Senin, 21 Oktober 2019 |
Hukum

Mahasiswa Jambi Bubar dan Ricuh Akibat 'Gas Air Mata' Ditengah Kerumunan, Kapolresta Berjibaku Redakan Situasi

Selasa, 24 September 2019 17:00:18 wib
Foto: Hendry Noesae/Jambidaily.com

JAMBDAILY HUKUM - Ribuan aliansi Mahasiswa Jambi memanas dan ricuh saat menggelar unjuk rasa ke Kantor DPRD Provinsi Jambi (Selasa, 24/09/2019), akhirnya kocar-kacir karena tembakan gas air mata ditengah kerumunan mahasiswa.

Demo yang dimulai sejak Pukul: 08.30 wib di depan kantor DPRD Provinsi Jambi bermaksud menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) yang tengah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Peristiwa gas air mata yang bukan ditembakan ke udara tersebut, menyebabkan beberapa mahasiswa juga mahasiswi mengalami pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit. Dari pantauan jambdiaily.com tidak hanya peserta aksi, tetapi aparat keamanan dilokasi pun terkena gas air mata yang berefek pada perihnya mata serta kulit wajah.

Tidak hanya gas air mata, karena semakin memanas dan menjurus anarkis dengan adanya aksi lempar kaca jendela DPRD yang mengakibatkan pecah, aparat keamanan kembali menembakan gas air mata juga terpaksa menggunakan water canon.

Beberapa wartawan merekam momen, bahkan tanpak Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resor Kota (Kapolresta) Jambi, Kombes Pol Dover Christian, berjibaku untuk meredakan mahasiswa dan aparat keamanan yang nyaris tersulut situasi, serta berupaya agar tidak adanya kekerasan fisik.

"Sudah, sudah adik-adik. Jangan ricuh, ayoo tenang dan dinginkan suasana," Ungkap Kapolresta, sambil merangkul Mahasiswa.

Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution, minta dengan hormat untuk semua aparat melaksanakan tugas dengan hati yang dingin, menahan diri dan menghindari benturan.

"Tolong rapatkan barisan tadi kita dalam kondisi Isoma, ada yang makan siang, ada yang lagi salat, tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan. Semua elemen masyarakat kita yang harus kita ayomi," tegasnya.

Usai suasana mencair, Mahasiswa yang masih berkumpul di lapangan kantor Gubernur Jambi ditemui oleh Ketua DPRD, Edi Purwanto SH,i MS,i, Wakil ketua yaitu Rocky Chandra SE lalu Gubernur Jambi, Fachrori Umar.

Pada kesempatan ini, Wakapolda meminta maaf kepada Mahasiswa tentang gas air mata yang ditembakan dalam kerumunan massa "Saya selaku Wakapolda Jambi yang baru menjabat sekitar 1 bulan Meminta maaf kepada semuanya, kami mengakui ada kesalahan," Ungkapnya.

Arby, Presiden BEM Universitas Batanghari, mempertanyakan protab penembakan gas air mata yang seharusnya ke udara tidak langsung ke massa.

"Iya, kita salah kita akan lakukan evaluasi," Pungkas Wakapolda, menjawab pertanyaan mahasiswa.

 

(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top