Senin, 23 April 2018 |
Wisata & Budaya

Lezatnya Gulai Melung, Dimasak dengan Tungku

Minggu, 27 September 2015 05:19:41 wib
Gulai Melung Khas Purbalingga. (VIVA.co.id/Dwi Royanto (Semarang)

JAMBIDAILY KULINER-Meski jauh dari pusat kota, kuliner Gulai Melung Bu Hadi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini kerap menjadi tempat singgah para pecinta daging kambing, khususnya gulai. Apalagi gulai ini memiliki varian menu yang bisa disantap sesuai selera.

Ya, Gulai Melung namanya. Nama yang unik untuk kuliner gulai yang tersaji di warung sederhana di Dusun Melung, Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga ini.

Sebagai makanan khas, tentunya gulai Melung hasil racikan Bu Hadi memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya, gulai harus berbahan daging kambing betina yang disajikan dengan versi basah, 'nyemek', atau kering.

Uniknya lagi, gulai Melung Bu Hadi menyediakan kuah terpisah sehingga pengunjung bisa memilih akan menyantap gulai kering, setengah basah, atau gulai yang penuh kuah.

Pengunjung biasanya memilih favorit menu khas tengkleng sebagai makanan utama. Di Purbalingga tengkleng (kaki kambing) ini biasa di sebut dengan 'dengkil'. Selain daging, menu lain racikan gulai Melung adalah sum-sum, buntut (ekor kambing), balungan, iga dan cawang. Semua lauk favorit itu bisa biasanya disantap bersama nasi atau pun lontong.

Kuliner yang lahir secara turun temurun ini telah ada sejak tahun 1980-an silam. Dan kini kuliner ini telah diwariskan kepada Feri (34) yang merupakan generasi ke-6 bu Hadi.

Menurut Feri, khas rasa Gulai Melung karena dimasak khusus menurut tradisi turun-temurun yang diwariskan para pendahulunya. Daging biasanya dimasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu di dapur. Untuk menumbuk bumbunya, kerap menggunakan lumpang. Lumpang sendiri terbuat dari batu yang digunakan untuk menghaluskan bumbu.

"Secara umum tak ada bahan khusus. Hanya saja, kita memasaknya dengan cara khusus yang orang tidak melakukannya," kata Feri.

Awal proses pembuatan gulai Melung adalah dagingnya dimasak bersama formula bumbu jahe, kunir, lengkuas, serai, ketumbar, merica, bawang merah, dan bawang putih. Lalu, bumbu-bumbu itu ditumis sebelum dimasukkan ke dalam masakan.

Untuk membuat gulai, ia rata-rata menghabiskan 20 kilogram daging dan 50 kilogram dengkil per hari. Kalau di rata-rata per hari, warungnya bisa menghabiskan 2 ekor kambing untuk dijual kepada pembeli.

Adapun harga gulai Melung per porsinya pun bervariatif. Tergantung menu yang diinginkan oleh pembeli. Untuk jenis gulai jenis dengkil (tengkleng) biasanya dijual Rp27 ribu per porsi. Sementara harga per gulai kepala jauh lebih mahal, yaitu Rp150 ribu.

Diakui atau tidak, warung yang berada jauh dari pusat kota ini setiap harinya selalu diserbu pembeli. Tak hanya pembeli dari Purbalingga, sejumlah pejabat asal luar kota pun kerap menyempatkan mampir untuk mencicip legitnya Gulai Melung khas Purbalingga ini.(*/sus)


Sumber:Viva.co.id

KOMENTAR DISQUS :

Top