Selasa, 19 Februari 2019 |
Peristiwa

Korban Gelombang Panas, Tembus 2.000 Orang

Minggu, 31 Mei 2015 11:35:39 wib
Pria India membawa payung sangat besar dan berjalan di jalan di Allahabad, India. (29/05/2015) (REUTERS/Jitendra Prakash)

JAMBIDAILY PERISTIWA-Akhir pekan ini gelombang panas belum beranjak dari India. Malah keadaannya memburuk karena korban tewas telah menembus angka 2.000 orang.

Dikutip dari stasiun berita Channel News Asia, Sabtu, 30 Mei 2015, korban tewas di bagian selatan negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana, total sudah 1.979 korban tewas.

Sementara, 17 orang lainnya ditemukan tewas di Orissa, bagian timur India. Selain itu, terdapat 9 orang yang dilaporkan tewas di wilayah lainnya. Maka, total korban tewas mencapai 2.005 orang.

Angka ini hampir mendekati korban gelombang panas yang pernah melanda India pada 1998. Menurut informasi yang dimiliki pangkalan data bencana internasional, EM-DAT, saat itu total korban tewas mencapai 2.541 orang.

Sementara itu, total korban tewas tahun ini merupakan tertinggi kedua yang pernah dicatat India dan lima terbesar yang pernah diketahui dalam sejarah global.

Oleh sebab itu, untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban, para pejabat berwenang di Andhra Pradesh dan Telangana meluncurkan kampanye edukasi publik untuk memberi informasi kelompok paling rentan agar tahu cara menghadapi gelombang panas.

Di Telangana, otoritas berwenang menggunakan pamflet dan media lokal menginformasikan warga untuk menghindari bepergian keluar serta banyak mengonsumsi air.

Menurut Kepala Penanganan Bencana, B.R. Meena, di Telangana total korban tewas mencapai 489 orang.

"Ada kelegaan dalam gelombang panas (terkait jumlah), namun kami juga pergi ke jalan-jalan untuk menginformasikan bagaimana agar tetap aman," kata Meena.

Sejauh ini, belum lagi ada korban tewas di negara bagian tersebut sejak hari Kamis lalu. Sementara itu, di negara bagian lainnya, Andhra Pradesh, para pejabat berwenang telah meluncurkan sebuah kampanye publik cara untuk mengatasi gelombang panas.

"Jumlah warga tewas secara jelas telah menurun dalam beberapa hari terakhir," kata Kepala Penanganan Bencana negara bagian Andhra Pradesh, P. Tulsi Rani.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh seorang pejabat berwenang lainnya di Rajiv Gandhi Institute of Medical Sciences, J.V Subbarao.

"Tidak ada situasi yang mendesak saat ini. Panas sudah mulai menurun dan kami melihat hanya beberapa pasien baru yang dirawat karena tersengat panas," kata Subbarao.

Pada Sabtu lalu, suhu udara tertinggi di seluruh India berkisar 45 derajat celcius. Perkiraan dari New Delhi, suhu tersebut akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang di beberapa negara bagian.

Kebanyakan korban meninggal merupakan penduduk miskin. Sementara itu, 10 ribu orang menderita akibat pemadaman listrik dari kelebihan daya.

India telah menyatakan gelombang panas ketika suhu udara maksimum mencapai 45 derajat celcius atau lima derajat lebih tinggi dari suhu udara rata-rata untuk area tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.

Badai Monsun diperkirakan melanda negara bagian Kerala pada pekan ini sebelum akhirnya meluas ke seluruh India. Namun, hal tersebut membutuhkan waktu berminggu-minggu. (Viva.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top