Minggu, 15 September 2019 |
Jurnal Publik

Kilas Balik jambidaily.com dari Kopi Raina "Bayi itu kini Ramai dengan Celotehnya"

Minggu, 17 September 2017 00:00:15 wib
Photo: Dokumentasi/jambidaily.com

KOPI RAINA, Khusus Ulang Tahun jambidailyDOTcom - Tepat hari ini 17 September 2017 jambidaily.com berusia 5 tahun sejak hadirnya, bayi yang menggemaskan itu kini telah mulai akan memasuki Taman Kanak-kanak, sudah bisa berceloteh, merajuk, namun tetap manja. Tidak banyak yang ingin kami sampaikan namun sebagai bentuk perjalanan dan tidak luput akan lupa, ini sebagai kilas balik atau refleksi kecil dari Kopi Raina untuk jambidaily.com. 

Rasa syukur dari segenap management, staff dan redaksi atas dukungan dari semua pihak hingga kami masih mampu bertahan, masih mampu berjalan dan menyajikan informasi walau dalam segala keterbatasan, kekurangan kami menatap Era Milenial, penuh digital dan kemajuan teknologi saat ini, Apalagi dengan semakin berkembang dan banyaknya bertumbuh Portal Web atau media online di Jambi khususnya. 

Bayi yang Menggemaskan telah Lahir hari ini
Jambidaily Peristiwa
- Bayi yang menggemaskan telah lahir hari ini yaitu bayi Media jambidaily.com “bertajuk gampang dibuka mudah di baco” (Senin, 17/9) bertempat di Gedung Jambidaily Group, Kebun Handil kota Jambi.

Kelahiran Jambidailycom hari ini telah resmi di launching dengan disaksikan para tamu undangan seperti Staf Ahli Gubernur Jambi, Kepolisian, Korem, PWI Cabang Jambi, AJI Cabang Jambi para rekan Media di jambi dan banyak tamu undangan lainnya.

Para tamu undangan yang hadir turut kata selamat dan menyampaikan bahasa kasih sayangnya menimang kehadiran bayi media ini.

“Jambidaily.com ibarat bayi yang butuh sentuhan dan kasih sayang agar tumbuh menjadi media yang profesional dalam memenuhi hak masyarakat akan informasi,” papar General Manager Jambidaily Group, Franky Wijaya.

Mereka berharap jambidaily.com dapat bertahan dalam perkembangannya kedepan, tidak hanya kuantitas namun kualitas menjadi faktor penting tumbuh kembang bayi media yang baru berusia satu hari (Jambidaily.com/HEN).

(General Manager, Franky Wijaya, menyampaikan kata sambutan pada launching jambidaily.com)

 

Cita-cita jambidaily.com
Latar belakang jambidaily.com terlahir dan terinspirasi dari suksesnya Hari Pers Nasional (HPN) 2012 di Provinsi Jambi, dan keinginan ikut membangun dan mengembangkan kebebasan pers yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai Media Aksara Publik Jambi. Berawal dari semangat HPN 2012 itu, enam orang perintis jambidaily.com yang terdiri dari para akademisi, pengusaha, jurnalis, dan mahasiswa serta praktisi hukum sepakat merealisasikan membangun media online jambidaily.com dengan konten daerah berbasis jurnalis photo dan jurnal publik.

Dengan segala keterbatasan dan dilandasi ingin memberi kontribusi terhadap Propinsi Jambi dalam bidang pers, jambidaily.com, mulai dilaunching pada 17 September 2012. Secara legalitas sebagai badan usaha, jambidaily.com bernaung dibawah bendera CV Media Artha Perkasa (MAP), sesuai akte notaris Firdaus Abubakar SH, M.Kn Nomor 15-tertanggal 05 Januari 2012 SITU Nomor: 517/0690/K/KPTSP/1571003001/2012- SIUP Nomor: 530-0513-KTSP-1571003001-2012 dan TDP nomor: 050534700631 tertanggal 01 Maret 2012.

Dengan Visi: Sebagai media publikasi Propinsi Jambi dan Misi: (1) Sebagai media yang mengedepankan jurnalis photo tercepat; (2) Sebagai wahana informasi Jambi; (3) Sebagai semangat mencintai dunia pers dikalangan generasi muda; (4) Sebagai wadah transaksi perdagangan dan jasa serta sebagai sumber informasi bagi para investor yang akan berinvestasi di Jambi (5) Sebagai wadah aspirasi publik dan pemenuhan hak informasi masyarakat

Kami berharap melalui konten berita yang tersedia dan terus akan dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pembaca. Semoga Kehadiran jambidaily.com dapat bermanfaat sebagai media publik, kontrol sosial dan lembaga bisnis yang dapat memberi kontribusi terhadap kemajuan Indonesia pada umumnya dan Propinsi Jambi khususnya.

Dalam perjalanan waktu, saat ini Media Artha Perkasa tidak lagi berbentuk CV namun telah menjadi PT, Masih banyak yang perlu kami benahi, masih banyak yang harus kami rapikan, tentunya masih banyak cita-cita dan keinginan yang belum berhasil kami raih, semoga dukungan dari semua pihak akan membuat kami mendekati apa yang dicita-citakan.

