Sabtu, 21 September 2019 |
Hukum

Masih Marak Illegal Drilling di Batanghari, Warga Minta Aparat Hukum Segera Tutup

Jumat, 21 Juni 2019 22:12:58 wib
Sumur minyak ilegal (foto : dok)/infojambi.com

JAMBIDAILY HUKUM - Belum adanya kejelasan dan tindakan hukum terkait Illegal Drilling (Pengeboran Minyak Ilegal) di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi terus menjadi pertanyaan warga seperti keluhan para netizen di media sosial Facebook.

Dilansir laman infojambi.com (Kamis, 20/06/2019) melaporkan bahwa Maraknya aktivitas pengeboran dan pengolahan minyak secara ilegal atau illegal driling di Kabupaten Batanghari, terutama di wilayah Kecamatan Bajubang dan sekitarnya, membuat warganet kesal.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi penambangan minyak ilegal takut dan khawatir akan terjadi peristiwa mirip lumpur Lapindo.

Akun Facebook Sri Wahyuni misalnya. “Jangan cuma dibicarakan pak pol..tangkap nian..kami btuh bukti..Mau jadi apo la bajubang ni..Tunggu jadi lautan lumpur kyak lapindo apo baru pada begerak,” tulisnya.

Kekesalan juga disampaikan warga Desa Mekar Sari, Ness. Menurut mereka, jika tungku minyak di desa mereka terus beroperasi, tidak menutup kemungkinan pohon karet milik warga mati.

“Pohon karet kami rontok. Getahnya mulai berkurang. Hasil panen menurun. Kalau mesin tungku beroperasi, baunya menyengat. Mereka yang kaya, kami yang sengsara,” tandas seorang warga Mekar Sari.

Hal senada dikatakan warga Desa Batin Kecamatan Bajubang. Sejak tungku pengolahan minyak mentah beroperasi, hanya 20 persen warga yang setuju.

“Kalau pohon karet kami mati, kami makan apa. Tolong aparat keamanan tertibkan tungku minyak di daerah kami,” ungkap warga yang minta namanya tidak ditulis. (**)


Editor: Hendry Noesae
Sumber: infojambi.com

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top