Selasa, 19 Februari 2019 |
Wisata & Budaya

Maestro Perupa, Ja'far Rassuh: Edi Dharma Butuh Dukungan Semua Pihak untuk Besarkan Jambi

Rabu, 23 Januari 2019 15:42:25 wib

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Salah satu Maestro Perupa di Jambi, Ja'far Rassuh berikan pandangannya terhadap prestasi Edi Dharma yang berhasil terpilih sebagai tiga terbaik dari 150 kartunis dunia yang berasal dari 35 negara, diajang National Travel Cartoon 2019 (Pameran Kartun Internasional).

Kepada jambidaily.com (Rabu, 23/01/2019) saat ditanya tentang prestasi tersebut, Ja'far Rassuh mengajak agar pelaku seni dan budaya khususnya dapat lebih memahami teknologi sehingga dapat berkomunikasi dengan pihak-pihak luar

"Ini salah satu pembuktian, kita di cabang apapun memiliki potensial untuk itu. Persoalannya adalah Jalur yang tidak ketemu. Dengan terbukanya teknologi sekarang memungkinkan. Orang yang tidak menguasai teknologi maka hubungan komunikasi tidak lancar. Manusianya potensial namun hubungan komunikasinya tidak ada," Tutur Ja'far Rassuh.

Dalam penjelasannya sekarang secara kebetulan Edi Dharma, memang spesifik karikatur ada persatuan atau perkumpulan, maka hubungan komunikasi lebih lancar. 

"Sebetulnya disektor lain juga harus dibuka jadi ini memang kelemahan individu di Jambi soal hubungan komunikasi, kalau potensi sangat banyak. Intinya jalur komunikasi itu akan terbuka karena adanya organisasi, itulah pentingnya. Untuk karikatur mereka ada kelompok, persatuan, komunitasnya yang menghimpun itu, sehingga bisa menjadi jalan menuju event-event internasional seperti itu. Kalau ada yang bilang organisasi tidak penting, sangat penting sebenarnya karena itu bisa menghubungkan," Jelas Ja'far Rassuh.

Tokoh perupa Jambi ini menekankan peran penting organisasi, serta ingatkan bahwa Tidak hanya Edi Dharma, tidak hanya seni rupa namun seni lainnya juga sangat terbuka untuk itu, seperti tari ataupun lainnya.

"Bahkan ada penari kita pemusik kita menjadi Instruktur atau pelatih di Malaysia karena ada penghubung dan penyambung komunikasi. Kita jadikan contoh Edi Dharma, ini disebabkan hubungan komunikasinya lancar sehingga mengetahui berbagai event secara Internasional. Kita perlu bangun organisasi berlevel besar yang bisa terhubung dengan organisasi yang ada di luar sana," Imbuh Ja'far Rassuh.

Pemerintah memiliki peran paling penting, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tentunya dapat diketahui sektor pemasaran tidak lagi terfokus semata-mata objek wisata saja namun sumber kebudayaan dan sumber daya manusia menjadi pemikiran khusus.

"Kita berharap sebagai fasilitator, pemerintah membuka program-program atau akses itu. Contohnya di Budpar itu ada bagian pemasaran, bagaimana Budpar tidak hanya memasarkan sektor objek wisata saja, namun sumber kebudayaannya sumber daya manusia juga dipasarkan. Tidak hanya pameran lalu membawa cinderamata kesana, tapi bagaimana mempublishir kekuatan yang kita miliki, kan tidak pernah menyangka Edi Dharma bisa mendapatkan penghargaan Level Dunia, luar biasa. Selama ini apakah terpikir Budpar, ternyata sumber daya manusia kita luar biasa. Maka jalur ini membuka pemikiran kita dan cakrawala kita bahwa banyak objek potensial kita yang bisa dan mestinya harus dipasarkan," Tegas Ja'far Rassuh.

Lebih lanjut menurutnya Dunia sudah mengenal bahwa karikatur di Jambi itu, ada Edi Dharma yang telah mendapatkan penghargaan Dunia. Berarti ada potensi untuk bisa membuka ruang untuk itu di Jambi, supaya Jambi juga lebih dikenal lagi 

"Dibukalah kegiatan yang sama. Edi Dharma sudah punya relasi sehingga bisa berkomunikasi ke luar negeri dan jalurnya sudah lancar. Ini menjadi promosi untuk mengangkat potensi Jambi. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mensupportnya, bukan dia karena dia terus berkarya, jadi yang sangat dibutuhkan adalah support dari kita. Pemerintah dan semua unsur berbagai pihak yang bisa memungkinkan mensupport itu. Bagaimana Edi Dharma juga kedepan membina membuat perhimpunan. Mungkin kelompok kecil tapi bisa besar, bukan berarti dikit orang menjadi kecil. Kita bisa membuat besar dengan cara membuat moment atau event yang sama untuk membesarkan Jambi," Ujar Ja'far Rassuh.

Kemudian Prestasi Edi Dharma, bisa menjadi barometer supaya Jambi dapat membuat program yang sama karena menurut Ja'far Rassuh suatu event kegiatan ialah pasar, tentunya harus dibangun.

"Kini di Jambi ada pemenang tingkat dunia Edi dharma, ini menjadi patok untuk acuan agar dapat melaksanakan kegiatan itu sehingga menjadi besar Jambi karena event Internasional seperti moment di Malaysia. Lagi lagi support pemerintah dibutuhkan, bagaimana pengambil kebijakan ini membuat program. Ini adalah fungsi pasar yang harus kita bangun, event dan moment itu pasar," Kata Ja'far Rassuh.

"Sekarang kita ada tokohnya Edi Dharma, dia membina bagi yang punya minat dan lainnya. jadi mungkin harapan kita untuk Edi Dharma bisa membuat pembinaan bagi anak-anak yang berminat dan organisasi. Jelas butuh support, naahh...yang mempunyai regulasi itu adalah pemerintah," Pungkas Ja'far Rassuh.

 


(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top