Selasa, 21 Agustus 2018 |
Ekonomi

Komoditi Petani Anjlok, Pemkab Tidak Bisa Berbuat Banyak

Selasa, 07 Agustus 2018 18:32:49 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Semakin anjloknya harga Tiga komoditi perkebunan petani, seperti pinang, sawit dan kelapa beberapa bulan terkahir ini sudah sangat membuat petani pasrah. Namun dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim malah tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, anjloknya harga komoditi itu ditentukan oleh harga pasar, bukan dari pemerintah. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabtim, Hero Suratman. Dikatakannya, yang hanya bisa dilakukan pihaknya yakni terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Jambi terkait harga komoditi tersebut. 

"Ya, upaya kita sekarang hanya bisa berkoordinasi dengan Pemprov, itu saja. Karena kita pemerintah tidak bisa berbuat banyak," katanya. 

Dampak anjloknya harga tersebut, dijelaskan Hero, karena terjadinya perang dagang di China, India dan lain-lainnya. Sehingga kurangya permintaan dari luar. 

"Selain itu, naiknya dollar juga menjadi penyebabnya. Tiga komoditi yang di ekspor itu bukannya bahan jadi, tapi bahan mentah, jadi harga bisa saja anjlok," sebutnya. 

Pemerintah juga sangat mengharapkan harga komoditi ini bisa kembali normal. Sebab, jika harga Tiga komoditi ini tidak juga membaik, ekonomi masyarakat disini juga tidak akan naik. 

"Ini kan bukan terjadi di wilayah Tanjabtim saja, tapi ini sudah skala nasional. Pemerintah hanya bisa melakukan koordinasi saja," ungkapnya. 

Untuk diketahui, harga jual kelapa dalam tertinggal sebelumnya Rp 2.500 per biji, kini harga jual tertinggi hanya Rp.600 per biji. Ditambah lagi pinang harganya pun terus mengalami penurunan. Dari harga sebelumnya mencapa Rp.20.000 per Kg kini hanya Rp.7.000 per Kg. Sedangkan harga sawit yang menjadi andalan pun mengalami penurunan drastis. Dari harga Rp.1.500 per Kg kini hanya tinggal Rp.400 per Kg.

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top