Senin, 10 Desember 2018 |
Wisata & Budaya

Kopi Pisang Serawak, Minuman Khas Asal Kelurahan Nibung Putih

Rabu, 19 September 2018 09:59:08 wib

JAMBIDAILY KULINER, Wisata - Aniyah seorang single parents dengan tiga orang anak warga RT 02 Keluarahan Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) ini mampu membuat suatu terobosan yang sedikit unik yaitu pisang serawak diolah dan diracik menjadi kopi. Rasanyapun, tidak kalah dengan kopi pada umumnya.

Menurut Aniyah, kopi dari bahan baku pisang serawak ini sudah ditekuninya sejak tiga tagun yang lalu. Berawal dari orang tuanya yang merupakan pecandu kopi dan perokok berat namun, setiap kali orang tuanya meminum kopi pada umumnya ia selalu mengeluhkan perutnya kembung.

Saat itulah, terlintas dipikiran Aniyah untuk mencoba membuat kopi dari bahan baku pisang serawak. Dari peralatan seadanya ia pun meracik pisang serawak tersebut untuk dibuat kopi.

"Selain nikmat dan tidak membuat perut kembung, kopi berbahan baku pisang serawak ini, dapat mengobati para pencandu rokok berat hingga berhenti merokok dan tidak membuat kembung,"kata Aniyah.

Untuk mendapatkan cita rasa kopi pisang serawak yang nikmat, gurih dan beraroma khas sangat dibutuhkan keterampilan khusus, waktu, serta tahapan proses dalam pembuatannya.

"Awalnya pisang serawak yang sudah setengah tua dikupas dan dipotong potong menjadi kecil kemudian, dijemur hingga benar-benar kering biasanya penjemuran ini memakan waktu 3 sampai lima hari,"ucapnya.

Setelah kering, pisang serawak yang di campur dengan daun pegagan di sanrais menggunakan kuali dan alat pensanrais yang berbahan dari bambu, matangnya kopi pisang serawak itu ditandai dengan aroma gurih dan warna gosong kehitanam.

"Proses ini biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga jam lamanya.
Setelah di sanrais kopi pisang serawak ini didinginkan untuk kemudian ditumbuk disaring dan siap untuk disedu,"ujarnya.

Aniya sang peracik kopi pisang serawak mengungkapkan, dalam pembuatan usaha kopi ini ia hanya dibantu dengan ibundanya. Produksi dan pemasaran kopi pisang serawaknya masih sangat terbatas lantaran, minimnya permodalan serta tidak adanya perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Tanjabtim melalui OPD terkait selama ini.

"Dalam satu bulan itu hanya mampu menghasilkan 10 kg kopi, setiap kemasan dengan berat 100 gram dengan harga jual Rp 5000 rupiah saja per sachet," sebutnya.

Ia berharap, kopi pisang serawak buatanya tersebut bisa lebih dikenal masyarakat luas hingga keluar daerah Kabupaten Tanjabtim. 

"Harapan saya dengan kopi ini bisa lebih mengenalkan Kelurahan Nibung Putih dan Kabupaten Tanjabtim yang saya cintai ini hingga keluar daerah, dan saya juga berharap kepada Pemkab melalui OPD terkait agar dapat memberikan pembinaan kepada saya untuk kedepanya, "jelasnya.


Penulis : Hendri Rosta
Editor. : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top