Jumat, 24 November 2017 |
Advetorial

Kerajinan Jambi Raih Prestasi, Sherrin Tharia: Ini harus Memacu Semangat Pengrajin

Sabtu, 29 April 2017 06:40:25 wib
Pinto, Pengrajin Jambi terima Award pada Inacraft 2017 di Jakarta

JAMBIDAILY ADVETORIAL-Upaya-upaya pembinaan, pendampingan, dan motivasi yang dilakukan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi kepada para pengrajin se Provinsi Jambi membuahkan hasil yang sangat membanggakan.

Dalam even Inacraft (pemeran dan perdagagangan kerajinan dan ekonomi kreatif terbesar di Indonesia) ke-19 Tahun 2017 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dan istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Hj.Mufidah Jusuf Kalla pada 26/4, pengrajin Jambi menorehkan prestasi terbaik, dianugerahi terbaik nasional dalam inovasi. Torehan prestasi itu mengharumkan nama baik Jambi di tingkat nasional, dan tidak tertutup kemungkinan untuk perlahan-lahan punya nama di tingkat internasional.

Pinto, pengrajin sekaligus desainer asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dianugerahi ASEPHI EMERGING AWARD, penghargaan terbaik dalam inovasi produk Inacraft 2017, anak muda yang inovatif dalam menciptakan produk yang baru, yang sebelumnya tidak ada, dengan karyanya mengolah dan menjadikan pandan rawa menjadi kain, dengan nama produk Sutra Serat Pandan Rawa.

Pinto menjelaskan, dia menemukan idenya karena melihat bahwa di Jambi banyak kekayaan alam yang bisa diolah, diantaranya pandan rawa, dan di Bungo banyak rawa yang ditumbuhi pandan, dia berpikir untuk menjadikan pandan rawa tersebut menjadi kain.

“Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Saya ingat ada teman bisa memintal daun nanas, kenapa tidak pandan ini diolah juga diambil seratnya untuk dijadikan tekstil. Saya coba ambil seratnya,” ujar Pinto.

“Kemudian, saya mulai mengolah serat pandan rawa menjadi menjadi kain,” lanjut Pinto.

Pengrajin Jambi ini menuturkan, proses untuk menghasilkan kain dari pandan rawa berlangsung sekitar 9 bulan, mulai dari riset yang ia lakukan sampai menjadi produk.

“Risetnya kerjasama dengan teman jurusan Kimia ITB, terus ada dari Jepang yang bantu. Gimana teknologi pemintalan benangnya, mereka yang bantuin saya, sehingga pandan itu bisa menjadi serat yang kemudian dijadikan kain. Bahan baku diambil di Bungo, pembenaman di Bungo, pewarnaan di Bungo, tetapi pemintalan dibantu teman di Sulawesi Selatan, karena pemintalan sutra yang paling bagus di sana. Risetnya di Bungo, di Bandung dan di Jepang,” terang Pinto.

Pinto mengatakan, kain yang dihasilkan dari serat pandan rawa tersebut digunakan untuk kain batik dan kain liannya, namun sekarang ini condong dibuat menjadi bahan batik dengan pewarna alam.

Alhasil, karya pengrajin Jambi ini diganjar dengan penghargaan yang sangat membanggakan Provinsi Jambi, The Best Product 2017, yang diberikan pada Jumat (28/4) petang di JCC, sekaligus diberikan hadiah Rp1 miliar dari BNI Life, tiket Jakarta – Yogyakarta dari Batik Airlines, piagam, beserta tropi penghargaan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Ketua Dekranasda Bungo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bungo. Waktu mengadakan riset, saya minta izin kepada Ketua Dekranasda Bungo untuk berangkat. Ini masih 75%, mungkin butuh 1 kali lagi ke Jepang untuk riset terakhir, rencana akan dirampungkan tahun 2017 ini juga. Mereka minta cepat,” ungkap Pinto.

“Terimakasih spesialnya buat Bu Sherrin Tharia Zola, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Bu Sherrin yang mengharapkan saya menciptakan inovasi baru. Bu Sherrin bilang, Pinto buat dong inovasi buat Jambi, saya berpikir, apa kira-kira inovasi yang bagus buat Jambi, dan alhamdulillah idenya dapat dan bisa diwujudkan menjadi produk,” jelas Pinto.

“Bulan depan, saya disuruh ngadap ke Menteri Perdagangan dan menteri Perindustrian,” tambah Pinto.

Pengurus Dekranasda Provinsi Jambi, Ely, mengatakan, prestasi ini sangat membanggakan, bukan hanya bagi Dekranasda Provinsi Jambi dan Dekranasda Kabupaten Bungo, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi.

Eli mengungkapkan, setalah 19 tahun Inacraft diselenggarakan, baru kali ini Provinsi Jambi mendapat penghargaan terbaik, dan selain karena kecerdasan Pinto, juga tidak terlepas dari kerjasama dan sinergi Dekrasanda Provinsi Jambi dengan Dekranasda Kabupaten/Kota, serta motivasi dari ketua Dekranasda Provinsi jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola. “Di tangan Bu Sherrin, Dekranasda meraih prestasi terbaik di Inacraft. Kita sangat bersyukur,” ujar Ely.

Menanggapi prestasi Provinsi Jambi tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola mengaku sangat senang dan sangat bersyukur.

“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali, ini prestasi yang luar biasa, Inacraft tahun ini membawa berkah untuk pengrajin Jambi dan membuat mereka lebih semangat. Saya dengar Pinto yang dari Bungo mendapatkan penghargaan, ini suatu kebanggan bagi Provinsi Jambi mendapat anugerah seperti ini. Saya yang baru jadi Ketua Dekranasda Provinsi Jambi bangga sekali,” ungkap Sherrin.

“Saya berharap, kedepannya ini lebih memacu pengrajin dan Dekranasda supaya lebih semangat lagi, dan kami dari Dekranasda sangat siap jadi pengayom dan orangtua mereka (para pengrajin), tempat untuk bertanya, berkelukesah, dan berbagi pengalaman juga. Saya berharap ini pemacu semangat bagi mereka kedepannya, jangan jadi justru kendor, tetapi bisa berprestasi lagi dan mendapatkan berbagai awardkedepannya,” terang Sherrin.

“Prestasi ini harus membuat mereka lebih semangat lagi, bahwa Jambi itu diperhitungkan, bukan hanya meramaikan,” tambah Sherrin.

Istri Gubernur Jambi, H.Zumi Zola ini berpesan agar masyarakat Provinsi Jambi lebih menghargai produk Jambi, diantaranya Batik Jambi. “Dari warga luar Jambi saja sudah sangat menghargai Batik Jambi, apresiasinya itu sangat baik, jangan sampai kita di daerah kurang mengapresiasi, kita harus menghargai. Kalau kita mau dihargai orang lain, kita harus menghargai diri sendiri dulu. Kalau orang Jambi semakin menghargai Batik Jambi, misalkan memakai Batik Jambi ke daerahnya ketika pulang kampung, insyaallah lebih memudahkan Batik Jambi kita lebih booming,” pungkas Sherrin.


Penulis    : Mustar Hutapea (HMS)

KOMENTAR DISQUS :

Top