Jika berkenan, inilah Berita-berita di hari pertama  yang kami sajikan kepada pembaca saat launching pada 17 september 2012, dan Catatan Akhir tahun 2012, selamat membaca;


Berita-berita Pertama, 16 September 2012:

Kontent Wisata
Bandrek Trend Nongkrong Anak Muda di Kota Jambi

Jambidaily Wisata - Warung bandrek saat ini menjadi trend anak-anak muda di Kota jambi menghabiskan waktu malam untuk nongkrong bersantai sambil menikmati segelas bandrek hangat dan kacang goreng.

“kami duduk santai sambil ngobrol biasanya kalau ada waktu luang sekaligus menikmati segelas bandrek, tidak hanya menambah teman tetapi juga sehat” ungkap niko sambil tersenyum ketika ditemui di kawasan Taman Tanggo Rajo (Minggu, 15/9).

Pengusaha bandrek saat ini semakin kreatif mempercantik tempat jualan bahkan memberikan sentuhan lain agar menarik bagi pengunjung, terutama menarik perhatian anak muda, seperti tempat duduk yang dipadukan dengan lampu-lampu berwarna lembut, selain itu juga diiringi dengan suara musik penghibur.

Dalam kota Jambi bisa ditemukan banyak lokasi penjual Bandrek seperti yang ramai terlihat di kawasan Simpang tiga Sipin, Tugu Juang, Area Perkantoran Kota Baru, Taman Jaksa Telanaipura, depan makam pahlawan Thehok, Taman Tanggo Rajo alias Ancol namun juga banyak terlihat di lokasi lain.

Hal tersebut tentu memberikan potensi bisnis bagi para pengusaha bahkan para pemula, salah satunya Eba Pemilik Bandrek Q_To, dia tertarik dengan bisnis ini karena menjadi peluang penghasilan. Eba yang membuka Bandrek di kawasan perkantoran kota baru tersebut mengakui bisa meraup omset hingga Rp.3 juta setiap bulannya.

“omset bersih yang didapat rata-rata Rp.3 juta per bulan, padahal modal yang dikeluarkan relative tidak terlalu besar kisaran Rp.7 juta” tuturnya kepada Jambidaily.com.

Penghasilan tersebut menjadikan eba yang bekerja di salah satu perusahaan di Jambi serius bergerak di bisnis ini, Eba mematok harga Bandrek yang terjangkau bagi kantong anak muda “saya mengikuti harga pasar, tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam Rp.5 ribu untuk yang biasa, pakai telur ayam Rp.7 ribu dan pakai telur bebek Rp.8 ribu, bagaimana murahkan? Rasa dijamin dan kualitas terjaga” ungkapnya tersenyum mempromosikan dagangannya. (Jambidaily.com/HEN)


Kontent Kesehatan
Akibat kemarau Sumur Mengering, Ancaman bagi kesehatan

Jambidaily Kesehatan - Bagi warga pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jambi mungkin kemarau panjang tidak menjadi masalah yang berarti namun bagi warga yang mengandalkan Sumur maka akan menjadi permasalahan serius karena air akan mengering
Mengeringnya air sumur mengurangi pasokan air bersih terutama untuk memasak, sehingga dapat mengancam kesehatan warga “kami kekurangan air karena sumur mengering, kalaupun ada airnya keruh dan berbau tentunya dapat mengganggu kesehatan” ungkap Diah warga Kota jambi yang berada di Kawasan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi timur

Diah terpaksa mengendapkan terlebih dahulu air keruh yang diambil dari sumur, agar keruhnya sedikit berkurang “terpaksa kita endapkan kalau tidak pasirnya turut terbawa” tambah diah kepada jambidaily.com (Minggu, 16/9)

Namun berbeda dengan salah satu warga yang berada di kawasan Kasang Kecamatan Jambi timur, Izal mengatakan bahwa sumur yang mereka miliki tidak keruh airnya tetap ada  dan tetap jernih tetapi ada bau yang tercium

“sumur kami ada airnya dan tetap jernih, tetapi ada bau seperti karatan sehingga merasa khawatir jika digunakan untuk memasak, kami lebih memilih membeli air galon isi ulang khusus untuk memasak” cerita izal singkat (Jambidaily.com/HEN)


Kontent Wisata
Danau Sipin Potensi Wisata yang tak terlihat didepan Mata

Jambidaily Wisata - Danau Sipin terletak Kawasan ini terletak di Simpang Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi merupakan potensi wisata yang tak terlihat ironisnya berada di depan mata, tempat yang sesungguhnya tidak hanya bisa menjadi tempat untuk alternatif bersantai tetapi bisa menjadi omset yang bernilai tinggi

Danau sipin tidak terlihat menarik karena kurangnya sarana pendukung, contoh kecil WC Umum, tentunya ini akan menjadi fasilitas yang penting “seharusnya ini lebih diperhatikan, fasilitas menjadi pendukung yang dapat menambah kenyamanan setiap orang yang datang kesini” ungkap dwi kepada Jambidaily.com ketika ditemui sedang menikmati suasana sore di danau sipin (Minggu, 15/9)

