Senin, 10 Desember 2018 |
Politik - Advetorial

Lantik 57 Kades di Tiga Tempat, Ini "Pesan" H Al Haris

Senin, 30 Mei 2016 10:03:47 wib
Bupati Mernagin H Al Haris Lantik Kades

JAMBIDAILY ADVETORIAL-Setelah sukses melantik kepala desa (Kades) di daerah pemilihan (dapil) satu dan Tabir serumpun, Bupati Merangin H Al Haris selama dua hari, terakhir, melantik sebanyak 57 kepala desa (Kades) di tiga tempat yang berbeda.

Pertama pada Jumat (27/5) bupati melantik tujuh orang Kades di Kecamatan Pangkalan Jambu. Acara pelantikan berlangsung meriah dihadiri ratusan warga di halaman depan Kantor Camat Pangkalan Jambu.

Pada hari berikutnya Sabtu(28/5), bupati didampingi Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris bersama Sekda H Sibawaihi dan Ketua Dharma Wanita Pemkab Merangin Hj Syamsibar Sibawaihi, hadir di Lapangan Lembah Auduri Siau.

Di lapangan bola yang dibanjiri ratusan warga itu, sekitar pukul 10.35 Wib, bupati melantik sebanyak 31 orang Kades dari tiga kecamatan, Tiangpumpung, Siau dan Lembah Masurai.

Selanjutnya rombongan bupati bertolak ke Jangkat. Tepatnya di depan Kantor Kecamatan Jangkat, sekitar pukul 16.08 Wib bupati melantik sebanyak 19 orang Kades dari dua kecamatan, Jangkat dan Jangkat Timur.

Dari setiap acara pelantikan di tiga tempat itu, bupati mengungkapkan kalau pemilihan Kades sekarang ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap calon kades harus mempunyai visi dan misi.

Tidak hanya itu, calon kades harus berkomitmen membangun desa dan pakai kampanye segala. Jelasnya pilkades kali ini ada gengsinya. Hal itu karena posisi Kades sekarang beda dengan sebelumnya dari segi anggaran dan kinerja.

‘’Kades sekarang sama dengan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki anggaran sangat besar, bahkan mengalahkan anggaran kecamatan,’’ingat Bupati.

Pada tahun 2016 ini jelas bupati, sudah ada desa di Kabupaten Merangin yang memiliki anggaran lebih dari Rp 1 miliar. Ini artinya tugas dan tanggungjawab Kades semakin berat dengan besarnya anggaran desa tersebut.

Kades harus duduk satu meja dengan Badan Pemusyawarahan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat setempat dalam merancang penggunaan anggaran. ‘’Kuncinya Kades harus transparan dalam penggunaan anggaran,’’pinta Bupati.

Kebanyakan kasus hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Kadesnya, karena Kades tidak terbuka dan transparan. Tidak sedikit Kades didesak mundur oleh warganya karena tidak transparan dalam penggunaan dana desa.

Pada 2015 lalu bupati mengaku telah memecat beberapa kades atas desakan warga gara-gara tidak transparan tadi. Untuk itu, bupati minta seluruh Kades harus kerjasama yang baik dengan perangkat desa dan harus transparan.

Semua Kades yang dilantik di tiga tempat itu, juga dilantik sebagai pemangku adat desa dan masing-masing Kades mendapat gelar adat. Nama gelar adat itu disesuaikan dengan adat dan budaya setempat.

‘’Pelantikan Kades sebagai pemangku adat ini bertujuan agar Kades yang dilantik benar-benar mematuhi adat istiadat desanya,mengingat selama ini justru banyak Kades yang melanggar adat, padahal Kades harus bisa jadi panutan warganya,’’tegas Bupati.(jambidaily.com/HMS/TEG)

KOMENTAR DISQUS :

Top