Selasa, 19 Desember 2017 |
Nasional

Kronologis Pembubaran Salat Ied di Tolikara Papua

Jumat, 17 Juli 2015 16:03:42 wib
ilustrasi kerusuhan (@ntmc)

JAMBIDAILY NASIONAL-Salat Idul Fitri yang digelar di Karubaga, ibu kota Tolikara, Papua, pada Jumat pagi, 17 Juli 2015, diwarnai kericuhan, yakni aksi pelemparan oleh ratusan orang ke lokasi ibadah itu. Akibatnya jemaah muslim yang sedang menggelar salat ketakutan dan membubarkan diri.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kronologi kejadian berawal dari imam salat Id mengumandangkan takbir pertama. Namun, tiba-tiba ratusan orang dari beberapa penjuru melempari jemaah yang sedang salat, sambil berteriak bubarkan.

Aparat keamanan dari kesatuan Brimob dan Yonif 756 yang melakukan pengamanan saat Idul Fitri itu, langsung mengeluarkan tembakan peringatan guna membubarkan massa yang melakukan pelemparan. Warga muslim yang salat kemudian memutuskan membubarkan diri.

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Rudolf Patrige Renwarin, membenarkan peristiwa itu. Dia menceritakan saat umat muslim menggelar salat takbiran pertama, datang sekelompok orang berteriak melarang pelaksanaan salat. "Massa berteriak melarang salat Id di Tolikara," katanya.

Masyarakat yang sedang melaksanakan salat ketakutan dan membubarkan diri dengan bersembunyi ke kantor Koramil dan pos tentara, tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, selang sejam kemudian, sekelompok massa melakukan pelemparan ke arah Musala Baitul Mutaqin. Setelah itu massa membakar musala dan sebelas kios serta enam rumah.

Meski demikian, Patrige mengklaim, situasi Karibaga masih aman dan terkendali. "Situasi masih aman dan kondusif,” katanya.

Sebelumnya Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, memberikan jaminan keamanan untuk penyelenggaraan salat Id di Tolikara. Tapi masyarakat sama sekali tidak mengindahkannya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan soal terjadinya kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua. Menurut Kalla, dari laporan yang dia terima, penyebab kerusuhan itu karena dipicu masalah speaker masjid.

"Ya ada dua acara agak berdekatan di situ. Ada acara Idul Fitri ada pertemuan pemuka masyatakat gereja. Memang asal muasal soal speaker itu, mungkin butuh komunikasi lebih baik lagi untuk acara dua seperti itu," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 17 Juli 2015.

Dia berharap pimpinan dan kepolisian setempat dapat menyelesaikan masalah tersebut. Seharusnya, kata JK hal itu tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak saling menahan diri.

"Masyarakat yang punya acara keagaamaan lain harus memahami, saling memahami lah," kata dia.

Peristiwa kerusuhan ini terjadi sekira pukul 07.00 WIT, Jumat 17 Juli. Warga yang telah melaksanakan solat Ied di halaman Koramil 1702 / JWY dilempari.

Saat imam mengucapkan takbir pertama, tiba-tiba beberapa orang mendekati jemaah dan berteriak. Kemudian, jemaah bubar dan menyelamatkan diri ke markas Koramil.

Satu jam kemudian, orang-orang itu melempari Mushola Baitul Mutaqin yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka juga membakar rumah ibadah tersebut. Selain mushola, enam rumah dan sebelas kios pun menjadi sasaran amuk masa.(Viva.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top