Jumat, 25 Mei 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Kepala SMP Negeri 8 Muaro Jambi, Bantah Dugaan Rekayasa Absensi Salah Satu Guru Pengajar

Selasa, 08 Mei 2018 20:11:08 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUAROJAMBI - Kepala SMP Negeri 8 Muaro Jambi, Ramli,S.Ag menegaskan bahwa Guru pengajar yang tidak memenuhi aturan dan kehadiran seperti halnya Absensi tatap muka jika tidak mencapai 100 persen tidak menerima tunjangan sertfiikasi.

Terkait pemberitaan jambidaily.com yang dilansir (Senin, 23/04/2018) membantah, bahwa Bulan Februari, Maret hingga 19 April 2018 ada satu nama guru yang tidak pernah hadir dengan keterangan izin 100 persen.

“Sebenarnya Bulan Januari dan Februari masih mengajar di sekolah, kalau untuk bulan berikutnya benar, hanya di bulan Maret sama sekali tidak datang. Saya batalkan dan tidak saya proses tunjangan sertifkasinya, saya tidak mau niat baik nantinya malah menjadi salah dalam penggunaan dana, kalau terjadi kerugian Negara itu wajib mengembalikannya,” Ujar Ramli, (Selasa, 08/05/2018).

Dalam Penjelasan Ramli, bahwa Guru yang bersangkutan tidak hadir karena sedang mengobati anaknya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

“Kalau boleh saya bercerita guru yang bersangkutan sedang mengobati anaknya berusia 2 tahun 7 bulan di RSCM Jakarta sampai saat ini, sakitnya parah dan sedang menjalani proses kemoterapi sehingga tidak datang mengajar, namun ada guru pengganti agar proses belajar mengajar berjalan baik,” Jelasnya.

Berdasar informasi yang didapat jambidaily.com bahwa per tanggal 1 Mei 2018, tunjangan sertifikasi telah dibayarkan alias pencairan ke rekening bank masing-masing guru sesuai prosedur jika memenuhi persyaratan.

“Guru-guru lain menerima, namun dia tidak. Ini bicara kemanusiaan, namun untuk tunjangan sertifikasinya tetap tidak kita proses karena saya tidak ingin menyalahi aturan walaupun beliau sedang berjuang untuk kesehatan anaknya. Ada rasa kemanusiaan sangat besar dalam diri saya dan ada keinginan untuk toleransi, tetapi bicara aturan saya tetap mematuhinya. Semua guru pengajar dan pihak sekolah juga mengetahui tentang apa yang saat ini sedang dialami oleh guru tersebut,” Tutur Ramli.

“Sampai sekarang saya tetap tidak proses ataupun bayarkan tunjangan sertifikasi guru itu karena absensinya, walaupun dia ada hadir di bulan Januari karena saya tidak mau dianggap ada nego-nego, saya hindari itu,” Pungkasnya.

Sementara itu, Guru yang bersangkutan (nama tidak disebutkan-red) ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon dijawab sang suami.

“Saya suaminya, Ibu sedang mendampingi anak berobat,” Jawabnya tanpa menyebutkan nama.

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top