Jumat, 03 April 2020 |
Peristiwa

Kilas Internasional: Pangeran Charles Kena Corona hingga Masa Lockdown Malaysia

Kamis, 26 Maret 2020 11:49:54 wib
Pangeran Charles positif corona sampai Malaysia perpanjang masa penguncian wilayah (lockdown).

JAMBIDAILY PERISTIWA - Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (25/3) kemarin. Mulai dari Pangeran Charles positif corona sampai Malaysia perpanjang masa penguncian wilayah (lockdown). CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Pangeran Charles Terinfeksi Virus Corona

Pangeran Charles, putra Ratu Elizabeth II yang juga putra mahkota Inggris, dilaporkan positif terinfeksi virus corona

Meskipun demikian, seperti dilansir CNN, Pangeran berusia 71 tahun itu hanya mengalami gejala ringan. Pernyataan resmi kerajaan menyatakan Pangeran Charles sekarang dalam kondisi sehat.

"Pangeran Charles dites positif virus corona. Ia memperlihatkan gejala ringan, namun berada dalam kondisi sehat dan bekerja dari rumah dalam beberapa hari terakhir seperti biasa," bunyi pernyataan resmi Kerajaan.

Sementara itu istrinya, Camilla, Duches of Cornwall, juga sudah dites dan dinyatakan negatif.

Pernyataan tersebut menambahkan sesuai dengan saran pemerintah dan medis, Pangeran Charles dan Camilia sekarang sedang dalam isolasi.


2. Jumlah Korban Meninggal Akibat Corona di Spanyol Lewati China

Jumlah korban meninggal akibat virus corona (Covid-19) di Spanyol melampaui China pada Rabu (25/3).

Dalam 24 jam terakhir, terdapat 738 kematian hingga total korban akibat corona di Spanyol menjadi 3.434.

Sejak virus mematikan ini muncul pada akhir tahun lalu, hingga kini sudah ada 3.281 orang yang meninggal akibat corona di China.


3. Malaysia Perpanjang Masa Lockdown Hingga 14 April

Pemerintah Malaysia memperpanjang masa pembatasan wilayah (lockdown) hingga 14 April 2020. Semula Malaysia menetapkan kebijakan lockdown sejak 18 hingga 31 Maret 2020 untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menetapkan masa perpanjangan dilakukan karena ada potensi peningkatan infeksi corona lebih tinggi jika warga sudah diperbolehkan beraktivitas normal.

"Saya diberikan masukan oleh Majelis Keselamatan Negara bahwa peningkatan pasien positif Covid-19 kedepannya bisa meningkat lebih tinggi sehingga kami mengimbau warga untuk tetap berada di rumah hingga 14 April," tulis Muhyiddin dalam keterangan resmi, Rabu (25/3).

Ia tidak dapat memastikan jika setelah 14 April pemerintah Malaysia akan menghentikan kebijakan lockdown.

Terkait hal itu, Muhyiddin mengatakan akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan kebijakan membuka kembali wilayah atau kembali memperpanjang lockdown. (ayp/ayp)/cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top