Jumat, 20 Juli 2018 |
Nasional - Peristiwa

Kawasan Tabir Terendam Banjir, Satu Warga Meninggal

Sabtu, 03 Desember 2016 21:00:07 wib
Bupati Merangin H Al Haris memantau kondisi banjir di Kawasan Tabir

JAMBIDAILY NASIONAL-Tingginya curah hujan dalam tiga bulan terakhir, membuat sejumlah desa Kawasan Tabir sekitarnya  di Kabupaten Merangin kebanjiran. Banjir tersebut sebagian besar melanda kawasan Tabir dan sekitarnya, telah merusak lahan pertanian dan rumah warga dan juga menelan korban jiwa.

Begitu mendapat laporan tersebut, Bupati Merangin H Al Haris pada Jumat (02/12) sekitar pukul 09.15 Wib, langsung turun memantau kondisi yang dialami warganya.

Di Dusun Subhaw Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir, Bupati bersama ratusan warga terlibat mencari jenazah karim yang tenggelam sejak Kamis (01/12) di Sungai Batang Tabir.

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya Jenazah Karim (55) yang tenggelam pada Kamis (1/12) ditemukan usai Sholat Jumat (02/12).

Karim tenggelam setelah sebelumnya bersama adiknya Bawi (43) menghalau ternak kerbau menyeberangi sungai yang airnya meluber hingga ke pemukiman warga tersebut. Dalam peristiwa itu, Bawi selamat setelah berhasil memegang akar pohon.

Selanjutnya bupati dan rombongan bertolak ke Desa Lubuk Napal. Desa yang berada di bantaran Sungai Tabir itu, sebagian sudah terendam dan jalannya terisolir terendam air. Setelah mengetahui kondisi warganya, bupati memberikan bantuan beras dan sembako.

‘’Semoga bantuan yang kami bawa ini bisa sedikit mengurangi penderitaan warga. Anak-anak juga harus tetap sekolah,’’ujar Bupati disambut ratusan warga yang sebagian besar mengenakan sarung.

Usai Shalat Jumat di Masjid Desa Lubuk Napal, bupati dan rombongan bertolak ke Desa Ulak Makam Kecamatan Tabir Ilir. Untuk sampai ke desa itu, bupati harus naik perahu ketek membawa bantuan beras dan sembako mengarungi sungai yang airnya sudah seperti lautan.

Setelah sekitar satu jam setengah di perahu ketek, akhirnya rombongan bupati tiba di Desa Ulak Makam. Bupati langsung disambut ratusan warga yang sudah menanti, bantuan pun segera diberikan.

Di desa itu bupati menggunakan perahu kecil mendayung seorang diri, memantau rumah-rumah warga  yang kebajiran. Selanjutnya dengan menggunakan sepeda motor, bupati memantau warga di Desa Rantau Limau Manis yang juga kebanjiran.

Bantuanpun beras dan sembakopun di berikan di desa itu. Sekitar pukul 17.05 Wib, bupati dan rombongan kembali ke Desa Lubuk Napal menggunakan perahu ketek. Menariknya selain sempat makan siang di perahu ketek itu, bupati  dan rombongan juga menyantap durian pemberian warga.

Meluapnya air Sungai Batang Tabir sepertinya menjadi pemandangan tersendiri saat itu. ‘

’Sungainya sudah seperti Sungai Batanghari yang lebar,’’ucap Bupati sambil menunjuk lahan-lahan pertanian warga yang sudah terendam banjir.

Menggunakan mobil dinasnya, bupati lalu menuju Desa Lubuk Bumbun Kecamatan Margo Tabir. Untuk sampai di desa itu, bupati harus memarkir mobinya jauh dari bantaran sungai dan jalan kaki melewati jembatan gantung. Bantuan pun diberikan setelah diangkut dengan ojek.

Rombongan bupati kemudian menuju Desa Kandang, namun sebelum sampai di desa itu, bupati masih bersama rombongan yang lengkap, Shalat Magrib di masjid tepi Jalan Lintas Sumatera Tabir. Sekitar pukul 20.04 Wib, rombongan bupati baru sampai di Desa Kandang.

Bupati ditunggu ratusan warga di Balai Desa Kandang Kecamatan Tabir. Di balai desa itu, bantuan beras dan sembako diberikan bupati untuk dua desa, Desa Kandang dan Desa Tanjung Ilir.

‘’Secara keseluruhan ada tujuh ton beras dan berbagai kebutuhan pokok seperti sarden, mie insan, berlengkapan bayi, selimut dan berbagai jenis lainnya yang sudah kami salurkan,’’terang Bupati.(*)


Penulis    : Teguh (HMS)
Editor     :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top