Selasa, 13 November 2018 |
Nasional

Luar Biasa...Karena Penambangan Ilegal, Kegiatan Sekolah Terpaksa Dihentikan

Minggu, 11 Oktober 2015 17:40:14 wib
Penambangan Emas Ilegal Gunakan mesin Dompeng (foto:www.antaranews.com)

JAMBIDAILY BATANGHARI-Lagi penambangan emas ilegal atau lebih dikenal Penambangan Emas Tanpa Izin(PETI), membuat resah warga wilayah RT 08 Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Marosebo Ulu Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

Kegiatan para penambang dengan menggunakan mesin dompeng itu, telah mengganggu kegiatan belajar mengajar Sekolah yang berdekatan dengan lokasi karena suara mesin yang berisik.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Desa Tebing Tinggi, Samsuddin, kegiatan para penambang itu terbilang nekat dan besar-besaran, dengan melibatkan sekitar 50-an mesin dompeng di bibir sungai kawasan tersebut.

"Kami warga masyarakat Desa Tebing Tinggi sudah resah dengan kegiatan para penambang, mereka bekerja dipinggiran sungai Batanghari berdekatan dengan  perkampungan, kami harap pihak penegak hukum untuk memberikan tindakan tegas,"harapnya.

Dia khawatir, akibat kegiatan penambangan ilegal itu, rumah warga dipinggiran sungai tergerus longsor.

"Posisi Dompeng tepat berada di dekat gedung sekolah yang berada dipinggiran sungai. Kegiatan orang yang tidak bertanggung jawab itu bersamaan dengan jam belajar. Karena merasa Kegiatan belajar mengajar sekolah terganggu, terpaksa siswa diliburkan,"jelasnya kepada jambidaily.com, Minggu (11/10)

Kepala Desa Tebing Tinggi Kecamatan Maro Sebo Ulu, Idris, ketika dikonfirmasi,(11/010), membenarkan,  warganya sangat resah dengan kegitan penambang yang menggunakan 50 Dompeng, dan beroperasi hanya jarak 2-3 Meter dari bibir sungai.

"Masyarakat sudah resah dengan aktifitas PETI, ulah penambang ini nantinya akan berdampak buruk bagi masyarakat. Karena di areal operasi tersebut berdiri rumah warga, Gedung Sekolah, DTA, Masjid dan Kantor Desa. Kalau terus menerus operasi tambang ini berjalan Desa Tebing Tinggi akan Longsor,"tegasnya.

Diakuinya, persoalan ini telah disampaikan ke Polsek Marosebo Ulu. Namun hingga saat ini belum ada tindakan terkait keluh kesah masyarakat Tebing Tinggi.

"Saya sudah sampaikan persoalan ini ke pihak Polsek Marosebo Ulu, sebagai antisipasi adanya konflik sosial di kemudian hari,namun hal tersebut belum ada responnya."

"Masyarakat sudah sangat resah, kami berharap pihak terkait melakukan tindakan tegas terhadap pelaku PETI yang menganggu kegiatan belajar, dan merusak lingkungan,"pungkas Idris.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top