Dimasa akan datang tentunya danau sipin bisa menjadi kawasan wisata, sejalan dengan hal tersebut Didin Siroz seorang seniman Jambi mengatakan bahwa dibutuhkan pengelolaan yang baik “sangat bisa menjadi tempat wisata asalkan dikelola dengan baik, bisa menjadi kawasan kuliner, wisata alam dll” tuturnya singkat

“tidak perlu berpikir hal yang besar, cukup dengan konsep yang sederhana namun bisa memberikan efek besar itu lebih baik” ujar Edhyanto yang bekerja di Laser Foundation bergerak di bidang Lingkungan, Seni, Budaya dan Pariwisata, Pemberdayaan Mayarakat

Selain hal tersebut Edhyanto juga mengharapkan pemerintah melakukan tindakan nyata di lokasi tersebut “itukan tanah milik pemerintah daerah, sewakan saja kepada pihak lain, namun harus dibangun bangunan khas Jambi dan termasuk produk yang dijual seperti souvenir ataupun kuliner harus lebih jeli, itu jelas-jelas potensi di depan mata” tegasnya (Jambidaily.com/HEN)


Kontent Kesehatan
Hati-Hati Kemarau Merupakan Ancaman yang serius

Jambidaily Kesehatan - Kemarau yang melanda jambi tentunya akan menjadi ancaman yang serius tidak hanya penyakit yang menyerang namun juga kebakaran

Dalam situasi kemarau penyakit yang bisa ditimbulkan seperti Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ada juga Bakteri e-coli selain bakteri tersebut kemarau menyebabkan penyusutan air sehingga mengandung banyak debu, tentunya akan mengakibatkan alergi bagi mereka yang memiliki jenis kulit sensitive

“tentunya penyakit ISPA dan Bakteri e-coli dapat menjadi ancaman bagi kesehatan disaat kemarau panjang” ungkap lia salah satu Mahasiswa kesehatan di kota Jambi (Minggu, 16/9)

Selain penyakit yang akan menyerang warga kota jambi juga mengkhawatirkan musibah kebakaran, baik hutan maupun pemukiman “kebakaran hutann tentunya akan sangat rawan disaat kemarau tetapi kami lebih khawatir kebakaran pemukiman” ungkap indra ketika ditemui jambidaily.com (Minggu, 16/7)

Indra berharap warga di kawasan padat seperti sekitaran Pasar baru Talang Banjar dimana dia berada lebih waspada terhadap kompor maupun konsleting listrik yang dapat berakibat buruk bagi pemukiman

“harapan saya semua warga disini dapat lebih waspada, jika terbakar satu maka semua akan mengalami akibat yang sama, tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut” pungkas indra (Jambidaily.com/HEN)


Kontent Wisata
Kabar Gembira Danau Sipin akan menjadi Tempat Wisata

Jambidaily Wisata - Dari namanya warga kota Jambi tidak asing lagi dengan Danau Sipin, namun yang tergambar mungkin hanya tempat biasa sebatas danau tanpa ada yang bisa dianggap istimewa. Tetapi jangan khawatir Danau Sipin akan menjadi Tempat wisata baru di kota Jambi

“Danau sipin dari segi lokasi sangat strategis untuk rest-area karena diujung kota Jambi yang mau meneruskan perjalanan ke luar kota Jambi. Apabila kebersihannya terjaga dan tersedia wisata air maka danau ini akan jadi andalan wisata Jambi” ungkap Didi Wurjanto Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi ketika dihubungi Jambidaily.com melalui telepon seluler

Menanggapi tentang Danau Sipin yang terletak di kawasan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi tersebut, Effendi Hatta Ketua DPRD Provinsi Jambi mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi telah merencanakan hal tersebut 

“Bapak Gubernur telah memperhatikan keberadaan Danau Sipin agar menjadi tempat wisata yang bernilai dimasa akan datang, saat ini sedang dilakukan perencanaan pembangunan Turap dipinggiran Danau Sipin seperti yang kita lihat di taman tango rajo  atau ancol” ujar Effendi Hatta kepada Jambidaily.com (Minggu, 15/9)

Namun dia tidak menampik bahwa pembangunan akan membutuhkan biaya sangat besar, selain membutuhkan APBD, APBN, dari investor juga “pembangunan membutuhkan biaya yang sangat besar tentunya tidak hanya dari APBD, APBN tetapi pihak lain seperti Investor juga dibutuhkan” tambah Effendi Hatta (Jambidaily.com/HEN)


Kontent Pendidikan
Sejarah, Mata Pelajaran yang Membosankan

Jambidaily Pendidikan - Mata pelajaran  Sejarah di sekolah, senantiasa memiliki persepsi yang kurang baik. Minat  siswa terhadap mata pelajaran sejarah selalu dianggap rendah. Bahkan, Sejarah dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang membosankan. 

