Selasa, 15 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

Komisi I DPRD kota Jambi Terus 'desak' Tutup Usaha, Kafe POD: Ada Apa,?

Selasa, 03 Oktober 2017 06:31:11 wib
Kafe POD/Photo: Dok.jambidaily.com

JAMBIDAILY KAFE, Wisata - Selama kisruh tak kunjung usai hingga kini terkait perizinan Kafe Port Of Destination (POD) yang terletak di Jalan Kol M Taher Kawasan Talang Banjar Kota Jambi, Pihak Komisi I DPRD Kota Jambi dalam 'kacamata' POD terkesan 'selalu mendesak' untuk ditutup tanpa Solusi. Ada Apa,?

Dari pemberitaan beberapa Media massa di Jambi, salah satunya Harian Jambi Start bertajuk "Penutupan POD Belum Jelas", memuat statement dari Paul Nainggolan Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi.

"kita menduga aktifitas masih ada. Jadi kita harap ada kejelasan kapan penutupan usaha tersebut, harus ada tanggal yang jelas. Kalau tidak ada yang jelas sama saja dengan janji anak kecil," sebutnya. 

"kita tak ingin Pemkot dipermainkan. Kalau dipermainkan dimana wajah pemerintah kita," tukasnya.

Sebelumnya Fahmi, kepala DPMPTSP mengatakan kepada awak media "mereka minta waktu satu atau dua bulan untuk menutupnya, akan kita tutup paksa kalau tak dittutup pemiliknya," tegas Fahmi beberapa waktu yang lalu.

Terkait hal itu, Albert Tomi akhirnya angkat bicara dan kembali pertanyakan statement tersebut, kenapa DPRD mendesak untuk menutup Kafe POD, apakah solusinya hanya menutup,?

"kenapa DPRD sangat mendesak untuk menutup, hanya itu solusinya, apakah tidak ada solusi lain,? kenapa Kafe POD saja yang dibesar-besarkan, apa kami bukan bagian dari masyarakat Jambi," Tanya Albert.

"Kami sangat ingin mengikuti semua aturan, dan kami telah melakukan prosesnya, kenapa seperti dipersulit. Saya hanya berharap keadilan dan berikan kami solusi," Tambahnya kepada jambidaily.com (Senin,02/10/17).

Selain itu Albert juga menjelaskan terkait pernyataan Pihak DPMPTSP, tentang adanya perjanjian dari Kafe POD akan menutup usaha dalam tenggat waktu satu atau dua bulan yang ditulis Media.

"Waktu itu saya bilang kalau memang izin kami tidak bisa dikeluarkan kenapa tidak dari awal, malah kami diminta untuk mengganti izin dan lainnya, nilai sendiri apakah itu bukan mempersulit namanya,? Kalau kata mau tutup itukan rencana belum pasti, namanya rencana bisa berubah, tidak ada kesepakatan kami akan menutup pada pertemuan itu," Jelas Albert.

Ketika disinggung apakah Kafe POD melakukan semacam tanda tangan untuk kesepakatan itu.

"Sekali lagi tidak ada kesepakatan kami akan menutup pada pertemuan itu, dalam pertemuan terakhir tidak ada saya tanda tangan tentang kata setuju untuk ditutup," Pungkas Albert Tomi.

Sebagai informasi Kafe POD dibuka sejak tanggal 8 September 2016, jauh sebelum resmi beroperasi pihak kafe mengurus semua izin seperti IMB, SIUP, SITU, HO, TDP, Izin Umum, SPPL dan SIUP-MB. IMB terbit pada tanggal 14 Maret 2016, setelah itu terbit SIUP, SITU, HO dan TDP dengan jenis restoran pada tanggal 17 Mei 2016.

Namun didalam perjalannya untuk SIUP-MB, Kafe POD entah kenapa mengalami kesulitan, sehingga berimbas dengan terjadinya pro kontra di tengah masyarakat yang berawal dari Sidak oleh Anggota Komis I DPRD kota Jambi beserta rombongan, sekira Pukul: 23.00 wib pada tanggal 14 Maret 2017.

 

 

(Hendry Noesae)

**Chatting Via Whatsapp Suaro Wargo jambidaily.com, Bergabung Klik Tautan ini: Whatsaap Group, Galery jambidailyDOTcom

 

 

Berita Lainnya:

KOMENTAR DISQUS :

Top