Senin, 19 November 2018 |
Ekonomi

Karyawan PT Indo Nusa Tuntut Upah Lembur yang Tidak Sesuai

Rabu, 15 Agustus 2018 14:46:34 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Indo Nusa Agro Mulia di Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengaku mengalami ekploitasi dari perusahaan tempat mereka bekerja. Bekerja selama 12 jam sehari, sementara upah lembur yang dibayarkan oleh perusahaan tidak sesuai.

Seperti yang diungkapkan Mahmud, salah seorang security di perusahaan PT Indo Nusa mengaku penambahan jam kerja yang sempat ditetapkan oleh pihak management perusahaan merugikan pekerja sebab, upah lembur yang dibayarkan oleh pihak perusahaan dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kami bekerja selama 12 jam sementara secara upah lembur kami yang dibayarkan oleh perusahaan sangat tidak sesuai,"kata Mahmud kepada awak media (14/8).

Ia menjelaskan, jam kerja yang telah ditetapkan pemerintah itu seharusnya 8 jam sehari dengan waktu 1 jam istrahat. Sehingga jika perusahaan menetapkan ada penambahan jam kerja, hal itu masuk dalam hitungan jam kerja lembur.

"Kalau kita kerja 12 jam artinya ada 4 jam yang masuk dalam lembur sementara, yang dibayarkan oleh perusahaan hanya 2 jam seharusnya dibayarkan ke karyawan itu kan 4 jam,"bebernya.

Dikatakanya, penambahan jam kerja tersebut keputusan sepihak dari pihak perusahaan, tanpa ada meminta persetujuan terlebih dahulu kepada karyawan. Namun hal itu, tidak dipermasalahkan oleh karyawan jika pembayaran upah lembur yang dibayarkan perusahaan sesuai dengan kerja mereka.

"Sebenarnya kalau masalah yang itu tidak menjadi masalah bagi kami tetap jalankan, tapi hak upah lembur kami dibayarkan sesuai,"keluhnya.

"Kami itu dari 2014, sampai lah 2018 kami selalu dipermainkan terus perusahaan dengan cara upah lembur.
Kami ditetapkan bekerja 12 jam pada bulan juli kemarin berlakunya dari tanggal 10 sampai tanggal 31 hingga tanggal 2, " tambahnya.

Mahmud, mewakili 21 security yang ada di perusahaan PT Indo Nusa berharap hak upah lembur mereka dapat dibayarkan penuh oleh perusahaan. 

"Kalau kami salah kami siap dikeluarkan, tapi jika hal ini benar kami minta hak kami dibayarkan, kalau dihitung secara global kerugian materi yang kami karyawan alami itu sebesar 20 juta selama 4 tahun berjalan,"terangnya.

Hingga berita ini ditayangkan pihak perusahaan PT Indo Nusa belum dapat dikonfirmasi, meski awak media sudah berupaya menemui untuk klarifikasi masalah ini, namun pihak management PT Indo Nusa tidak ada yang berada ditempat.

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top