Kamis, 18 Januari 2018 |
Ekonomi

Kembangkan PLTBg, Asian Agri Raih Penghargaan Lingkungan Hidup

Minggu, 23 Juli 2017 17:07:44 wib
Gubernur Jambi H Zumi Zola memberi ucapan selamat kepada Koordinator Social Security & License Asian Agri Hartanto saat mewakili PT DAS (Asian Agri Group) menerima Penghargaan Lingkungan Hidup

JAMBIDAILY EKONOMI-Melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), Asian Agri sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia meraih Penghargaan Lingkungan Hidup.

Penghargaan Lingkungan Hidup ini untuk salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik Asian Agri yakni PLTBg PT. Dasa Anugrah Sejati (DAS) Kebun Taman Raja di Desa Lubuk Bernai Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jambi Zumi Zola kepada Hartanto, Koordinator SSL Asian Agri pada acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Provinsi Jambi Tahun 2017 di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Minggu pagi (23/07/2017).

Dalam sambutannya, Zola mengapresiasi semua pihak yang telah memperhatikan dan menjaga lingkungan, termasuk pihak perusahaan.

“Selamat kepada yang mendapat penghargaan. Saya apresiasi sekali. Semoga ini menjadi inspirasi. Mari manfaatkan alam ini, tapi harus diingat bukan untuk kita saja, tapi akan kita wariskan. Ini butuh kerjasama semua pihak,” ujarnya saat memberikan sambutan usai menyerahkan penghargaan.

Sebelumnya, usai Jalan Sehat bersama warga, Zola juga menyempatkan diri mengunjungi stan Asian Agri di lokasi kegiatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Provinsi Jambi Tahun 2017 tersebut. Terlihat Zola kagum dengan apa yang sudah dihasilkan PLTBg milik Asian Agri yang bisa membantu suplai energi listrik untuk masyarakat.

“Ohh, jadi sudah suplai listrik untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Pabrik Kelapa Sawit PT. DAS, Helsin Sinuraya mengatakan Asian Agri memiliki visi untuk dapat menjadi salah satu perusahaan berbasis sumber daya alam berkelanjutan terbesar dan terbaik demi menciptakan manfaat bagi community (masyarakat), country (negara), climate (iklim), costumer (pelanggan), dan company (perusahaan).

Oleh karena itu, dalam menjalankan operasional perusahaan, Prinsip 5C tersebut harus menjadi perhatian bersama sehingga tercipta industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Untuk mewujudkan ke lima prinsip di atas, maka perusahaan senantiasa  berinovasi secara terus menerus melakukan usaha-usaha berkelanjutan (continuous improvement)  agar bisa selaras dengan alam,” ujarnya.

Dikatakan, salah satu langkah besar Asian Agri agar bisa selaras dengan alam  adalah  melakukan inovasi dengan membangun PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas), yang mampu mengubah limbah cair sawit/Palm Oil Mill Effulent (POME) menjadi energi listrik terbarukan.

 

Dalam pembangunan per unit PLTBg, Asian Agri mengucurkan dana investasi yang cukup besar yakni kisaran 4,7 juta dollar AS per unit. Saat ini Asian Agri sudah memiliki 7 unit PLTBg, dan diproyeksikan pada  tahun 2020 Asian Agri akan memiliki 20 unit PLTBg  di  PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang tersebar di Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

 

Pabrik Biogas yang didirikan Asian Agri merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap climate/iklim sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Selain itu, dengan adanya PLTBg ini maka limbah dari pengolahan sawit  dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

PLTBg PT. DAS Kebun Taman Raja

Salah satu PLTBg yang dimiliki Asian Agri adalah PLTBg PT. Dasa Anugrah Sejati (DAS) Kebun Taman Raja di Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Lubuk Bernai Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Helsin Sinuraya mengatakan PLTBg yang sudah beroperasi sejak 2015, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik operasional pabrik, juga sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal ini dikarenakan perusahaan  sudah menyuplai energi listriknya ke PLN dengan cara  membangun instalasi listrik sejauh 11 Km untuk dapat mencapai gardu PLN terdekat.

“Hal ini adalah salah satu komitmen Asian Agri untuk community (masyarakat) dan country (negara) dengan menyalurkan 600 KWh listrik kepada PLN Tanjung Jabung Barat, sehingga suplai listrik PLN  Tanjung Jabung Barat meningkat,” ujar Helsin.

PLN Tanjung Jabung Barat menggunakan suplai listrik tersebut untuk menerangi  Desa Lubuk Bernai dan Desa Lubuk Lawas Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang masing-masing memiliki 620 KK dan 285 KK.

Dikatakan, mengolah limbah sawit menjadi energi merupakan langkah inovasi yang tepat. Inovasi ini tidak hanya dapat menjaga lingkungan dalam operasionalnya, namun sekaligus memberikan manfaat ekonomis dan menunjang program ketahanan energi nasional.(Rilis)


Sumber  : Humas Asian Agri

KOMENTAR DISQUS :

Top