Kecenderungan yang muncul adalah, persepsi bahwa sejarah itu tidak memiliki manfaat atau kegunaan. Selain itu, penempatan jam pelajaran sejarah juga menjadi salah satu alasan kenapa siswa enggan untuk belajar sejarah. 

Contoh, sejarah ditempatkan di akhir jam pelajaran, yang menjadikan siswa itu lebih fokus pada keinginan untuk segera pulang atau Sejarah ditempatkan di tengah-tengah pelajaran Matematika dan Fisika. Matematika ulangan dan Fisika ada Pekerjaan Rumah, maka sejarah jadi “korban” pusingnya siswa yang kemudian diwujudkan dengan tidak mengikuti pelajaran sejarah dengan baik.

“pelajaran sejarah membosankan hanya cerita dan diajak berpikir kebelakang, jadi malas belajar. Lagian itukan hanya wawasan tidak terlalu penting” ungkap Rian salah satu siswa SMU swasta di Kota Jambi

Salah satu guru sejarah menuturkan bahwa mereka sudah mengajar sesuai koridornya, namun kalau menggunakan media pembelajaran membutuhkan biaya ataupun adanya keterbatasan fasilitas “kami sudah mengajar sesuai aturan mainnya untuk media pembelajaran kita memiliki keterbatasan fasilitas sementara untuk melakukan kunjungan seperti ke museum saat jam pelajaran sejarah, waktunya tidak mencukupi” ujar salah satu guru sejarah yang meminta namanya dirahasiakan.

Pantauan jambidaily.com di salah satu museum yang ada dalam kota jambi (Jum’at, 14/9) melihat minimnya kunjungan pelajar dalam kota jambi, padahal tempat tersebut dapat memberikan pengetahuan tentang sejarah kota jambi khususnya dan provinsi Jambi umumnya

“kalau kunjungan sekolah disini memang sepi, jarang sekali hanya beberapa itupun perorangan. Untuk data kongkrit saya tidak berani memberikan” tutur salah satu pegawai yang tidak ingin menyebutkan namanya (Jambidaily.com/HEN)


Kontent Ekonomi
Sungai Batanghari Ular Berbisa yang berkelok indah di tengah kota Jambi

Jambidaily Ekonomi - Sungai Batanghari menjadi penopang bagi masyarakat kota Jambi, keperkasaannya juga dapat memberikan kekuatan bagi pertanian, perkebunan bahkan peternakan. Namun diluar dari itu keelokan sungai Batanghari menjadi wisata tersendiri, bagaikan ular penuh dengan warna tetapi memiliki “bisa” atau racun.

Secara gografis, Daerah Aliran Sungai Batanghari terletak antara 0 43' sampai 3 46' LS 00 dan 100 45' sampai 104 25' BT dengan luas total sekitar 4,9 juta ha.  Sekitar 80% dari luasan DAS tersebut termasuk dalam wilayah Provinsi Jambi, sedangkan sisanya sekitar 20% terletak pada wilayah Sumatera Barat.  DAS Batanghari khususnya daerah hulu didominasi daerah berbahan induk kuarter vulkanik dan  tersier dengan bentang lahan berupa pegunungan dan vulkan, sedangkan daerah tengah dan hilir didominasi oleh bahan induk tersier dan kuarter, berupa daerah dataran yang sudah tertoreh dan daerah alluvial

Keelokannya Sungai Batanghari juga menebarkan ancaman bagi masyarakat Jambi Umumnya dan Kota Jambi Khususnya, tentunya itu memerlukan kepedulian seluruh penghuni yang ditopangnya. Kebersihan menjadi penting, kepedulian terhadap sampah yang tidak semena-mena membuangnya ke Sungai Batanghari sebagai contoh banyak terlihat para pengunjung bahkan pedagang di kawasan Taman Tanggo Rajo membuang sampah langsung ke sungai Batanghari “saya sering sekali melihat pengunjung bahkan pedagang di Taman Tanggo Rajo ini membuang sisa makanan, seperti jagung dan lain-lain ke sungai Batanghari” tutur Oktavia kepada Jambidaily.com 

Akibatnya bisa terjadi Banjir, seharusnya Banjir menjadi momok tersendiri bagi warga kota Jambi Khususnya seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran yang berharga bagaimana keperkasaan amarah sungai Batanghari.

Kemarahan sungai Batanghari tentu ada penyebab dan faktornya, selain sampah, daerah serapan air juga menjadi perhatian penting, seperti contoh Sungai maram tidak lagi menjadi tempat serapan yang baik karena telah berdiri ruko-ruko, Gedung tinggi sehingga memperkecil daerah serapan. Membuat sungai Batanghari ketika meluap menyerang masuk kepemukiman warga kota Jambi yang berada disekitarannya.

