Senin, 16 September 2019 |
Suaro Wargo

Lisa Novelia: Peninggalan Sejarah Islam Berupa Rumah Batu

Selasa, 22 Mei 2018 06:04:40 wib
capture lisa

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Jambi tidak hanya dikenal akan kekayaan alamnya. Provinsi Jambi juga juga memiliki daerah yang keindahan alam dan cagar budaya. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, perpaduan sejumlah budaya bertemu. Dimulai dari budaya China, Eropa hingga Islam dimasa kesulthanan. Salah satu jejak peninggalan kesultanan Jambi adalah di Desa Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi. Disini terdapat jejak peninggalan sejarah berupa Rumah Batu.

Desa Olak Kemang ini berada di bagian utara kota Jambi. Untuk mencapai desa ini hanya beberapa menit saja dari Kota Jambi dengan menyeberangi sungai Batanghari menggunakan sarana transportasi perahu dan sekarang bisa dengan berjalan kaki di jembatan Gentala Arasy. 

Di Desa tersebut tidak hanya kental akan adat Islam-nya. Namun juga berbagai jejak sejarah masuknya Islam di Sumatera dan tonggak berdirinya Kesultanan Jambi. Rumah Batu ini bisa dikatakan sebagai bangunan yang cukup mencolok ditengah permukiman penduduk Desa Olak Kemang tersebut. 

Menurut penuturan pengurus rumah batu tersebut yakni Syafiyah Aulia, rumah batu yang dijaganya ini adalah peninggalan seorang penyebar agama Islam di Kota Seberang pada abad ke-18 bernama Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri yang dijuluki dengan nama Pangeran Wiro Kusumo.

Ketika beliau ingin membangun rumah itu, Sayyid Idrus Hasan Al-Jufribegitu banyak mendapat saran dari sahabat-sahabatnya kala itu, Termasuk dari Datuk Sintai, seorang pedagang dari negeri China. Lewat tangan beliaulah rumah yang kini jadi cagar budaya kebanggan Jambi.

Paduan bangunan local ini, seperti China, Arab dan bahkan Eropa, terkesan kental pada bangunan tua lantai dua itu. Terlihat relief naga di dinding bercat putih. Kemudian di sisi kanan terdapat sebuah batu berukiran singa dan bunga. Lalu dipilar bagian dalam, tampak relief bertuliskan huruf-huruf Arab.

Sementara dibagian lantai duanya memperlihatkan budaya bangunan lokal Jambi dengan bahan kayu. Arsitektur gaya Eropa terlihat dari tiang penyangga, bentuk teras dan tangga seluruhnya terbuat dari batu.

Rumah ini dikatakan Rumah Batu karena waktu itu pembangunan rumah ini merupakan rumah batu pertama yang dibangun di daerah seberang. 

Pangeran Wiro Kusumo selaku pemilik wafat pada tahun 1902 dan dimakamkan di Desa Olak Kemang. Tepatnya di Masjid Al-Ikhsaniyah yang juga masjid tertua. di desa itu. Masjid itu juga dibangun oleh Pangeran Wiro Kusumo pada tahun 1880.


Butuh Perbaikan dan Perhatian

Meski dikenal sebagai cagar budaya Jambi, rumah yang biasa disebut Rumah Rajo itu belum dikelola sebagai aset wisata. Padahal lokasinya kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. 

Rumah Batu ini juga memiliki taman dan gapura yang bagus jika dikelola dengan baik, karena bangunan tersebut sudah banyak rusak dan butuh perbaikkan atau perawan agar Rumah Batu tersebut terjaga akan bentuk aslinya yang masih khas

Rumah Batu butuh dorongan dan bantuan dari pemerintah atau masyarakat sekitar. Tapi sekarang Rumah Batu dikelola oleh keluarga keturunan Said Idrus bin Said Hasan Al-Jufri. Dan saat ini tanggung jawab perawatannya berada di ibu sayarifah Aulia.

 

 

 


...
Ditulis Oleh
Nama: Lisa Novelia
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Sayfuddin Jambi
Fakultas Ekonmi dan Bisnis Islam
Prodi Ekonomi Syariah

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top