Kamis, 15 November 2018 |
Suaro Wargo

Lebih Praktis, Bayar Zakat Via Online

Rabu, 31 Oktober 2018 06:23:41 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin maupun pasca Khulafaur Rasyidin, penyaluran zakat masih dilakukan dengan cara konvensional yaitu dengan mendatangi langsung lembaga penyalur zakat. Lalu, bagaimana dengan sebagian orang yang sibuk dan memiliki jadwal padat, sehingga ia tidak berkesempatan untuk melakukan proses penunaian zakat? Bagaimana jika orang tersebut menginginkan segala proses menjadi mudah, praktis dan tidak bergantung pada situasi dan kondisi cuaca?. Hal tersebut tidak menjadi masalah bagi para pegawai yang gajinya sudah otomatis dipotong zakat, terutama pegawai pemerintah, tetapi akan menjadi dilema bagi para wirausahawan maupun pegawai swasta yang perlu mengurusi zakat secara pribadi.

Sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajiban untuk mengeluarkan zakat, bagi mereka yang telah mencapai batas minimal atau nisab, agar dapat saling berbagi dengan sesama. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 103 yang berbunyi:

 

خُذْمِنْأَمْوَٰلِهِمْصَدَقَةًتُطَهِّرُهُمْوَتُزَكِّيهِمبِهَاوَصَلِّعَلَيْهِمْ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At Taubah: 103).

Tak hanya sekedar kewajiban bagi umat muslim, zakat juga merupakan salah satu solusi bagi permasalahan ekonomi di dunia khususnya di Indonesia. Hal itu terbukti sejak zaman Rasulullah, dengan penggalian dan pengelolaan zakat secara optimal, perekonomian di dalam negara menjadi stabil. Menurut (Hakim, 2012) dalam mengatur perilaku konsumsi terhadap hasil perekonomian masyarakat, Rasulullah SAW mengajarkan zakat, infaq dan sedekah pada umat islam. Syariat zakat bersifat wajib, sedangkan infak dan sedekah bersifat sukarela atau sunnah.

Sepeninggalan Rasulullah SAW, para sahabat seperti Abu Bakar bin Siddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib terus melakukan manajemen zakat. Bahkan ketika para sahabat telah tiada, manajamen zakat semakin membaik. Sehingga, sejarah kegemilangan zakat pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Bani Umayyah pun dapat terdengar sampai sekarang. Di masa pemerintahannya selama 30 bulan, tidak ditemukan lagi masyarakat miskin yang berhak menerima zakat, karena semua muzakki mengeluarkan zakat, dan distribusi zakat tidak sebatas konsumtif melainkan juga produktif.

Saat ini, dunia online payment semakin maju. Masyarakat bisa melakukan pembayaran apapun dengan cara online, entah itu berbelanja, membayar listrik, internet, telepon, bahkan sekarang masyarakat sudah bisa membayar zakat berbasis online. Dengan kemajuan teknologi yang semakin hari semakin pesat, kini, untuk urusan beramal pun dimudahkan dengan hadirnya aplikasi donasi dan zakat online yang bisa diunduh pada smartphone dengan metode pembayaran online.

Efendi (2017) berpendapat bahwa hukum pembayaran zakat secara online itu “diperbolehkan”. Namun yang perlu di tegaskan yaitu si pemberi zakat harus memiliki niat terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi. Setelah itu, si penerima zakat akan mengirimkan pesan teks melalui telepon seluler sebagai bentuk serah terima dan doa. Jadi, bagi masyarakat yang ingin membayar zakat secara online, tidak perlu bagi mereka untuk mengkhawatirkan keabsahan akad dalam berzakat tersebut.

Dewasa ini beberapa lembaga penyalur zakat telah membuka rekening bank untuk menerima pembayaran zakat dari umat muslim. Dengan demikian, saat ini masyarakat bisa membayar zakat secara online melalui bank, bila tidak sempat mendatangi masjid atau lembaga penyalur zakat secara langsung untuk membayar zakat.Secara lebih rinci, membayar zakat secara online dapat dilakukan dengan:

1. Transfer ATM antar bank

Zakat dapat dibayarkan dengan cara transfer antar bank. Namun, sebelumnya perlu dipastikan terlebih dahulu nomor rekening lembaga penyalur zakat yang dituju. Biasanya lembaga penyalur zakat memiliki rekening khusus.