Kita juga tidak bisa menutup mata banyaknya perusahaan yang berdiri di sekitar sungai dalam dugaan awam dari pantauan Jambidaily.com (Minggu,15/9) sepertinya “membuang limbah” ke sungai Batanghari, hal ini harus menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat di Jambi, kepedulian dan rasa memiliki. (Jambidaily/HEN)

 

Catatan kecil Akhir tahun 2012, ditulis oleh Hendry Nursal


Kontent Politik
Penuh Intrik, Strategi dan Pencitraan Diri

Baleho-baleho raksasa terpampang, spanduk bertebaran, iklan terlihat menghiasi di layar Televisi, mewarnai media cetak, bersuara di Radio bahkan turut menjelajah di dunia maya. Itulah sebuah intrik atau strategi mungkin juga suatu pencitraan diri seseorang menuju kursi kejayaan, ya..bisa disebut kejayaan karena ketika kursi itu ditempati belum tentu mereka memahami sesungguhnya ada tanggung jawab akan janji yang terjual di telinga para pemilihnya.

Sepanjang tahun 2012 warga kota Jambi khususnya dijejali oleh wajah, kata-kata bahkan lambaian para individu yang ingin bertarung menuju walikota dan wakil walikota bahkan terkesan melupakan apa yang seharusnya mereka lakukan, akan lebih menyentuh jika para nenek, kakek yang memungut kardus bekas di tengah malam memakai sepeda ontel tua, anak-anak penjaja koran di simpang-simpang jalan, para pengemis yang tak pernah bisa melihat warna dunia, mendapatkan uluran tangan langsung dari mereka yang saat ini mengumbar senyum dan janji.

Namun itu mungkin hanya sebuah agenda kecil yang akan dilakukan mereka, agenda besarnya adalah membantu warga dimana dia merasa sebagai pendukung, sebagai lumbung suara di pemilihan nanti, maaf ini bukan menghardik tetapi kenyataan yang saya lihat sangat kentara diantara celah-celah dan ruang-ruang kosong.

Mengapa tidak,? Sudah menjadi cerita dan dialog ketika ditemani segelas kopi diteras rumah bersama tetangga, bahwa mereka peduli untuk mencapai tujuannya saat itu tercapai apakah mereka mengingat,? Maka wajar jika ada oknum warga yang memiliki pengaruh atau penguasa dalam tanda kutip terpandang akan memanfaatkan keadaan ini untuk meraup keuntungan dari mereka yang sedang menjual janji.

Itu dalam lingkup kecil di tanah sepucuk Jambi sembilan lurah, yang kebetulan di tahun 2013 akan ada perhelatan yang konon disebut sebagai pesta Demokrasi di kota Jambi.

Ada yang Terlihat, Ada yang Terdiam
Gembar-gembor mereda dari mereka yang duduk di gedung rakyat, disebut gedung rakyat namun belum tentu rakyat yang datang kesana dapat masuk melihat kedalamnya, kalimat barusan hanyalah sebuah pikiran negatif yang belum tentu benar, tetapi banyak hal tak lagi keras dan lantang dari gedung rakyat di tanah Jambi. Apakah ini sebuah penyusunan strategi lantas menunggu waktu yang tepat, atau tidak terpublikasi di media, atau sibuk dengan rapat dan kunjungan kerja mungkin juga mereka sibuk studi banding.

Ada kata yang tidak pernah saya lupa bahwa para wakil yang terhormat di negeri sultan thaha ini sangatlah malas untuk melakukan sesuatu yang kecil imbasnya, sebagai contoh hearing (rapat) itu membosankan, memakan waktu tidak sebentar sementara kompensasi sekali hearing itu kecil. Sangat berbeda dengan Kunjungan Kerja dan Studi banding jauh lebih menggiurkan imbalannya. Sungguh, sesuatu yang memalukan menurut saya. Mungkin para bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat di gedung sana akan merasa sangat panas hatinya membaca paragraf ini, tetapi ini adalah celotehan rakyat kecil, seseorang awam, tidak mengerti dan tidak juga berpendidikan tinggi, yang bercerita apa adanya, yang tidak berharap akan sebuah imbalan. Jika kalian disebut sebagai yang terhormat maka tulisan ini akan menjadi sebuah introspeksi, sebuah pemikiran dan perenungan, sesungguhnya untuk apa anda dipilih oleh rakyat,?

Pemilih anda Cuma berharap, sambungkan lidah mereka, karena pakaian dan sandal jepit yang mereka punya tidak akan layak menginjak keramik gedung yang kalian tempati, pakaian yang mereka kenakan tidak memiliki detergen sebagai pembersihnya akan mengganggu udara segar di ruangan anda yang menggunakan Pendingin Ruangan.

Pesan dari sunyi
Selama 366 hari di tahun 2012, hanya berkutat dengan kepentingan Partai, pencitraan partai, bahkan sebenarnya mereka yang dipilih saat menjabat menjadi milik rakyat atau masih miliki partai. Jika milik partai maka kami yang pernah memilih anda akan menjadi nomor dua bahkan nomor delapan belas, mungkin kami Cuma bisa menyesali telah memberikan suara.

