Rabu, 22 November 2017 |
Ekonomi

Kopi Jangkat "Melesat", PAD Miliaran Rupiah Tak Dapat

Senin, 12 Oktober 2015 23:58:56 wib
Kopi Jangkat

JAMBIDAILY MERANGIN-Ditengah tingginya penghasilan kopi di Kawasan Jangkat, Pemkab Merangin Provinsi Jambi dirugikan hingga miliaran rupiah karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak dapat.

Tak kurang 300 ton per tahun, hasil kopi Merangin dibawa keluar ("Melesat"-red) tanpa kontribusi untuk daerah.

‘’Diwilayah Kecamatan Jangkat, Lembah Masurai dan sekitarnya, lahan yang dikelola oleh warga pendatang sebagian besar dijadikan kebun kopi. Tapi hasilnya tak ada yang masuk PAD kita,” ujar Khafid Moein, baru ini, dihadapan Komisi I DPRD Provinsi Jambi, saat membahas pemberian piagam Sungai Tebal.

Ratusan ton Kopi yang dihasilkan setiap tahun itu, langsung dibawa ke luar Merangin, seperti, ke Provinsi Bengkulu, Lampung dan daerah lainnya.

‘’Kopi-kopi tersebut langsung saja dibawa keluar. Kita merugi hingga miliaran rupiah setiap tahunnya karena tak mendapatkan PAD dari sektor tersebut,"tambah Wabup.

Parahnya lagi, kopi yang dibawa keluar tersebut meski berasal dari Merangin, namun tak disebut kopi Merangin. Hal ini disebabkan pengelolaannya dilakukan oleh orang luar kabupaten Merangin.

‘’Para petani kopi merupakan warga pendatang, hasil panen mereka setelah sampai keluar tak disebut lagi kopi Merangin. Padahal kopi tersebut berasal dari daerah kita,” tuturnya.

Kondisi ini sebut wabup, salah satunya disebabkan pengelolaan pemasaran maupun pengolahan komiditi Kopi di Merangin yang masih jauh dari harapan, padahal kabupaten Merangin bisa dikatakan sebagai sentra penghasil Kopi di Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Bupati Merangin, H Al Haris, juga menyayangkan kurang baiknya pengelolaan dan pemasaran Kopi di Merangin.  Dan berharap kedepanya, harus bisa mengembangkan potensi kopi sebagai komoditi andalan daerah.

Untuk itu, Pemkab Merangin akan bekerjasama dengan PTPN VI akan membuat pabrik pengolahan kopi di Merangin.

‘’Sudah dibicarakan potensi kopi di Merangin. PTPN VI merespon dan meminta kita mendata jumlah potensi kopi yang ada di Merangin,”sebutnya.

Untuk lokasi perkebunan, PTPN VI berencana untuk menetapkan satu kawasan induk perkebunan yang ada di Merangin, dan selebihnya menjalin kerjasama dengan para petani.

‘’Akan ada satu lahan induk, selebihnya menjalin kerjasama dengan petani."

Bupati sangat berharap, rencana tersebut terwujud mengingat hal itu dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian, serta mengurangi angka pengangguran di Merangin.

‘’Kita harap rencana ini berhasil, itu masukkan untuk PAD. Warga juga bisa bekerja,” ujarnya.

Rencana pemkab tersebut tentu saja mnedapata respon positif dari masyarakat, khususnya petani kopi yang ada di kabupaten Merangin.

‘’Selama ini kami terpaksa menjual hasil tani kami keluar daerah, karena memang tidak ada pengolah maupun pengelola pemasaran yang menjanjikan di Merangin ini, mudah mudahan pemerintah benar benar serius memikirkan ini,”harap seorang petani Kopi asal Jangkat.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top