2. Internet banking dan mobile banking

Zaman sekarang tanpa perlu ke ATM untuk transfer antar bank, orang-orang bisa melakukan transfer hanya dari tempat mereka duduk dengan menggunakan perangkat pribadi yang dimiliki. Teknologi tersebut adalah internet banking dan mobile banking. Internet banking menggunakan browser komputer untuk bertransaksi perbankan, sementara mobile banking lazimnya menggunakan aplikasi perbankan yang sudah diinstal di smartphone masing-masing. Hanya dengan memasukkan pin dan password, nasabah dapat mengakses rekeningnya, dan menggunakannya untuk transfer ATM antar bank

3. Aplikasi mobile

Beberapa lembaga pengelola dan penyalur zakat ada pula yang membuat aplikasi khusus untuk pembayaran zakat yang lebih mudah. Aplikasi tersebut bisa diunduh dengan bebas di App Store maupun Play Store. Sehingga membayar zakat menjadi semakin mudah dan cepat.

Beberapa penyalur zakat resmi di dalam negeri telah memberikan fasilitas berzakat secara online, yaitu:

1. Kitabisa.com

Situs crowdfunding Kitabisa.com (https://zakat.kitabisa.com/) juga meluncurkan fitur pembayaran zakat. Mereka telah bekerjasama dengan beberapa layanan penyalur zakat, seperti BAZNAS, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Baitul Maal Hidayatullah dan masih banyak lagi lainnya. Sistem pembayaran di Kitabisa.com menggunakan sistem kode unik seperti yang telah diterapkan beberapa marketplace. Sehingga setelah melakukan transfer, sistem langsung mengonfirmasi transaksi yang telah dilakukan.

2. Rumah Zakat

Rumah Zakat telah berdiri sejak tahun 2010. Jika ingin menyalurkan zakat, pengguna akan diberikan perhitungan berapa zakat yang harus dibayar melalui fitur kalkulator zakat. Pengguna juga akan mendapat informasi mengenai jumlah dana yang telah terkumpul. Selain zakat, Rumah Zakat juga mengelola donasi lainnya seperti infak dan sedekah.

3. Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa mempunyai situs khusus bagi yang ingin menyalurkan zakat atau berdonasi. Pada situs Zakat.or.id. pengguna akan diberi pilihan donasi apa yang akan dilakukan dan besarnya dana yang ingin disalurkan. Selain itu, cara pembayaran yang ditawarkan juga cukup beragam, mulai dari kartu kredit, transfer rekening bank via ATM atau mobile banking, hingga potong pulsa.

4. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

BAZNAS menjadi satu-satunya organisasi resmi yang didirikan oleh pemerintah sejak tahun 2001. BAZNAS menawarkan metode secara offline dan online untuk melakukan tugasnya dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah. Terkadang, BAZNAS juga membuka stand dibeberapa pusat perbelanjaan. BAZNAS juga telah meluncurkan aplikasi untuk android, sehingga membayar zakat menjadi lebih mudah.

Dengan adanya kemudahan dalam penunaian zakat secara online yang telah disediakan oleh berbagai organisasi resmi oleh pemerintah dan organisasi lainnya dan dengan diterapkannya metode, fitur dan proses yang praktis dan mudah,serta keabsahan hokum dalam membayar zakat via online, maka tidak ada alas an lagi bagi umat muslim untuk tidak menunaikan zakat dengan embel-embel ‘tidak sempat melaksanakannya’ atau ‘tidak memiliki waktu’ atau alas an lainnya.

Sesungguhnya, zakat merupakan perintah AllahSWT, kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya menunaikan zakat, karena seperti yang kita ketahui bahwa zakat memiliki banyak hikmah, seperti menetralkan rasa cinta terhadap harta agar tidak berlebihan, mensucikan harta, zakat sebagai wujud kepedulian social karena bisa berbagi dengan sesama dan hikmah lainnya, baik di dunia maupun di akhirat.

 

 

...
Ditulis Oleh:
- AtifaZulfaKhoiriyah
- QissiySabilla
- Febriansyah
- RediRezaldi

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Negeri Jambi
 

 

 
 
*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

 

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top