Kami hanya bisa berharap suatu ketika nanti, akan ada lahir seseorang yang benar-benar disebut pemimpin, benar-benar yang disebut terhormat, bukan kepalsuan dan bukan hanya sebuah prestise jabatan sementara itu maaf tidak sedikit pada akhirnya terlibat hukum. (Jambidaily.com/*)


Kontent Hukum
Menjadi sebuah Prestasi atau Kegagalan

Kebutuhan Ekonomi, terdesak oleh keluarga, atau terpaksa karena terlilit hutang, itu adalah sebagian kata yang sering sekali nyaring terdengar ketika seseorang yang melakukan kejahatan hukum tertangkap oleh para penegak hukum. Mungkin membosankan tetapi memang itu adalah realita yang ada saat ini, tidak ada yang tidak diukur dengan uang, buang air kecil saja harus bayar, mungkin suatu ketika buang angin juga harus bayar.

Setiap tahun, terutama pergantian tahun akan ramai media menceritakan tentang data yang tercatat di penegak hukum, seberapa besar tindak kriminal di tahun tersebut kemudian dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya. Jika terjadi penurunan maka penegak hukum akan bersuara ke siantero negeri bahwa ini adalah sebuah prestasi dan keberhasilan, jika terjadi peningkatan maka disampaikan tekad bahwa di tahun-tahun berikutnya akan diberantas atau minimal ditekan. 

Bagi saya ini lucu, tak ubahnya seperti seorang pelatih sepak bola, jika tim asuhannya menang maka dia akan berkata bahwa ini adalah keberhasilan taktik dalam pertandingan, jika kalah maka pelatih menganggap tim asuhannya mengalami kelelahan, atau pemainnya mendapat tekanan, atau wasitnya tidak adil, atau apa saja silat lidah yang dikeluarkan untuk tidak mengakui bahwa tim lawan lebih siap dan tangguh untuk bertanding.

Paragraf barusan hanyalah sebuah perumpamaan, apakah sesuai atau tidak itu hanyalah sebuah pemikiran, penilaian ada dipikiran anda, kembali ke paragraf kedua, ditulisan ini saya tidak akan menguraikan data angka kriminalitas dan seberapa besar keberhasilan penanganan hukum, karena apakah yang berkepentingan berpikir ketika data tersebut tertulis,?

Seharusnya jika data kriminalitas tertulis, pemerintah mencari dan melakukan observasi sendiri apa yang menyebabkannya, jika faktor ekonomi...ya tentunya lapangan pekerjaan harus disediakan, pendidikan juga menjadi faktor penting. Tapi apakah para pengambil kebijakan memikiran itu dengan segera, sebab rakyat kecil tidak butuh rencana yang berlarut-larut dibahas, berulang-ulang rapat, karena perut tidak bisa ditunda.

Mantan Pejabat mendapat undangan Khusus
Dalam tahun 2012, di negeri sepucuk Jambi Sembilan Lurah, ramai diberitakan tentang para mantan pejabat yang diperiksa oleh penegak hukum karena diduga melakukan tindakan korupsi. Secara bergantian mereka dipanggil dan diperiksa, ini menarik dan tentunya bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat.

Tapi apakah ini akan terus berlanjut, dan benar-benar sampai kepada ketuk palu di pengadilan atau hilang tersapu angin di tengah jalan,?Warga hanya bisa menonton, dan membaca beritanya, karena untuk hasil, mereka sendiri ragu apakah benar-benar tuntas.

Ya..dikenal dengan kejahatan kerah putih, diperlakukan dengan baik dan didampingi pengacara, Proses hukum akan berbelit dan panjang. Lantas bagaimana dengan kejahatan kaos oblong,? proses hukum tidak akan lama bahkan tidak sedikit kejadian dimana sebelum di proses secara hukum sudah diadili oleh Masyarakat bahkan ada yang meregang nyawa, tanpa diberi kesempatan untuk berkata. 

Jika hilang satu tumbuh seribu, bisa saja itu rumput yang tersiram hujan, tetapi di ranah ini tidak seperti itu, jika satu terbukti dan di proses secara hukum, besoknya akan ada satu lagi. Sebenarnya ada sutradara yang membuat skenario besar, mengapa hanya peran pembantu yang selalu ditangkap sementara sang sutradara tetap nyaman menikmati sepotong roti sambil mendengarkan kicauan burung di teras belakang rumahnya.

Lingkaran Setan
Rasanya kata ini tidak asing terdengar, namun seperti apa sebenarnya,? Jika saya jelaskan, pastinya ada yang lebih tau, hanya mereka yang berada di lingkaran ini yang sangat memahaminya.(Jambidaily.com/*)


Kontent Ekonomi
Perut Kami Tidak Bisa Menunggu

Matanya menatap kosong, sambil memegang bungkusan berwarna coklat, duduk di depan sebuah Ruko, ditemani kilauan lampu malam dan diiringi musik menderu dari kendaraan yang lewat dengan sesekali terdengar selingan suara klakson. Itulah seorang kakek tua sedang menikmati makan malamnya sambil beristirahat sejenak setelah berkeliling mencari kardus, botol atau apapun yang dapat dijual ke penadah barang bekas alias rongsokan. 

Disebelahnya terdapat sepeda tua yang menjadi kendaraan paling mewah baginya, karena itu adalah rezekynya tanpa sepeda tersebut dia tak mampu harus berkeliling lebih jauh memeriksa setiap tempat sampah yang ada di kota ini.

