Karo Humas BNN alasannya merujuk pada kasus peredaran narkotika yang teranyer terungkapnya peristiwa lapas di Samarinda, lapas Siak dan Langkat yang berhasil diungkap.

“80 hingga 90 persen penyeludupan narkotika di  Indonesia dikendalikan dari Lapas. Mengacu kasus di Samarinda, di Siak di Langkat pada hari ini," Tutur Sulistyo, membenarkan pernyataannya kepada jambidaily.com, melalui pesan WhatsApp (Kamis, 16/05/2019).

"Karena dikendalikan dari lapas, masalahnya perlu dilihat apakah salah manajemen atau salah perorangan (Oknum). Inilah yang harus ditingkatkan pengawasan serta penindakan kasus pengendalian narkoba dari dalam lapas. Jika salah manajemen, maka Kemnkumham harus perbaikan manajemennya," Tegasnya Menambahkan.

Dalam pertimbangan Sulistyo, jika memang salah pada perorangan (oknum) maka perlu diperbaiki kasus per kasus. Harus ada sebuah pelatihan untuk meningkatkan kualitas integritas para pegawai Kemenkumham.

"Sebab, apabila jiwa integritasnya rendah, maka mereka akan menerima sogokan dari tahanan itu perlu pendalaman oleh Kemenkumham agar tidak berulang terus," Tuturnya.

Hal itu, kata Sulistyo bermuara pada rendahnya jiwa integritas pada akhirnya gampang menerima sogokan alias suap. Tentu menyebabkan oara bandar dengan mudah dan leluasa menjalani profesinya kembali dari balik jeruji

"Jika tetap dibiarkan, maka para bandar yang telah tertangkap akan kembali menjalani profesi mengedarkan barang haram itu ketika di dalam bui,” Pungkasnya.

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top