Sabtu, 20 Oktober 2018 |
Hukum

Kuala Tungkal Disinyalir Rawan Perdagangan Gelap, Aflah: Tembakau dan Alkohol Ilegal Rugikan Negara Milliaran

Kamis, 11 Oktober 2018 15:58:21 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) M Aflah Farobi sebagaimana dilansir inilahjambi.com (Kamis, 11/10/2018) mengatakan, dua wilayah rawan perdagangan gelap berada di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, provinsi Jambi dan  Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera selatan.

“Para pelaku penyelundupan bisa masuk ke daerah tersebut karena penjagaan yang kurang ketat di perbatasan wilayah sehingga lolos dari pantuan petugas,” ujarnya (Rabu 10/11/2018).

Aflah juga menuturkan, dagangan pasar gelap dari pelaku berupa menyelundupkan barang dari luar Indonesia seperti tembakau iris dan minuman mengandung alkohol untuk menghindari cukai.
 
“Bahkan kerugian negara atas penyelundupan kedua barang itu mencapai Rp 14,88 miliar terhitung sejak awal tahun,” kata Aflah.

Untuk mengantisipasi banyaknya perdagangan gelap dari jalur sungai, Aflah akan memaksimalkan seluruh petugas dari Ditjen Bea dan Cukai wilayah masing-masing.

“Kami telah melakukan 495 kali penindakan di dua wilayah itu, untuk mencegah semakin banyaknya pasar gelap, petugas akan dimaksimalkan,” jelas dia.  

 

Editor: Hendry Noesae
Sumber: inilahjambi.com

KOMENTAR DISQUS :

Top