Sambil memegang botol bekas, terlihat potongan kayu bakar berada dibelakangnya, berjalan dengan perlahan sambil memperhatikan sekelilingnya berharap masih ada botol ataupun kardus yang terbuang, itulah sang nenek di siang hari.

Apakah seorang Gubernur di Negeri Sultan Thaha ini pernah duduk disebelahnya bahkan makan bersamanya, rasanya mustahil, surat elektronik yang saya sampaikan ke gubernur saja belum tentu dibacanya. Itukah raja di negeri ku,?

Apakah walikota pernah mendengar apa harapan kakek itu, apakah para anggota Dewan yang terhormat pernah melihatnya,?

Tidak rasanya, karena mereka orang terhormat, pastinya merasa malu untuk duduk di dekat kakek tersebut bahkan bersamanya di depan sebuah ruko. Lantas sesungguhnya yang menjadi raja di negeri ini untuk menjadi pemimpin dan memperhatikan rakyatnya, atau hanya untuk mengejar sebuah kekayaan,?

Kakek dan nenek tersebutnya hanyalah 0,001% contoh yang terlihat di kota ini, masih banyak lagi yang hidup dalam kemiskinan, tidur diantara gerombolan tikus dan kecoak yang lalu lalang, sakit yang tak terobati, kehujanan ketika hujan, kepanasan ketika terik. Apakah itu dipikirkan oleh mereka,?

Sementara ekspansi pebisnis besar masuk ke kota ini, tentunya sebuah kebanggaan karena ada kepercayaan dari mereka yang disebut investor, namun apakah itu berpengaruh kepada mereka yang miskin,?

Terlihat Elegan namun Pondasinya air mata
Kita bisa melihat begitu indahnya kantor Gubernur, sepanjang jalur untuk pejalan kaki di kawasan perkantoran Telanaipura berkilau dengan keramiknya. Terlihat mewah, tapi kira-kira kalau ada Orang Miskin yang datang dengan pakaian lusuh, kotor, kusut dan bersendal jepit ingin bertemu dengan Gubernur akan diterima,? Atau malah sudah lebih dulu diusir oleh Penjaga.

Sesungguhnya masih banyak uraian air mata seorang ibu dan bapak karena tidak punya uang untuk memberikan makan padanya, atau menyediakan sekaleng susu.

Bahkan saat ini dipenghujung tahun 2012 terlihat menjulang sebuah bangunan disusul nantinya jembatan panjang untuk pejalan kaki menuju seberang kota Jambi, yang konon akan menjadi ikon bahkan tempat Wisata di kota Jambi, ini sebuah keinginan orang banyak atau hanya ambisius gubernur. Bicara ikon apakah jambi tidak memiliki sesuatu, yang ada saja tidak dirawat dengan baik, mengapa harus membangun yang baru, contoh Taman Eks Arena MTQ mengapa tempat tersebut tidak dimaksimalkan.

Tugu Juang saja tidak terurus dengan baik, listriknya telah diputus, telponnya tidak lagi berbunyi, airpun tidak lagi mengalir, karena tidak terbayarkan oleh para veteran, sungguh hebat para pemimpin di Negeri Sepucuk Jambi sembilan lurah ini. (Jambidaily.com/*)


Kontent Pendidikan
Huruf-huruf di Buku yang Kami Baca Berjatuhan

Berserakan diantara lantai yang berlubang, rak-rak buku yang roboh, meja dan kursi yang tak lagi berkaki. Ironis sekali di kota yang menjadi pusat provinsi Jambi ini masih ada gedung sekolah yang tak lagi tergunakan, bahkan terlihat perpustakaan berserakan. Susah mau membahasnya mulai dari mana, karena entah apa yang menyebabkan itu ada kekuatan besar atau ada kepentingan yang sehingga sekolah tersebut menunggu waktu roboh, sementara muridnya telah dipindahkan ke sekolah yang lain.

Itu salah satunya, tapi masih banyak sekolah berdiri di tempat berbahaya, dengan lantai yang lapuk. Jadi apa gunanya teriakan gubernur tentang sekolah di Jambi harus Go Internasional, rasanya saya ingin tertawa sepanjang tahun. Bukan saya meremehkan akan harapan dan cita-cita tersebut, namun alangkah baiknya yang saat ini membutuhkan perhatian menjadi prioritas. Mengharap burung dilangit, seharusnya dipangguan juga diperhatikan, jangan Cuma melihat semut di seberang lautan, ada gajah di depan mata tak terlihat.

Begitu banyak sekolah yang berlomba-lomba saat ini untuk menuju standar Internasional, sementara di sisi yang lain masih banyak sekolah yang berjuang untuk terus bertahan.

Kalau menurut saya tidak penting suatu standarisasi itu hanya sebuah perspektif, yang terpenting adalah bagaimana generasi yang dihasilkan, apakah memiliki kemampuan yang baik, tidak sedikit ditemui di Jambi bahkan seorang sarjana yang pada akhirnya tidak tertampung di dunia kerja, karena apa,? Kompetensi yang rendah, sementara berlabel dari sebuah perguruan tinggi ternama.

