Minggu, 05 April 2020 |
Peristiwa

Kerja Keras PLN, Listrik di Sungai Penuh Kembali Normal

Jumat, 22 Juni 2018 07:45:21 wib
Masyarakat setempat turut membantu tim PLN dalam melakukan pemulihan setelah robohnya tower.
p> JAMBIDAILY.COM PERISTIWAApresiasi yang tinggi kita berikan kepada petugas PLN Sumbar dan masyarakat setempat atas kerja kerasnya mengatasi tower listrik 150 kV di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Bangko, Merangin, Jambi. Sejak Kamis (14/7) lalu, listrik di daerah tersebut saat ini sudah kembali normal. Tak tanggung-tanggung, PLN menerjunkan tim PDKB P3B Sumatera sebanyak 25 orang dan tim stringing (penarikan) sebanyak 18 orang yang berasal dari PLN UPT Jambi beserta UPT di bawah jajaran P3B Sumatera lain guna mempercepat proses pembangunan tower. Mengingat kondisi lokasi yang cukup terjal, PLN juga dibantu masyarakat setempat. GM PLN Wilayah Sumbar, Susiana Mutia, menyampaikan bahwa sejak Jumat (15/6) tim dari PLN P3B Sumatera sudah berada di lokasi sebagai langkah persiapan untuk mendirikan tower darurat. Sejak Jumat (15/6) itu pula, PLN Wilayah Sumbar melakukan upaya penormalan listrik dengan menggunakan supply listrik dari sistem Solok Selatan. Walaupun belum semua daerah menyala kembali, upaya ini berhasil menyalakan 12 (dua belas) travo yang berdampak menyala listrik di obyek vital Sungai Penuh, di antaranya: Kantor Polres Sungai Penuh, SPBU, lingkungan Pasar Sungai Penuh, Bank BRI, Rumah Sakit, PDAM, Rumah Tahanan, Kantor DPRD Kabupaten, dan Mapolsek Kota Sungai Penuh. Selanjutnya PLN Wilayah Sumbar melakukan upaya pengiriman genset dari sejumlah area seperti area Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh untuk membantu mendukung sistem kelistrikan di lokasi yang bermasalah. Pengiriman ini sudah dilakukan sejak Jumat (15/6). Susiana Mutia menyampaikan permohonan maaf untuk segala ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Sungai Penuh, terlebih musibah ini terjadi di H-1 Hari Raya Idul Fitri. “Kami sudah upayakan keandalan pasokan, beberapa petugas sudah disiapkan untuk standby 24 jam. Namun musibah tidak mampu ditolak. Alhamdulillah petugas siaga, sehingga proses penormalan sistem dan pengiriman genset tidak memakan waktu lama," ucap Susiana. Selanjutnya Susiana berpesan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap aset PLN yang ada di sekitarnya, bersama-sama menjaga agar kejadian yang merugikan kepentingan awam ini tidak terjadi lagi. (*) (Rel)

KOMENTAR DISQUS :

Top