Rabu, 16 Oktober 2019 |
Ekonomi

Masyarakat Diharapkan Memahami Obligasi Daerah

Kamis, 29 Agustus 2019 20:05:53 wib
JAMBIDAILY EKONOMI - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum yang diwakili Asisten II Sekda Provinsi Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir.Agus Sunaryo,M.Si mengharapkan agar masyarakat semakin memahami Obligasi Daerah, dan selanjutnya diharapkan dapat berpartisipasi dalam Obligasi Daerah tersebut, guna meningkatkan pembangunan daerah. Harapan tersebut disampaikannya dalam Pembukaan Sosialisasi Obligasi Daerah dan Forum Calon Investor kepada OPD Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, di SwissBell Hotel, Kamis (29/08/2019).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Jambi yang dibacakan Asisten II Sekda Provinsi Jambi Agus Sunaryo menyampaikan, sangat mengapresiasi Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) yang telah menginisiasi acara ini. "Sosialisasi sangat berguna sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan akses keuangan dengan cara menerbitkan obligasi daerah di Pasar Modal Indonesia, sekaligus meningkatkan jumlah literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Jambi," ujarnya.

Gubernur mengatakan, Obligasi Daerah diterbitkan dalam rangka mengatasi masalah, dimana akhir-akhir ini keterbatasan dana pembangunan banyak terjadi sehingga perlu ada alternatif yang perlu dilakukan seperti investasi, pinjaman pihak ketiga, dan penertiban Obligasi Daerah. "Obligasi Daerah sendiri suatu tawaran pinjaman daerah kepada pihak publik melalui penawaran di pasar modal yang hanya diterbitkan di pasar modal domestik dalam mata uang rupiah. Suatu obligasi daerah diselenggarakan oleh kepala daerah," ujarnya.

Gubernur menjelaskan, pemerintah tidak akan menggunakan penerbitan obligasi guna menutupi defisit anggaran daerah, melainkan hanya membiayai proyek yang memberikan manfaat pada masyarakat dan menghasilkan penerimaan. "Pemerintah daerah yang ingin menerbitkan obligasi hendaknya dibarengi dengan pengetahuan yang cukup tentang pasar modal, sehingga penerbitan tidak menimbulkan problem dimana harga obligasi mahal dan proyek yang jelek," ungkapnya.

Selain itu, gubernur mengharapkan, Obligasi Daerah dalam aturannya harus diawali dengan beberapa aktivitas seperti kelayakan, perencanaan oleh eksekutif dengan baik, menunjukkan penanggung jawab kemudian perlunya mendapat persetujuan dari DPRD. "Pemerintah Provinsi Jambi selama ini selalu mengalami kendala pembiayaan pembangunan, sehingga harapannya penerbitan Obligasi Daerah dianggap sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pada tahun 2019 sesuai dengan Perda APBD, pendapatan Provinsi Jambi sebesar 4,517 T dan pembiayaan sebesar 4,813 T sehingga terjadi defisit sebesar 295 M," tambahnya.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya berharap OJK dapat menjembatani kebutuhan pemerintah daerah khususnya pendanaan melalui Obligasi Daerah dan untuk diperlukan sinergi dari semua pihak. Jika perlu lakukan Focus Group Discussion (FGD) agar daerah memliki kesiapan dalam menerbitkan obligasi, untuk peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pasar modal. Diharapkan OJK mendekatkan diri dan terus melakukan sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai Obligasi Daerah," tutur Gubernur Jambi melalui Asisten II.

Sebelumnya, mewakili Kepala OJK Perwakilan Jambi, Deputi, Tri Riswanti menyampaikan, peran pasar modal semakin penting dan vital bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Tidak hanya menjadi sumber pendanaan utama perusahaan maupun wahana investasi masyarakat, tetapi pasar modal saat ini juga telah menjadi salah satu tolok ukur bagi keberhasilan perekonomian Indonesia terutama Provinsi Jambi. "Pasar modal Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus tumbuh dalam jangka panjang jika dilihat dari penetrasi pasar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Tri.

"Untuk Provinsi Jambi saat ini ada 8 perusahan sekuritas, untuk investasi yang melalui pasar modal tercatat sebanyak 14.756 investor dengan total modal Rp500.52,12 miliar, namun potensi yang ada di Provinsi Jambi masih bisa dioptimalkan, karena belum semua masyarakat atau investor paham mengenai pasar modal atau produk-produk yang bisa digunakan untuk berinvestasi," terang Tri.

Narasumber dalam acara Sosialisasi Obligasi Daerah dan Investasi di Pasar Modal tersebut, Spesialis Layanan dan Pengembangan Perusahan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia Latifah Hanum, Direktur PT FAC Sekuritas Amrin Tarigan, Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jambi Fasha Fauziah dengan moderator Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi, Muktamar Hamdi, SE, MM.

Turut hadir Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Amir Sakib, para perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, para kepala OPD terkait Pemerintah Provinsi Jambi, serta para undangan lainnya, (Sapra Wintani/edit: Mustar, foto: Novriansah, video: Kamera Latib/Humas Pemprov Jambi).

KOMENTAR DISQUS :

Top