Tahun ini 2012, atau Tahun Depan,?
Apakah pendidikan di Jambi akan mengalami peningkatan, saya yakin bisa namun kapan, semua tentunya akan sangat berpengaruh tidak hanya dalam satu elemen saja tetapi semua elemen yang ada agar dapat memberikan keterkaitan satu sama lainnya.

Jika dibahas dalam sebuah diskusi, hal ini akan menjadi perdebatan panjang, tetapi apa gunanya diskusi jika hanya sebatas kesimpulan di dalam catatan notulen.

Bagaimana,?
Tidak sedikit anak muda di kota ini yang putus pendidikannya di tengah jalan, rata-rata mereka mengalami kesulitan ekonomi, kesulitan membeli seragam, kesulitan membeli buku, kesulitan membayar biaya bulanan.

banyak sekali calon pemimpin mengatakan bahwa akan melakukan pendidikan gratis, apanya yang gratis,? Ya...mungkin pendidikan yang dimaksud adalah belajar di rumah masing-masing. Rasanya pembaca akan menganggap tulisan ini penuh dengan emosional, tetapi ini sebenarnya fakta yang ada dan sangat jelas terlihat, tidak perlu repot membeli buku, atau mencari-cari di Internet. Cukup melihatnya di luar rumah, banyak tertempel di pohon-pohon atau terpampang di pagar-pagar. (Jambidaily.com/*)


Kontent Kesehatan
Rumah Sakit,? Tidak. Kami cukup dikompres dengan kain basah

Cuaca yang tidak  menentu memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan, berbagai macam indikasi dan gejala akan terlihat. Tetapi apakah mereka kaum lemah dan tidak berduit sudah bisa berobat dan dilayani dengan baik di Jambi,?

Seorang ibu tua pemilik dua orang anak tergolek sakit, namun dia menolak ke rumah sakit, apa yang menyebabkan itu bukankah ada kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Ibu tua tersebut merasa tidak dilayani dengan baik, dia lebih milih di rumah saya cukup di kompres dengan kain basah, dan demam tingginya akan segera menurun. Namun jika ke Rumah Sakit dia harus menunggu lama, bahkan hanya mendapatkan pelayanan biasa. Apakah karena dia tidak punya uang dan hanya mengandalkan Jamkesmas, lantas dilayani seperti itu,?

Jika tulisan ini dibaca oleh bapak Gubernur atau bapak Walikota yang terhormat, saya Cuma ingin mengatakan bahwa instruksi kepada pelaksana tugas agar melakukan yang terbaik dan inspeksi mendadak itu tidak ada gunanya, anda lihat sendiri tuan gubernur dan walikota jangan hanya perintah, bawahan anda belum tentu melakukannya. Ini fakta tuan-tuan yang terhormat, bukan bualan,!

Mereka yang menderita
Saya tidak banyak mencatat di tahun 2012, karena bagi saya catatan dan data untuk apa jika hanya tersimpan di dalam lemari, sementara tindakannya Nol. Ibu pengidap kanker, Seorang anak pengidap penyakit kelainan hati, dan masih banyak lagi yang terbaring lemah di rumah mereka namun terabaikan karena biaya yang tidak mereka miliki sementara, apa yang mereka rasakan tidak dirasakan oleh anda-anda para pengambil kebijakan. Anda hanya sibuk menyelesaikan proyek-proyek, duduk di kursi empuk, di ruang sejuk, mobil yang nyaman. Apakah boleh saya mengatakan bahwa anda tertawa di atas penderitaan orang lain,?

Ironis sekali, jika bicara data sangat luar bisa perekonomian Jambi mengalami peningkatan, data tentunya sudah sangat tersistem dalam penyusunannya, sementara fakta tidak akan tercatat dengan baik oleh data, tapi lihat seperti apa kondisi yang sebenarnya.

Jangan Pernah Berpikir untuk Sakit
Kalau saja semua orang bisa mengatur dan mendikte setiap virus yang bisa mengganggu kesehatan manusia maka tidak akan ada pasien yang terbaring di Rumah Sakit.

Kenyataan yang ada Mereka yang terpinggirkan takut untuk berpikir sakit bahkan tidak mau merasakan sedikitpun walaupun tubuhnya telah renta oleh penyakit, hal itu karena mereka merasa sangat takut akan berobat, mengingat biaya yang nantinya akan dibutuhkan.
Semoga Tuan Gubernur dan Tuan Walikota bisa melihat, dan benar-benar merasakan rakyat mu seperti apa (Jambidaily.com/*)


Demikianlah sebagai kilas balik, sebuah catatan kecil Kopi Raina untuk jambidaily.com, sebagai pengingat agar menjadi pemacu semangat bagi kami agar lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Terima kasih untuk semua pembaca, semua pihak atas dukungannya, keluarga besar yang memberikan penopang untuk kami terus maju, berkarya dan menyajikan informasi.

 

 

Selamat Ulang Tahun www.jambidaily.com
Salam Kopi Raina

 


Penulis: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top