Kamis, 15 November 2018 |
Nasional

KNPI DPD Tanjabtim Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda

Senin, 29 Oktober 2018 17:19:52 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Tanjabtim menggelar upacara gabungan, di lapangan Kantor Bupati Tanjabtim, Senin (29/10). 

Upacara yang dipimpin langsung oleh Sekda Tanjabtim, Sapril, dihadiri Ketua KNPI DPD Tanjabtim, Sulpani, Kepala BNNK Tanjabtim-Tanjabbar, Formompinda, para Kepala OPD, pelajar serta para undangan yang hadir.

Sekda Tanjabtim, Sapril saat menyampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi mengatakan, Hari Sumpah Pemuda ke 90 kali ini mengambil tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia. 

Tema ini diambil, atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, keloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI. 

Sekda menyampaikan, revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya sain. 

"Oleh karena itu, revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju," sebutnya. 

Sekda menambahkan, pada tahun 2019 mendatang, bangsa Indonesia akan menggelar pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin, yakni Pilres dan Pileg. Untuk itu, peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses pemilihan tersebut, amat sangat dibutuhkan. 

"Partisipasi aktif pemuda dalam pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas," ujarnya. 

Sementara, Ketua KNPI DPD Tanjabtim, Sulpani saat diwawancarai usai upacara mengatakan, dengan sudah canggihnya teknologi informasi saat ini, seperti informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Maka dari itu, untuk mengatasinya kami juga telah melakukan sosialisasi kepada pemuda yang ada di setiap kecamatan. Hal itu dilakukan agar pemuda pintar dalam menggunakan media-media sosial yang ada," tukasnya.

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top