Jumat, 25 Mei 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Kepala SMP Negeri 4 Beratkan Biaya UNBK Bagi Paket C, PKBM Lapor Ironisnya 'Disalahkan' Kadisdik Merangin

Selasa, 01 Mei 2018 13:14:02 wib

JAMBIDAILY MERANGIN - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Merangin tahun 2018 tidak hanya diikuti oleh siswa sekolah Formal, tapi juga diikuti oleh warga belajar/siswa sekolah Nonformal yang dikelola Lembaga PKBM, Seperti Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C namun karena sarana UNBK belum dimiliki, lembaga PKBM terpaksa menumpangkan Peserta didiknya di sekolah-sekolah Formal yang sudah memiliki sarana atau ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin. 

SMP Negeri 4 Merangin Provinsi Jambi adalah salah satu sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin sebagai tempat menumpang Peserta didik Paket C UNBK Tahun 2018, tetapi bukannya kemudahan yang dirasakan oleh peserta didik, kepala sekolah 'memaksa' pengelola PKBM untuk memungut biaya UNBK sebesar Rp.200.000 setiap peserta didik. Sehingga pelaksanaan UNBK sempat dua kali tertunda, yaitu hari pertama terlambat satu jam dan begitupun pada hari kedua, Hal itu karena Pengelola PKBM belum mengumpulkan sejumlah uang yang dipinta oleh kepala SMP Negeri 4 Merangin.

Ironisnya lagi Pihak Pengelola PKBM Sempat Ricuh dengan tenaga Froktor UNBK dan kepala SMP Negeri 4 karena Peserta didik sudah waktunya masuk keruangan UNBK akhirnya ditunda oleh kepala sekolah sebab dari pengelola PKBM Kesulitan memungut biaya.

Salah satu pengelola PKBM Tantan Batuah Drs.M.NUH menuturkan bahwa benar Pihak sekolah memberatkan 

"kami selaku pengelola dan peserta didik dalam pelaksanaan UNBK Paket C, hari pertama siswa kami sempat ditunda masuk keruangan Ujian demikian juga hari berikutnya karena kami pengelola PKBM belum menyerahkan Biaya UNBK kepada kepala sekolah, sedangkan siswa kami banyak yang tidak mampu untuk membayar, sehingga ada 49 orang peserta didik dari tiga lembaga PKBM yang terpaksa tidak bisa mengikuti UNBK," Jelasnya.

Sementara itu, Mistoni, S.Pdi pengelola PKBM Bukit Raya Juga menambahkan, berdasarkan edaran Kemendikbud nomor 1356/H/TU/2016 bahwa sekolah yang menyelenggarakan UNBK dilarang memberatkan atau membebani peserta untuk biaya UNBK, ternyata siswa tetap diberatkan dengan biaya UNBK. 

"Ternyata siswa kami tetap diberatkan, Harapan kami semoga Pemerintah terkait dapat memberikan solusi ataupun sanksi terhadap Kepala SMP Negeri 4 Merangin dan Tenaga Froktor UNBK nya. Sesuai dengan aturan yang berlaku," Tegasnya.

Jumlah peserta UNBK Paket C yang digelar pada tanggal 27 s.d 30 April 2018 yang menumpang di SMP Negeri 4 Merangin sebanyak 41 Orang dari lembaga PKBM Tantan Batuah 22 orang, dari lembaga PKBM Bukit Raya 18 orang dan dari lembaga PKBM Masumai Sakti 3 orang. Jadi jumlah uang pungutan yang telah diserahkan oleh lembaga PKBM Tersebut kurang lebih sebesar Rp 9 juta rupiah.

Terhadap permasalahan ini, Pengelola PKBM mengaku telah melaporkan ke pihak dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, namun Kepala Dinas Pendidikan menyalahkan pihak pengelola PKBM yang tidak mampu untuk memenuhi permintaan kepala SMP Negeri 4 Merangin alias tidak ada solusi yang berpihak kepada pengelola PKBM maupun peserta UNBK Paket C.

Sedangkan sarana UNBK yang dimiliki oleh SMP Negeri 4 Merangin bukan milik sekolah yang dibeli dari dana pribadi kepala sekolah maupun wali murid. Tetapi, sarana tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dan ini sudah sewajarnya peserta UNBK Paket C Dapat dipermudah dan tidak diberatkan dengan alasan sewa peralatan UNBK. (*dikirimkan oleh Toni/Merangin)

 

Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top