Jumat, 24 November 2017 |
Politik

Ketua KPU: Kalau Pemilu Legislatif cenderung meningkat, namun pada Pilpres cenderung menurun.

Rabu, 01 November 2017 12:16:43 wib

JAMBIDAILY TANJABBAR, Politik - Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada 17 april 2019 mendatang menjadi istimewa. Pasalnya, pada tahun tersebut Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), dilaksanakan secara serentak. Namun, ada kekuatiran pada pelaksanaan pemilu itu sendiri yakni penurunan Partisipasi Pemilih.

Apnizal, S. Pt Ketua KPU Tanjab Barat mengatakan, mencermati pemilu yang dilaksanakan mulai dari tahun 2004, 2009, 2014, Pileg dan Pilpres diikuti lagi Pilkada dari Gubernur hingga Bupati. Salah satu indikator yang menjadi perhatian pihaknya, terjadi penurunan yang cukup signifikan dari tiap pelaksanaan pemilu dalam hal partisipasi pemilu.

" Memang terjadi kecenderugan turun naik pada saat pemilu. Kalau pemilu legislatif cenderung meningkat, namun pada Pilpres cenderung menurun," ungkap Apnizal saat mengisi acara sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 di hotel syariah Kuala Tungkal selasa (31/10/17) kemarin.

Ia mencontohkan, pada saat pelaksanaan Pemilu terdahulu angka Pemilih yang hadir bisa tembus 70 persen. Kemudian pada Pilpres menurun menjadi 68 persen.

" Kecenderungan penurunan inilah yang dikuatirkan terjadi pada pemilu 2019 mendatang. Mengingat bahwa pileg dan pilpres itu dilaksanakan serentak," sebutnya.

Maka dari itu, pihak KPU sendiri secara bersama melakukan sosialisasi yang bersifat masif, yang timbul dari masyarakat. Baik itu peserta Pemilu itu sendiri maupun elemen masyarakat yang teekumpul dalam kelompok-kelompok dan komunitas-komunitas.

" Inilah yang perlu kita optimalkan dalam pelaksanaan pemilu 2019 mendatang. Sehingga kekuatiran kita terjadinya penurunan tingkat partisipasi pemilih ini dapat kita antisipasi, dapat kita kurangi.
Sehingga trendnya meningkat dari apa yang sudah kita peroleh," sebutnya lagi. 

Kemudian yang menjadi perhatian adalah pemilih pemula. Untuk itu sangat menjadi perhatian karena pertumbuhan pemilih pemula disetiap tahun 3 persen dari jumlah DPT yang ada.

"Jika kita berangkat 2017, hingga 2019 maka prose anak sekolah SMA, SMK sederajat itu pada saat umurnya sudah mencapai 17 tahun mereka sudah memiliki hak pilih. Oleh karena itu kami mencoba untuk mensosialisasikan hal ini dengan porsi lebih besar dengan kehadiran masyarakat," pungkasnya. (Reza)

KOMENTAR DISQUS :

Top